Kota Tua Jakarta

Jakarta… hmmm… aku selalu membayangkan kemegahan ibukota yang penuh dengan kelap-kelip lampu, hiruk-pikuk dan aktivitas warganya yang nyaris gak pernah “tidur”. Kunjunganku ke Jakarta kali ini rasanya gak lengkap kalau gak mengeksplor sisi lain dari Batavia yang mungkin gak terlalu menarik lagi untuk sebagian generasi muda.

“Jadi kan kita motret ke Kota Tua Mol?” tanya suamiku.

“Mudah-mudahan besok gak hujan ya bang, biar kita bisa motret disana” jawabku.

Museum Wayang

Bagi suamiku yang gemar memotret, Kota Tua selalu punya kesan tersendiri. Untuk itulah ia mengajakku kesana karena aku juga sudah mempersiapkan kamera mirrorless-ku untuk mengabadikan hal-hal menarik selama di Jakarta.

Menaiki Trans Jakarta dari arah Sarinah, kamipun menuju Kota Tua pukul 9 pagi. Cuaca Jakarta pada hari itu cukup bersahabat, mengingat beberapa waktu lalu selalu hujan disertai banjir di beberapa tempat. Sesampainya di kawasan Kota Tua, kamipun minum dulu melepas lelah di Kantin Mega Rasa. Kantin ini kabarnya adalah tempat berkumpulnya para fotografer yang pingin memotret di seputaran Kota Tua. Kantin yang sederhana banget, tapi kami menjumpai ada sekelompok orang yang sedang dimake-upuntuk keperluan foto.

Kantin Mega Rasa
Suasana dalam kantin
Jus alpukat pelepas rasa haus

Di Kota Tua terdapat beberapa museum yang berdekatan, diantaranya adalah Museum Fatahillah yang dikenal dengan Museum Sejarah Jakarta. Museum ini adalah museum yang terbesar di Jakarta.

Di depan Museum Fatahillah
Museum yang berada di jantung kawasan Kota Tua
Pintu utamanya besar banget !

Penyewaan sepeda onthel yang berwarna-warni !
Menikmati nasi bungkus ditemani kucing
Tinggal pilih mau warna apa.. hehehehe

Di kawasan ini juga terdapat Cafe yang terkenal yaitu Cafe Batavia.

Di kawasan Taman Fatahillah, ada beberapa atraksi, atau lebih tepatnya terdapat Komunitas Manusia Batu yang memerankan figur tertentu. Menarik banget, soalnya gak kebayang aja harus pura-pura diam membatu untuk waktu tertentu di bawah terik panas matahari. Di satu sisi sebenarnya aku pun gak tega melihat mereka yang bekerja mengumpulkan Rupiah dengan cara seperti itu.

Eits… ada “noni Belanda”
“Noni Belanda” yang masih bisa tersenyum di tengah-tengah panas
Aduuh… pekat banget hitamnya ya
“Oppas Belanda” yang serba putih
Manusia levitasi… bisa bergerak ke segala arah tanpa jatuh !
“Panglima Besar Jend. Sudirman” dengan gaya duduk tanpa kursi (levitasi)

Kantor Pos
Museum Seni Rupa & Keramik
Museum Seni Rupa & Keramik… tampak depan

Selain Museum Fatahillah tadi, juga ada Museum Wayang yang memamerkan berbagai jenis & bentuk wayang dari seluruh Indonesia dan mancanegara yang terbuat dari kulit, kayu, dan bahan lainnya. Wayang Indonesia udah diakui Unesco sebagai warisan dunia dari Indonesia pada tahun 2003.

Museum Wayang
Hahahaha… apa gak ada nama lain tuh?
Pelukis wajah yang ditemui di sepanjang jalan menuju Kota Tua
Cafe Djakarte
Nemu anak anjing lucuuu !
Museum Bank Indonesia
Museum Bank Mandiri

Sebenarnya belum semua kawasan Kota Tua berhasil kami jelajahi, mengingat keterbatasan waktu. Pingin banget ke kawasan Sunda Kelapa, Kota Intan dan lain-lain, mungkin lain waktu bisa kesana. Banyak tempat menarik & bersejarah di Kota Tua Jakarta ini, mudah-mudahan ke depannya kawasan ini lebih diperhatikan & dilestarikan.

Advertisements

Yuk, silahkan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s