Aku dan Perjalanan

Aku senang berbagi kisah perjalanan kemanapun bepergian, baik itu perjalanan yang sifatnya dadakan maupun sengaja mengatur waktu untuk berlibur. Tapi apa sih yang sebenarnya menginspirasiku untuk melakukan berbagai perjalanan? Mungkin sedikit orang yang tau, bahwa kebiasaan dan kesenanganku berjalan-jalan itu ditularkan oleh kedua orang tuaku. Ya benar, sejak dulu kedua orang tuaku senang melakukan perjalanan. Bahkan saat aku masih SMP mereka pernah meninggalkan aku dan adik-adik untuk berlibur ke Eropa selama 2 minggu ! Mamaku yang dulunya aktif berorganisasi cukup sering melakukan perjalanan hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Dan papa telah terbiasa melakukan perjalanan sejak beliau masih muda karena kebetulan almarhum kakek dan nenekku memberikan kesempatan pada papa untuk mengecap pendidikan di Penang Malaysia (SMA) dan London (menyelesaikan kuliah sarjananya). Kami anak-anaknya juga cukup sering berlibur bersama sejak dulu, mungkin itulah yang menyebabkan aku keranjingan jalan-jalan ! Hehehe…

Awalnya, aku menghadapi beberapa kendala saat melakukan perjalanan. Seiring waktu, kendala-kendala tadi bisa diminimalisir. Setiap permulaan pasti menemui tantangan bahkan rintangan. Tapi bermodalkan kebulatan tekad, semuanya berhasil diatasi bersama, terutama sejak belakangan ini aku melakukan perjalanan bersama pasangan. Aku selalu berprinsip, kalau orang lain bisa gak ada alasan bahwa akupun seharusnya bisa ! Dan itu menjadi salah satu pemacu semangat saat akan melakukan perjalanan, baik itu ke tempat yang belum pernah dikunjungi sekalipun.

Hal lain yang menginspirasiku dalam melakukan perjalanan tak lain adalah keinginan untuk melihat tempat-tempat indah di bumi ini. Perjalanan pertamaku menggunakan pesawat dimulai sejak aku masih Taman Kanak-Kanak. Awalnya, papa cukup sering mengajakku ke Jakarta sewaktu aku kecil, sekedar melihat-lihat Taman Mini Indonesia Indah dan beberapa tempat wisata lain yang ada pada masa itu. Aku masih ingat pengalaman pertamaku naik becak dayung di Jakarta, usiaku belum genap 5 tahun dan aku didudukkan sendiri diatas becak yang dikayuh oleh abang becak. Rasanya takuuut sekali waktu itu, soalnya becak dayung di Medan kan bentuknya beda… hahaha. Ada rasa takut bakal tersungkur ke depan, begitulah kira-kira…

Perjalanan demi perjalanan akhirnya membawaku ke berbagai tempat indah di Indonesia. Memang belum begitu banyak sih, tapi paling tidak aku sudah menginjakkan kaki ke beberapa tempat wisata wajib di Indonesia. Prinsipku waktu itu, jangan sampai badan ini melanglang buana ke luar negeri tapi belum sekalipun menjejakkan kaki ke pulau dewata Bali dan menengok ibukota negara sendiri yakni Jakarta. Jangan sampai kita lebih tau tentang Singapura tapi tak tau ada apa di Bali misalnya. Pilihan untuk traveling di dalam negri maupun luar negri adalah pilihan masing-masing orang, namun aku sendiri memiliki prinsip untuk melihat dulu keindahan alam Indonesia (diluar tempat tinggalku sendiri) sebelum membandingkannya dengan kondisi di negara lain. Sebab pada dasarnya aku sangat cinta bumi Indonesia, dan semakin jauh kaki melangkah justru kecintaanku pada alam Indonesia semakin tebal. Tak harus semua tempat di Indonesia dikunjungi sebelum memutuskan jalan-jalan ke luar negri, tapi paling tidak tempat-tempat wajibnya udah disambangi terlebih dahulu. Karena bukan tak mungkin saat traveling ke luar negri kita justru bertemu dengan orang yang bertanya tentang Indonesia. Aku sendiri pernah tak sengaja terlibat pembicaraan dengan warga lokal yang menanyakan tentang Bali, Bandung dan Jogjakarta. Alhamdulillah tempat-tempat tadi udah aku kunjungi beberapa waktu lalu, sebab rasanya pasti malu juga kalau sempat gak bisa menjelaskan tempat wisata di negara sendiri karena justru lebih asyik mengeksplor negara lain.

Timbunan salju

Pemilihan tempat yang ingin dikunjungi bisa terjadi secara mendadak walau beberapa diantaranya adalah hasil dari beberapa informasi yang diperoleh. Seperti saat mengunjungi Turki misalnya, pertanyaannya adalah kenapa harus Turki? Jawaban sederhananya, Turki begitu kaya dengan kebudayaan dan peninggalan-peninggalan bersejarah, dan bagi aku serta suami hal ini jadi sangat menarik untuk diketahui sejarahnya serta mengabadikannya lewat foto. Kegemaranku dan suami memotret secara tak langsung ikut mempengaruhi tempat-tempat yang ingin kami kunjungi bila berlibur. Selain itu, aku belum pernah sekalipun ke Eropa (hanya mendengar pengalaman menarik dari kedua orang tuaku dan pengalaman suamiku sendiri saat ia traveling ke Eropa selama 9 hari beberapa tahun lalu) dan rasanya satu-satunya tempat yang ingin aku lihat di Eropa pada saat itu hanya Turki. Keinginanku mulai bergeser, muncul sedikit kebosanan bila melihat shopping mall dimana-mana berikut fasilitas-fasilitas khas kota modern. Aku suka mengunjungi museum, tempat bersejarah, tempat-tempat unik yang bisa membangkitkan rasa ingin tau yang lebih besar. Tapi bukan berarti aku anti traveling ke Singapura, Bangkok, Hong Kong dan sejenisnya loh… hehehe. Kadang-kadang travelingpun pun harus seimbang, luar negri dan dalam negri, mengunjungi tempat-tempat modern atau yang sarat dengan wisata heritage-nya, ya samalah seperti hidup, dengan traveling seimbang aku berharap pikiran ini juga jadi seimbang.

Foto-foto indah hasil karya fotografer perjalanan turut menginspirasiku dalam menentukan kemana kaki ini ingin melangkah. Tentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan saat itu. Foto perjalanan mampu berbicara banyak, tak hanya merekam keindahan namun juga membangkitkan rasa ingin tau tentang foto tersebut. Aku sering mengunjungi beberapa blog dari travel blogger terkenal semata-mata mencari inspirasi tempat-tempat indah yang pernah mereka kunjungi. Beruntung aku dan suami punya hobi yang sama, traveling sekaligus memotret. Itu juga alasan kenapa aku senang menuliskan cerita perjalananku di blog, seperti kesenanganku membaca cerita perjalanan orang-orang. Berbagi itu indah !

Akhirnya, selalu ada pembelajaran dari setiap perjalanan yang telah aku lalui, baik bersama keluarga maupun pasangan. Tak ada perjalanan yang sempurna walau kita telah mengaturnya sedemikian rupa, sebab pasti selalu ada hal-hal tak terduga yang muncul dalam perjalanan (aku jadi ingat beberapa peristiwa menarik yang menyertai perjalanan kami, satu saat aku pingin tulis juga tentang itu… hehehe). Perjalanan telah membuka cakrawala berpikirku, membuka mata terhadap hal-hal baru, memberikan pengalaman hidup yang berharga, menempa kita menjadi pribadi yang lebih toleran dan fleksibel, mampu beradaptasi, melatih kedisiplinan diri, mendapat ilmu tentang apapun yang ditemui dalam perjalanan, mewarnai hari-hari sehingga lebih bersemangat, serta tak lupa bersyukur atas semua kesempatan dan momen yang istimewa. Dengan traveling, ternyata aku juga menemukan sederet kekuranganku dan sekaligus mendapatkan kesempatan untuk memperbaikinya. Ilmu yang paling berharga dari sebuah traveling adalah bagaimana mengatur traveling budget, bagaimana cara agar tidak menghabiskan terlalu banyak uang tanpa harus mengorbankan kesenangan. Untuk apa traveling kalau ujung-ujungnya menderita dan gak bisa menikmatinya kan? Hemat tapi sengsara? Jangan sampai terjadi deh… karena liburan itu harus dinikmati. Hehehe…

Aku membawa ransel ini saat traveling terakhir kemarin

Setiap akan memulai sebuah perjalanan, aku selalu teringat kata-kata papa, bahwa kita harus berani untuk bepergian kemana saja. Papa banyak memberikan pembelajaran untuk sebuah perjalanan yang akan dilakukan, bahkan sampai ke hal-hal kecil seperti menyimpan uang yang aman… hahaha. Beruntung rasanya punya orang tua yang terbuka pikirannya sehingga kami anak-anaknya merasa cukup puas telah sampai ke tempat-tempat indah di Indonesia maupun luar negeri. Traveling bukan menjadi hal baru bagi kami sekeluarga karena orang tua telah membawa kami ke beberapa tempat dan berkesempatan mencoba berbagai moda transportasi mulai dari pesawat, kapal laut, feri ekspres, kereta api, bus hingga mobil angkutan travel. Mungkin ini adalah berkah yang tak semua orang bisa merasakannya. Kini, aku dan suami melanjutkan mimpi untuk menengok tempat-tempat indah lainnya, bermodalkan tekad dan keyakinan, mudah-mudahan kami akan sampai ke tempat tujuan berikutnya…

Yuk, silahkan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s