Setelah mengunjungi Troia, bus melaju membawa kami menuju ke Pergamon. Sepanjang perjalanan tampak guguran salju menyelimuti apapun yang terlihat di kanan dan kiri jalan. Pohon-pohon dan perbukitan tertutup salju, begitu juga atap-atap rumah. Nyaris gak terlihat aktifitas warga diluar, mungkin mereka memilih untuk berdiam di rumah aja selama gak ada keperluan yang mendesak. Kabut juga membuat pandangan mata sedikit terhalang. Menurut tour guide kami, memang ini adalah musim dingin terekstrim di Turki selama kurun waktu 35 tahun terakhir (bisa dibayangkan dinginnya kayak apa kan?). Angin yang berhembus sangat dingin itu konon berasal dari Siberia. Dan kami berdua berkesempatan “menikmati” rasa dingin itu pada kunjungan ke Turki kali ini. Aku gak tau ini menjadi suatu keuntungan atau malah malapetaka… hahaha. Canakkale memiliki suhu udara yang lebih dingin daripada kota Istanbul, sebab saat kami berada di Istanbul kemarin salju tidak begitu tebal, sementara di Canakkale terlihat tumpukan salju tebal dimana-mana.
