Penang Bridge International Marathon 2018: Ikut Menyemangati Pasangan yang Berlomba

Suasana dan kehidupan di Penang yang merupakan campuran antara Melayu, Cina, India, Peranakan, dan Eropa tak pernah terasa membosankan. Meski sudah sering menyambangi Penang sejak aku masih belia, kedatangan kami berdua kali ini bukan sekadar untuk berlibur. Aku akan menemani dan menyemangati suami yang sudah mendaftarkan diri mengikuti Penang Bridge International Marathon pada tanggal 25 November 2018.

Penang International Airport

Berangkat menggunakan maskapai Sriwijaya Air dan tiba di Penang menjelang siang, tak membuat kami terburu-buru. Demi penghematan, kami menaiki bus Rapid Penang nomor 401 tujuan Komtar dan cukup membayar RM 2,7/orang saja.

Sriwijaya Air rute Medan ke Penang

Perhentian pertama kami adalah Queensbay Mall di Bayan Lepas yang memang dilalui oleh rute bus tersebut. Alasannya adalah untuk mengambil Race Pack lomba marathon yang bakal suamiku ikuti.

Aku tak keberatan menggeret koper di sepanjang koridor mall. Lagipula ini lebih efisien daripada kami harus check in ke hotel dahulu baru singgah lagi di mall untuk mengambil perlengkapan.

Di Queensbay Mall Penang

Awalnya aku agak heran mengapa mall ini tiba-tiba dipadati pengunjung di hari biasa. Oh ternyata Jumat ini bertepatan dengan Black Friday, dimana banyak toko memberikan potongan harga yang cukup fantastis jumlahnya. Pantas saja di beberapa gerai terlihat antrian pengunjung yang ingin berbelanja.

Seperti tujuan awal, aku dan suami langsung mencari tempat penukaran Race Pack yang dimaksud. Cukup dengan menunjukkan email balasan setelah mendaftar secara online beberapa waktu lalu, suamiku langsung memeroleh paket untuk keperluan saat marathon nanti.

Panitia lomba cukup cekatan melayani para peserta lomba yang datang. Antrian berlangsung tertib dan rapi serta tak memakan waktu lama. Ini terjadi karena waktu pengambilan Race Pack telah diatur sedemikian rupa selama 3 hari berturut-turut.

Penang Bridge International Marathon 2018

Antri race pack Penang Bridge International Marathon 2018

Race Pack Penang Bridge International Marathon 2018

Race pack pada Penang Bridge International Marathon 2018
Suamiku akan mengikuti Half Marathon sejauh 21 km

Sesuai dengan namanya, Penang Bridge International Marathon 2018 yang diikuti total 26.000 pelari memiliki rute utama melewati first bridge. Pendaftaran pesertanya telah dimulai sejak tanggal 1 Maret 2018 lalu dan diikuti oleh pria, wanita, serta veteran (usia 40 tahun ke atas).

Ada 3 kategori yang diperlombakan, yakni Full Marathon (42,195 km), Half Marathon (21 km), dan 10KM Run.

Full Marathon diberikan kualifikasi waktu maksimal selama 7 jam dan race akan dimulai pada pukul 1.30 tengah malam. Lokasi untuk start dan finish bertempat di Queensbay Mall Outdoor Carpark (Site A).

Half Marathon diberikan kualifikasi waktu maksimal selama 3 jam 45 menit dan race akan dimulai pada pukul 3 dini hari. Lokasi untuk start dan finish sama seperti Full Marathon.

Sedangkan 10Km Run diberikan kualifikasi waktu maksimal selama 2 jam dan race akan dimulai pada pukul 6.30 pagi. Lokasi untuk start bertempat di Lebuhraya Tun Dr Lim Chong Eu (di depan Eastin Hotel) dan finish di lokasi sama seperti dua kategori lainnya.

Persiapan Menjelang Perlombaan

Selain konsisten mengikuti jadwal latihan lari mingguan, suamiku sudah melakukan beberapa persiapan menjelang lomba. Hal-hal seperti loading carbo yang cukup, mengatur pola makan, dan menjaga stamina tubuh harus dilakukan agar tetap fit dan terhindar dari cedera.

Yang tak kalah penting adalah waktu istirahat yang tercukupi. Bisa fatal akibatnya kalau sampai kurang tidur. Tidur yang cukup akan membantu sistem kekebalan tubuh dan memperbaiki kondisi otot demi performa yang lebih kuat selama latihan terutama menjelang hari-H.

Buku Total Running sebagai panduan olahraga lari
Buku panduan olahraga lari yang bagus banget!

Buku panduan olahraga lari

Persiapan lain seperti salt stick, kinesiology tape, multi-vitamin, sepatu lari khusus, dan lain-lain tak lupa ia bawa. Aku yang awalnya tidak paham apa saja persiapan yang perlu dilakukan menjelang lari jarak jauh akhirnya punya wawasan baru.

Karena tujuan utama ke Penang adalah untuk menemani suami mengikuti perlombaan lari, maka aku mengikuti saja rencana yang sudah dibuatnya. Termasuk makan yang cukup dan teratur serta tidak banyak berjalan-jalan yang mengakibatkan kelelahan.

Meski perlombaan baru akan dilakukan lusa, kami lebih banyak menggunakan waktu untuk jalan-jalan di seputar Armenian Street dan duduk nongkrong di mall saja.

Badai dan Cuaca Buruk saat Perlombaan Lari

Beberapa jam menjelang race, suamiku mulai didera rasa gugup. Meski pernah mengikuti lomba lari bertaraf internasional Standard Chartered KL Marathon 2018 di Kuala Lumpur pada bulan April lalu, namun ini adalah kali kedua baginya ikut dalam kategori Half Marathon 21K. Sebelumnya suami pernah mengikuti Samosir Lake Toba Ultra 2018 berkategori 25K. Di samping excited tentu wajar bila ia sedikit merasa deg-degan, kan?

Sebelum waktu race tiba, suamiku malah mengalami susah tidur. Ia agak gelisah dan mengaku merasakan pressure tersendiri. Aku hanya bisa menyemangati dan meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.

Sejak awal aku berniat untuk ikut bersama suami menuju ke lokasi perlombaan. Tapi dengan berbagai pertimbangan dan melihat kondisi, akhirnya aku putuskan untuk menyusul saja ke sana menjelang pagi nanti.

Sekitar pukul 1 malam suamiku bergerak jalan kaki dari hotel menuju Komtar. Di sana telah bersiap shuttle bus gratis bagi peserta.

Shuttle bus untuk Penang Bridge International Marathon 2018

Penang Bridge International Marathon 2018

Selama waktu berjalan, aku yang menunggu di hotel tidak bisa tidur nyenyak. Dan sekitar pukul 3.30 dini hari terdengar suara hujan yang bergemuruh. Ya Allah, ternyata hujan turun dengan deras disertai angin kencang. Disusul pula dengan suara petir yang menggelegar seolah menyambar sampai ke tanah!

Sontak aku merasa sangat gelisah hingga tak bisa tidur lagi. Perasaan cemas mulai merayapi diri pelan-pelan. Aku tidak mungkin menelepon suami untuk memastikan keadaannya. Sulit dibayangkan bagaimana rasanya lari saat hujan deras dan petir menyambar serta berada di tengah-tengah jembatan yang notabene tak ada tempat berlindung. Aku hanya bisa berdoa semoga tak terjadi hal-hal yang kukhawatirkan.

Karena lelah dan mengantuk akhirnya aku sempat tertidur. Sewaktu bangun menjelang pagi, aku coba menelepon suami tapi tidak diangkat. Kok jadi deg-degan, ya? Tapi aku mencoba untuk berpikir positif saja.

Sampai pukul 7 pagi hari, sebuah panggilan masuk dari gawai suamiku terasa sangat melegakan. Alhamdulillah semua baik-baik saja. Karena kepalaku agak puyeng akibat tidak tidur, aku batal menyusul ke lokasi.

“Molly istirahat aja dulu, nanti sekitar jam 9 Babang balik ke hotel”, ujarnya lewat WhatsApp-call.

Kategori 10KM Run Terpaksa Dibatalkan

Setibanya suami di hotel, barulah aku mengetahui pengalaman mengerikan yang ia rasakan saat itu. Betapa horrornya berlari di tengah jembatan tanpa pelindung sambil diguyur hujan deras dan angin kencang disertai petir yang menyambar.

Tak ada pilihan selain harus tetap bergerak lari. Saking buruknya cuaca saat itu bahkan tak ada seorang pun panitia yang mengabadikan momen bersejarah tersebut, selain pada saat memulai start. Luar biasa!

Menurut suami, ia butuh waktu sekitar 3 menit untuk bisa melewati garis start saat dilepas pada pukul 3 pagi waktu setempat. Di kilometer awal suasana sangat mirip dengan pasar senggol ketimbang lari marathon, tuturnya. Dan ketika memasuki kilometer 12 di Jembatan Pulau Pinang itulah hujan mendadak turun dengan derasnya. Bahkan di beberapa tempat aliran listrik putus dan membuat peserta berlari dalam kegelapan total. Omaigat!

Balon hiasan Penang Bridge International Marathon 2018

Suasana Penang Bridge International Marathon 2018

Event Penang Bridge International Marathon 2018

Usai acara Penang Bridge International Marathon 2018

Armansyah ikut event Penang Bridge International Marathon 2018

Berdasarkan pengaturan waktu start untuk setiap kategori, peserta Full Marathon dan Half Marathon telah sukses mengikuti perlombaan. Namun malangnya kategori 10KM Run terpaksa dibatalkan oleh panitia karena faktor cuaca yang sangat buruk. Hujan badai yang menerpa Penang di hari Minggu tersebut tentu bukan sesuatu yang diharapkan. Apa daya manusia tak bisa melawan kondisi alam yang sedang tidak bersahabat.

Aku bisa membayangkan betapa kecewanya lebih dari 11.000 peserta di kategori tadi yang batal bertanding. State Tourism Development, Heritage, Culture and Arts Committee chairman Yeoh Soon Hin juga menyatakan penyesalannya terhadap pembatalan itu.

Tapi apa jadinya juga bila panitia tetap melepas mereka untuk berlari. Apapun itu tentu semua sudah atas pertimbangan yang matang dan demi keselamatan seluruh peserta. Meski menelan kekecewaan, toh mereka tetap diberikan medali finisher.

“Untung juga Babang ikut yang Half Marathon 21K ya, Mol. Walau larinya deg-degan, tapi bisa finish juga. Ini bener-bener pengalaman ngga terlupakan”, ungkapnya sambil tertawa.

Kami pun tergelak bersama. Peristiwa mencekam sesudah dilewati dan diceritakan ulang bisa jadi lucu ternyata. Sebab semua orang tak punya pilihan untuk berhenti apalagi cari tempat berteduh di tengah jembatan. Boro-boro untuk memotret suasana di jembatan saat berlari.

***

Olahraga lari seperti Half Marathon maupun Full Marathon yang berat tentu memerlukan pemikiran matang saat mendaftar. Selain itu konsistensi dalam berlatih juga sangat diuji. Gaya hidup harus benar-benar ditata ulang agar memeroleh hasil maksimal, yakni mencapai garis finish dengan catatan waktu terbaik.

Half-Marathon tips

Meski tidak ikut berlari, setidaknya aku paham bahwa untuk mencapai target lari yang diidamkan butuh kesiapan fisik dan mental. Bukan semata-mata ingin mengalahkan peserta lain tapi lebih kepada menaklukkan kemalasan dan menantang diri sendiri.

Rasa gugup saat akan memulai perlombaan dapat dialami oleh para pelari yang melakukan karena hobi, bahkan elite runners sekalipun. Tapi seiring dengan persiapan yang baik dan kesiapan mental menghadapi medan, tekad yang sudah dikantongi semoga akan berbuah manis.

Aku bangga dengan semangat dan pencapaian suami dalam berolahraga lari. Di usia lebih dari 45 tahun ia masih punya tekad kuat untuk mencapai kebugaran tubuh. Dan aku butuh lebih menyemangati diri sendiri agar bisa bugar juga seperti dirinya.

Baca juga : Susahnya Mau Liburan Berdua!

Medali Penang Bridge International Marathon 2018

*Foto-foto saat event lari berlangsung dipotret oleh suami.

 

 

 

 

21 thoughts on “Penang Bridge International Marathon 2018: Ikut Menyemangati Pasangan yang Berlomba

    • Itu cut off time-nya 7 jam, Des. Biasanya kalau udah rutin latihan bisa dibawah itu waktunya hahahaha. Aku yang nyemangatin Babang ikutan semangat juga. Perasaan mau ikut lari juga, tapi bukan lari dari kenyataan apalagi lari dari masalah😂.

      Like

  1. Hai kakak, seru sekali menemani suami sambil liburan sekalian ya kak. Duh itu black friday nya sudah pasti menggoda sekali yah. Aku datang ke Penang sebelum event ini, hiks padahal kan seru yah bisa ikutan nonton.

    Like

    • Seru banget serasa ikutan lari juga padahal ngga. Hahahaha. Tapi ini bagian dari sport tourism, jadi kami berangkat semacam travel with purpose lah😀. Dan Black Friday diskon untuk perangkat elektronik yang gede potongannya.

      Like

  2. Selalu salut dengan para pelari marathon. Secara lari baru 100m aja aku sudah mo pingsan hihihihi.

    Keren banget tulisannya Mol. Jadi tau apa dan gimana marathon itu

    Liked by 1 person

    • Makasih udah baca, Yuk. Aku menuliskannya berdasar pengetahuan seadanya tentang olahraga lari. Maklum bukan pelaku sebenarnya hehehe. Aku pun salut sama mereka. Karena mereka wajib rutin latihan untuk bisa berlari jauh dan bagus daya tahannya. Aku belum sanggup hahaha.

      Like

    • Karena olahraga lari sekarang udah jadi sport tourism juga, Mas. Bisa mendatangkan wisatawan mancanegara. Jadi kenapa ngga sekalian travel with purpose, kan?😀. Walah pasti rempong pas pindahan bus ya? Memang musti sigap biar ngga lari-lari sampe ke Johor Bahru🤣.

      Like

  3. Sebagai pendamping memang di tuntut mendukung aktivitas suami.

    Suami mempunyai pola hidup sehat ,kita sebagai istri jadi ketularan juga.

    Penang bridge international memang penuh tantangan dan faktor alam yang melanda jadi semangat memacu kecepatan

    Like

  4. Wah kebayang mbak ngerinya lari di cuaca yang bener2 buruk. Untung banget bang arman bisa finish dengan aman dan ga kenapa2.
    Dukungan pasangan itu bener2 jadi tenaga tambahan ya mbak.. kerasa banget semangatnya.. 😁

    Like

Yuk, silahkan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s