Perjalanan Singkat ke Kuala Lumpur

Ini adalah bagian dari rangkaian perjalananku bersama suami dari Melaka. Karena kali ini suamiku tak khusus mengambil cuti untuk berlibur, maka kamipun harus rela berpindah kota dalam satu hari ! Hehehe… Setelah menempuh perjalanan dengan bus dari Melaka selama 3 jam, akhirnya kami tiba di kota Kuala Lumpur, dan bus berhenti di Terminal Bus Puduraya. Hari menjelang sore, kami segera menuju salah satu hotel di area Bukit Bintang untuk check in terlebih dahulu.

Suasana persimpangan Bukit Bintang yang selalu ramai

Kala itu udara di Kuala Lumpur cukup panas, matahari bersinar dengan cerahnya. Kami berdua berjalan kaki menuju persimpangan Bukit Bintang untuk naik monorail menuju Stasiun KL Sentral. Daerah Bukit Bintang ini menjadi salah satu spot favorit para wisatawan yang berkunjung ke Kuala Lumpur, sebab disini tersedia fasilitas yang lengkap, mulai dari hotel berbintang sampai budget hotel, beberapa shoppingmall, pusat jajanan dan makanan yang terkenal di Jalan Alor, pusat hiburan malam dan tentu yang tak kalah penting adalah stasiun monorail yang siap membawa ke tujuan manapun.

Menunggu komuter menuju KL Sentral di Platform 2

Dari stasiun Bukit Bintang kamipun menuju ke stasiun KL Sentral. Sayangnya aku lupa berapa biaya untuk sampai ke KL Sentral hehehe… Setibanya di KL Sentral, aku dan suami melanjutkan lagi perjalanan dengan LRT Kelana Jaya menuju stasiun KLCC.

Tiba di Stasiun KL Sentral

Setelah turun dari LRT Kelana Jaya, kami menyusuri lorong menuju ke Mall Suria KLCC yang berada tepat di seberang stasiun KLCC.

Di depan Mall Suria KLCC

Karena hari masih sore, kami berdua menyempatkan untuk berjalan-jalan mengitari taman di sekitar KLCC. Sebenarnya berfoto di area ini sudah untuk yang kesekian kalinya sejak dulu pertama kali ke Kuala Lumpur bersama orang tua bahkan saat aku masih kecil, ditambah lagi adik bungsuku sempat mengecap pendidikan di Sunway College Malaysia beberapa tahun lalu (itulah yang membuat Kuala Lumpur jadi tempat utama untuk berlibur sejak dulu… ). Tapi tetap saja bila berkunjung kesini selalu mengeluarkan kamera dan memotret-motret di sekitar.

Spot sejuta umat di bawah Twin Tower ! Hehehe…

Saat matahari mulai terbenam, aku dan suami masuk ke dalam mall untuk sekedar window shopping (dan akhirnya malah ada barang yang dibeli… hehehe) di dalam mall yang sangat luas ini. Ramai pengunjung disana karena kebetulan saatitu adalah malam Minggu. Setelah puas berjalan-jalan disana, kami memutuskan untuk kembali ke Bukit Bintang dengan LRT dan monorail.

Kami tiba kembali di Bukit Bintang sekitar pukul 8 malam, karena perut mulai terasa lapar, kami berjalan kaki menuju perempatan dan memutuskan untuk makan malam di Secret Recipe, Bukit Bintang. Karena dokumentasi foto sewaktu makan entah kemana, aku tak bisa menampilkan foto makanannya disini. Aku memesan Grilled Mushroom Chicken dan secangkir Hot Jasmine Tea.

Usai menikmati makan malam, kami meneruskan berjalan-jalan disepanjang area Bukit Bintang. Suasana semakin ramai, tampak orang hilir mudik sambil sesekali berhenti dan  melihat-lihat para penjual souvenirmaupun barang lainnya. Ada juga yang menikmati malam dengan bercengkrama bersama teman di cafe-cafe. Malam mulai menjelang, kami hanya sempat masuk ke beberapa gerai di Pavilion Mall. Saatnya untuk kembali ke hotel sambil berkemas-kemas karena besok kami akan terbang kembali ke Medan.

Bukit Bintang yang semakin malam malah semakin ramai

Keesokan harinya, kami sudah check out pagi-pagi dari hotel tempat kami menginap. Namun, kami menitipkan barang bawaan dan koper pada resepsionis hotel. Pagi itu aku dan suami sarapan di OldTown White Coffee di Jalan Alor. Setelah menghabiskan sarapan, kami memanfaatkan waktu untuk berjalan-jalan lagi di Bukit Bintang.

Suamiku di depan Pavilion Mall

Kami menghabiskan waktu hingga siang di kawasan Bukit Bintang sambil keluar masuk mall yang terdapat disana. Setelah makan siang, kami kembali ke hotel untuk mengambil koper yang dititipkan tadi pagi lalu langsung bergerak menuju stasiun Bukit Bintang dengan tujuan Stasiun KL Sentral.

Stasiun KL Sentral adalah stasiun terpadu dimana semua rute kereta cepat bermuara kesana. Dan untuk menuju ke KLIA Airport tersedia 2 (dua) fast train khusus yaitu KLIA dan KLIA Transit. Karena aku dan suami menggunakan pesawat Low Cost Carrier, maka untuk menuju ke LCCT Airport harus menggunakan bus yang terletak di bagian bawah stasiun KL Sentral. Dengan membayar sekitar MYR9/orang (pada waktu itu), penumpang akan dibawa langsung menuju LCCT Airport dalam waktu 1 jam perjalanan.

Stasiun Bukit Bintang

Sekitar jam 6 sore tibalah kami di LCCT, langsung menuju area check in dan membeli makanan ringan pengganjal perut. Setelah melewati proses di imigrasi, kamipun menunggu di dalam boarding room yang lumayan besar. Kami sengaja terbang dengan pesawat terakhir dari Kuala Lumpur untuk memanfaatkan waktu yang hanya sedikit. Walaupun sempat mengalami delay selama hampir 1 jam, akhirnya kami terbang kembali menuju Medan. Meski hanya menikmati liburan singkat selama 3 hari 2 malam di Melaka dan Kuala Lumpur, aku dan suami tetap merasa senang. Keluar sejenak dari rutinitas kerja untuk berlibur adalah sesuatu yang mampu mengembalikan energi kami berdua untuk melakukan aktifitas seperti biasa. Dan aku senantiasa bersyukur bisa melewati waktu bersama suamiku dalam setiap perjalanan liburan kami.

LCCT Airport tampak depan

Yuk, silahkan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s