Seru-seruan di The TOP, Komtar dan The Habitat Penang Hill Bersama Malaysia Healthcare

Aku surprised sekali waktu menerima undangan dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) untuk mengikuti kegiatan Familiarisation Trip (Fam Trip) ke Penang bersama media dan blogger nasional. Wow, sejujurnya undangan pribadi seperti ini bikin hati riang karena bakal jalan-jalan lagi!

Famtrip ke Penang bersama Malaysia Healthcare

Setelah menanti sekitar dua bulan lamanya akhirnya tibalah momen yang ditunggu-tunggu. Pada hari Minggu tanggal 13 Oktober 2019 aku berangkat ke Penang dengan menumpang pesawat Air Asia.

Sebetulnya aku berangkat bersama dua orang teman dari media lokal lainnya. Namun hingga duduk di ruang tunggu bandara, aku masih tak tau yang mana orangnya meski sudah mengantongi nama dan asal media masing-masing.

Sewaktu menempati kursi pesawat, barulah aku berkenalan dengan Kak Dame Ambarita (Sumut Pos) dan Bang Guntur Adi Sukma (Harian Analisa). Dalam penerbangan dari Medan menuju Penang yang hanya memakan waktu 40 menit tentu tak banyak yang bisa diobrolkan.

Tiba di Penang

Aku suka dengan penerbangan singkat seperti ini karena tidak membuat lelah setibanya di tujuan. Usai melewati imigrasi dan mengambil koper, kami menuju ke MHTC Concierge & Lounge. Di sana sudah menyambut pihak dari MHTC Indonesia yang diwakili oleh Lawde (Jakarta) ditemani petugas yang berada di booth tersebut.

Kami langsung bergerak menuju ke penginapan di daerah Komtar, yakni The Wembley A St Giles Hotel, Penang.

Baca : Menginap di The Wembley A St Giles Hotel, Penang

Siang hingga sore nanti tidak ada agenda sama sekali. Usai menikmati makan siang, peserta yang sudah tiba diberi kesempatan untuk memanfaatkan waktu dengan bebas. Panitia sendiri masih menanti sebagian peserta lain yang belum tiba.

Daripada bengong, aku memanfaatkan waktu singkat untuk main ke Gurney Paragon Mall, sembari mengajak Kak Dame dan Mbak Danti. Soalnya aku orangnya ngga betah lama-lama di hotel kalau lagi ngetrip begini. Sayang aja waktunya, kan?

Agenda utama bersama dengan Malaysia Healthcare sudah aku tuliskan di tautan berikut :

Malaysia Healthcare: Panduan Berobat ke Malaysia dengan Mudah dan Menyenangkan

Pengalaman Berkunjung ke Penang Adventist Hospital dan Gleneagles Hospital Penang, Malaysia

Mampir ke Pinang Peranakan Mansion

Sayang rasanya bila tidak memanfaatkan free time selama 1,5 jam yang diberi sekembalinya dari kunjungan ke rumah sakit. Maka dari itu aku mengajak Ayi, yang diikuti Mbak Fika (blogger Surabaya) dan Lizza (media Aceh) untuk ke Pinang Peranakan Mansion.

Aku sudah  pernah mengunjungi tempat bersejarah ini karena cukup sering datang ke Penang, entah bersama keluarga maupun suami. Akhirnya aku didaulat jadi pemandu wisata dadakan karena mengajak teman-teman yang belum pernah ke tempat tadi.

Kalau Medan punya Rumah Tjong A Fie, maka Penang punya Pinang Peranakan Mansion (The Green Mansion) dan Cheong Fatt Tze (The Blue Mansion). Ketiganya punya unsur kemiripan karena merupakan bekas rumah orang Cina kaya yang kini berubah menjadi museum.

Untuk masuk ke dalamnya, cukup merogoh kocek sebesar RM 20/orang dan kita bebas melihat-lihat seisi rumah. Pinang Peranakan Mansion dahulu adalah rumah sekaligus kantor Kapitan Cina bernama Chung Keng Kwee dan dibangun pada tahun 1890-an. Rumah ini memadukan panel kayu berukir gaya Cina, ubin bergaya Inggris, dan ukiran besi gaya Skotlandia.

Pinang Peranakan Mansion, Penang

Kunjungan ke Pinang Peranakan Mansion

Berkunjung ke Pinang Peranakan Mansion

Mengunjungi Pinang Peranakan Mansion

Seru-seruan di The TOP, Komtar

Agenda hari pertama usai kunjungan ke rumah sakit adalah menuju ke salah satu wahana favorit bila berkunjung ke Penang, yakni The TOP. Seperti sudah dijanjikan, sorenya kami semua bergerak menuju The TOP, yang dikenal sebagai Highest Iconic Entertainment Tower. Harga tiket masuknya bervariasi.

Untuk Unlimited Access sebesar RM 180 (dewasa) dan RM 90 (anak/orang tua).

The TOP Fun Pass (Multiple Entries) – tidak termasuk Augmented Reality Virtual, The Gravityz, Formula One & TOP Capsule sebesar RM 99 (dewasa) dan RM 58 anak/orang tua).

The TOP Rainbow Skywalk (Single Entry) sebesar RM 68 (dewasa) dan RM 48 (anak/orang tua)

Awalnya kami memasuki Penang State Gallery yang berisi sejarah Penang yang kaya. Aku terkesima melihat susunan alat peraga berupa peta yang dikemas modern. Pengunjung dipandu serta diberi penjelasan soal sejarah terbentuknya pulau Pinang ini.

The Top, Komtar

Sesaat memasuki sebuah ruang, kami disuguhi pertunjukan mini cabaret oleh para talent. Mereka beraksi sambil menyanyikan beberapa potong lagu karya Almarhum P.Ramlee. Kamipun merasa terhibur. Bagi yang belum tau tentang P.Ramlee bisa mengenalnya sedikit lewat tulisanku di tautan di berikut :

Baca juga : 11 jam di Penang

Mini cabaret di The Top Komtar

Ke The Top Komtar

Heritage Walk terus berlanjut dengan menyaksikan diorama Durian the King of Fruits dan Tongkat Ali King. Hingga tibalah kesempatan bagi kami untuk merasakan pengalaman berada di atas ketinggian. Super excited pokoknya!

Sebelum menengok The Gravityz, mata bakal terpuaskan dengan menyaksikan panorama indah dari ketinggian lantai 65 di ruang tertutup kaca yang floor-to-ceiling, yakni Observatory Deck. Kita juga bisa berfoto dan berdiri di atas lantai kacanya.

Lantai 65 The Top, Komtar

Nah bagi yang menyukai tantangan lebih boleh mencoba aktivitas yang memompa adrenalin, yaitu The Gravityz dengan berjalan di sisi luar gedung tanpa penghalang alias hanya diberi pengamanan seutas tali.

Awalnya penasaran pingin nyoba tapi terlambat. Hahaha. Akhirnya aku cuma menyaksikan beberapa teman yang berani berjalan-jalan dari balik jendela kaca tadi. Ikut deg-degan juga sih, sejujurnya.

The Top, Komtar yang menakjubkan

Selanjutnya naik ke lantai tertinggi yakni lantai 68, kita bakal disuguhi pemandangan cantik Penang. Aih, takjub rasanya! Rainbow Skywalk adalah jembatan berbentuk mirip tapal kuda yang berlantai kaca, dimana kita berdiri di atas ketinggian 249 meter dari permukaan tanah.

Kalau menengok ke bawah, seluruh gedung tinggi dan kendaraan terlihat seperti layaknya miniatur saja. Kecil banget! Dan untuk bisa berjalan di atas lantai kaca ini kita kudu melepas alas kaki dan mengantri.

Rainbow Skywalk The Top Komtar

Selain melihat garis pantai, Penang Bridge, Seberang Prai, Pulau Jerejak, dan Georgetown, yang paling mengesankan tentunya bisa menyaksikan matahari terbenam. Beruntung saat kami ke sana, cuaca tengah bagus alias tidak hujan. Diletakkan pula beberapa meja dan kursi untuk bersantai sembari menanti langit berubah warna.

View dari lantai 68 The Top, Komtar

Di Lantai 68 The Top, Komtar

The TOP of Komtar

Tiba-tiba langit mulai gelap pertanda akan hujan. Wah untung saja karena kami juga bersiap meninggalkan area terbuka itu. Lalu selanjutnya rombongan dibawa melihat-lihat beberapa fasilitas yang ada seperti ruang bilyar, spa, dan lain-lain.

Tower Spa at The Top Komtar

Ruang bilyar di The Top, Komtar

Kegiatan hari ini ditutup dengan jamuan makan malam salah satu restoran di kawasan Georgetown, Irama Dining.

Makan malam di Georgetown Penang

Menikmati Alam di The Habitat Penang Hill

Pada hari berikutnya, sebelum menuju Penang Hill, kami dibawa ke kawasan tua kota Penang yakni kawasan Georgetown. Bila menyukai wisata sejarah, kita dapat menelusuri jalan-jalan kecil dimana banyak terdapat bangunan bersejarah. Lebuh Armenian dan sekitarnya menyuguhkan lukisan seni mural nan memesona. Selain itu terdapat pula jajaran kios-kios penjual souvenir dengan harga yang terjangkau.

Jalan-jalan di Lebuh Armenian Penang

Di Lebuh Armenian, Penang

Wisata di Lebuh Armenian, Penang
Credit pic : Ayi

Berselang satu jam kemudian, mobil bergerak menuju ke kawasan Penang Hill. Mengunjungi tempat ini bukanlah kali pertama bagiku, namun berwisata bersama teman-teman tentu memberikan pengalaman yang berbeda, kan.

The Habitat yang terletak di kawasan Penang Hill merupakan hutan hujan tropis dan telah ada sejak 130 juta tahun lalu. Untuk menuju kesana, kami tetap menaiki furnicular train hingga ke upper station Penang Hill seperti biasa. Mengingat kali ini bepergian bersama tim MHTC dan teman-teman media, maka kami mendapat kemudahan akses untuk masuk ke lokasi.

Di Penang Hill

Untuk Standar Walk, harga tiket masuknya adalah RM 55 (adult), RM 35 (child 4-17 y.o/senior citizen 60 y.o above/student), dan RM 145 untuk Family Package (2 adults+2 children/senior/student). Dipandu oleh The Habitat Naturalist. Anak usia dibawah 3 tahun gratis.

Khusus untuk Sunset Walk harga yang dipatok sedikit berbeda, yakni RM 95 (adult), RM 65 (child/senior citizen/student), dan RM 255 untuk Family Package (2 adults+2 children/senior/student). Dipandu oleh The Habitat Naturalist + Complimentary Herbal Drink. Anak usia dibawah 3 tahun gratis.

The Habitat buka setiap hari pada pukul 9 pagi hingga 7 malam. Untuk Standard Walk dimulai pada pukul 9 pagi sampai 5.30 sore (keluar pukul 7 malam). Khusus untuk Sunset Walk dan Night Walk (mulai pukul 5.30 sore hingga 7 malam, keluar pukul 8 malam), pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbenam yang sangat indah.

The Habitat Penang Hill

Tiket masuk The Habitat Penang Hill

Peta The Habitat Penang Hill

Ditemani oleh dua orang pemandu untuk dua kelompok rombongan, kami berjalan kaki ala jungle trekking di nature trail sejauh 1,6 km yang jalurnya sangat mulus. Nature trail konon dahulu dibangun oleh Inggris untuk mempertahankan saluran drainase dan bertujuan mengatur aliran air yang berasal dari bukit, lalu kembali dipugar pada tahun 2012.

Berjalan kaki menyusuri hutan sambil mendengarkan arahan dari pemandu, melihat keanekaragaman hayati dan menghirup udara segar sungguh jadi cara relaksasi yang menyenangkan. Mendengarkan suara-suara khas dari hewan-hewan di hutan ini juga membuat lebih terasa menyatu dengan alam.

Di sepanjang lintasan alam tersebut pengunjung bisa menikmati semacam kebun tematik berukuran mini yang dilengkapi berbagai informasi dan edukasi. Juga terdapat ayunan berukuran cukup besar (giant swing) yang talinya diikatkan pada sebatang pohon. Ayunan ini juga menjadi spot menarik bagi pengunjung.

Petugas menjelaskan terdapat beberapa bungalow tua yang tersebar di Penang Hill lengkap dengan kisahnya masing-masing. Ternyata dahulu ada yang menjadi hunian pejabat lokal dan ada pula yang menjadi penginapan.

Giant swing The Habitat Penang Hill

The Habitat Penang Hill

Kami juga melewati Langur Way Canopy Walk (jembatan yang menghubungkan antar pohon) sepanjang 230 meter dan berada di ketinggian 15 meter pada titik tertinggi,  yang merupakan jembatan tanpa tiang penyangga yang unik dan dibuat secara handmade. Jembatan ini dibuat tanpa memasang kabel baja apapun secara langsung ke pohon. Luar biasa banget!

Pada tahun 2018 ia dinobatkan sebagai jembatan gantung dalam hutan terpanjang se-Asia Tenggara. Dan saat berjalan di atasnya, aku merasakan sesekali jembatan ini seolah sedikit bergoyang. Kondisinya memang seperti tadi, menurut petugas.

Langur Way Canopy Walk

Tujuan akhir dari perjalanan ini adalah Curtis Crest Tree Top yang berada 800 meter di atas permukaan laut dengan titik tertinggi pada ketinggian 13 meter dari tanah. Curtis Crest Tree Top berupa viewing platform berbentuk oval dengan total panjang 100 meter dapat menampung hingga 120 orang sekaligus. Kalau sepadat itu tentu jadi mirip seperti gang senggol nantinya, ya. Hahaha.

Curtis Crest Tree Top

Apa sih rasanya berjalan mengitari 360 derajat tempat ini? Luar biasa takjub melihat pemandangan dari ketinggian yang memukau! Kalau hari sedang cerah, selain pemandangan Laut Andaman dan Penang Bridge, kita bahkan bisa melihat pulau Langkawi, loh. Di kejauhan juga tampak Bel Retiro yang menjadi rumah Gubernur Penang pada masanya.

Sedikit menilik sejarahnya, pada tahun 1890 dataran tinggi ini digunakan sebagai salah satu lapangan tenis Inggris pertama di Malaya oleh orang-orang yang berlibur di bukit. Dinamai Curtis Crest adalah untuk menghormati ahli botani Inggris di abad ke-18, Charles Curtis yang merupakan pengawas pertama dari Kebun Bunga Pulau Pinang.

Di Curtis Crest Tree Top

View dari Curtis Crest Tree Top

Puas menikmati sore di tempat ini, aku dan teman-teman pun bergegas turun dan kembali berjalan kaki menuju arah berbeda untuk kemudian kembali dan dijemput menggunakan mobil Toyota Hilux.

Usai tiba di kota, rombongan diantar ke Gurney Paragon Mall untuk acara bebas. Aku bersama sebagian teman menuju ke Gurney Drive untuk mencicipi street food.

Stall makanan di Anjung Gurney

Kwetiaw seafood di Anjung Gurney
Kwetiaw Seafood
Rojak Pasembur di Penang
Rojak Pasembur

Sebelum kembali ke hotel di malam hari, aku dan Ayi masih menyempatkan keliling Gurney Paragon Mall dan mampir ke gerai Starbucks untuk menikmati coklat hangat karena di luar masih hujan.

***

Pada hari Rabu tanggal 16 Oktober 2019 semua peserta Familiarisation Trip kembali ke kota masing-masing. Teman sekamarku Ayi sudah berangkat lebih dulu subuh tadi untuk kembali ke Banda Aceh. Sekitar pukul 9 pagi, aku bersama teman-teman lain serentak diantar menuju bandara sebab waktu keberangkatannya hampir sama.

Senang sekali bisa mendapat pengalaman berharga dan seru-seruan dengan teman baru lagi selama 4 hari 3 malam (13 – 16 Oktober 2019). Kesempatan baik seperti ini mungkin tak selalu datang, maka dari itu aku merasa sangat bersyukur.

Terima kasih banyak untuk keseruannya, Malaysia Healthcare!

Berkunjung ke The Habitat Penang Hill

9 thoughts on “Seru-seruan di The TOP, Komtar dan The Habitat Penang Hill Bersama Malaysia Healthcare

  1. Seru sekali. Paling suka sama foto yang terakhir deh Mba.
    Kukira Penang Hill cuma bukit doang, tapi setelah baca tulisan Mba, jadi tahu lebih banyak. Apalagi Penang lebih dikenal sebagai tempat berobat terbaik di Malaysia.

    Like

    • Hai, makasih ya😀. Banyak tempat wisata keren di Penang. Tergantung kitanya suka wisata jenis apa. Di Penang Hill juga ada beberapa kegiatan menarik yang bisa dieksplor.

      Like

Yuk, silakan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s