Pondok Surya Binjai: Menikmati Kuliner Tahu Balik di Tepi Sungai

Pondok Surya Binjai: Menikmati Kuliner Tahu Balik di Tepi Sungai — Tidak di setiap perjalanan menuju kota Tanjung Pura, aku dan suami melintasi kota Binjai. Kadangkala, bila sedang terburu-buru kami memilih untuk memotong jalan melewati simpang Megawati, sebuah persimpangan tepat sebelum melewati kota Binjai. Namun jika sedang santai, mobilpun akan melaju dengan kecepatan sedang dan masuk ke kota.

Pondok Surya Binjai
Bagian depan warung Pondok Surya

Bagi warga Binjai, Pondok Surya adalah salah satu tempat makan populer yang selalu disambangi oleh muda-mudi. Lokasinya yang berada di sebuah jalan sempit tak menyurutkan niat para penikmat kuliner.

 

Siang itu, aku dan suami mampir ke Pondok Surya. Bagi yang pertama kali ke sana mungkin akan menemui sedikit kendala. Pasalnya, untuk menemukan jalan menuju ke tempat itu tak jarang pengunjung harus sedikit nyasar dahulu. Kalau sudah begitu, ada baiknya untuk bertanya pada warga sekitar.

 

Untuk tiba di Pondok Surya, dari arah Medan, bisa masuk melalui jalan T.Imam Bonjol. Setelah melewati jembatan, maka langsung berbelok ke arah kanan menuju jalan Kapt.Muslim. Usai menemukan traffic light, berjalanlah lurus lalu belok ke arah kanan sampai mentok. Nanti kita akan menemukan lokasi Pondok Surya tadi.

 

Waktu menunjukkan pukul 12 siang. Pengunjung terlihat masih agak sepi, sehingga suamiku tak kesulitan untuk memarkirkan mobil di halaman parkirnya yang sempit. Bila mengendarai sepeda motor relatif cukup mudah untuk mencari tempat parkir di sekitar warung.

 

Memasuki warung makan Pondok Surya, pengunjung bisa langsung memilih tempat duduk yang diinginkan. Ada area duduk yang berdampingan dengan warung, ada pula area yang berada di tepi sungai.

Pondok Surya di Binjai
Menu di sini semua Halal
Suasana di Pondok Surya Binjai
Para pengunjung tengah menikmati makanan
2016_0806_13300100
Lokasi duduk di tepi sungai

Tak perlu menunggu lama, begitu kami memilih tempat duduk, seorang wanita pramusaji memberikan daftar menu lalu kami menuliskan sendiri pesanannya. Di Pondok Surya hanya tersedia makanan dari olahan mie dan beberapa menu makanan ringan lainnya. Penggemar nasi bakal kecewa karena di sini tidak menyediakan menu nasi samasekali.

 

Aku memesan Indomie Bakso Ayam, sedangkan suamiku memesan menu yang hampir sama, Indomie Ayam (Mieso). Karena cuaca lumayan panas, kami memesan 2 gelas teh manis dingin berukuran sedang. Lho kok, berukuran sedang? Sebab di tempat ini ternyata juga menyediakan teh berukuran jumbo.

 

Salah satu menu andalan dari tempat ini adalah Tahu Balik, yang dikenal dengan nama Tahu Bolak Balek, seperti tertera di menu. Kamipun tak lupa memesan 1 porsi menu favorit ini.

 

Usai memesan, pramusaji tadi kembali lagi sambil membawa piring yang berisi sate. Ada 2 jenis sate yang disajikan, yakni sate kerang dan sate jengkol. Aku yang sudah lama tidak makan sate kerang, langsung mengambilnya dari dalam plastik untuk disantap. Tak sadar, aku sudah menghabiskan 3 tusuk sate kerang sebelum pesanan kami datang. Lapar ternyata. Hahaha.

menikmati sate kerang di Pondok Surya Binjai
Icip-icip sate kerang
sate jengkol Pondok Surya Binjai
Sate jengkol

Banyak pengunjung yang datang ke Pondok Surya hanya untuk menikmati menu andalannya yakni Tahu Balik. Saking populernya, kabarnya orang memesan hingga beberapa kotak untuk dibawa pulang. Bahkan tak jarang pengunjung yang berasal dari luar Binjai datang ke tempat ini untuk mencicipi rasanya.

 

Mendengar namanya yang unik, orang kerap bertanya apa sebenarnya tahu balik ini. Tahu balik adalah bakso ayam yang dibalut dengan kulit tahu yang dibalik, lalu digoreng. Kulit tahu bagian luar justru dibalik menjadi kulit bagian dalam. Itulah sebabnya dinamakan Tahu Bolak Balek.

 

Tersedia pula sepiring bawang goreng dan irisan daun seledri yang bisa diracik dengan kecap manis serta sambal cabe yang tersedia di atas meja. Cara menikmati tahu balik ini adalah dengan mencocolnya ke dalam piring yang berisi racikan tadi. Banyaknya kecap maupun sambal cabe tergantung pada selera masing-masing.

Tahu balik Pondok Surya Binjai
Tahu Balik (Tahu Bolak Balek) IDR 15.000/porsi
bawang goreng dan daun seledri untuk tahu balik Binjai
Cocolan yang bisa diracik sendiri
kuliner di Pondok Surya Binjai
Menu pesanan kami
makan tahu balik Binjai di Pondok Surya
Tahu balik dicocol ke sambal bawang goreng + kecap

Tahu balik yang terhidang hangat-hangat membuat tak bisa berhenti untuk terus mengunyah. Kulit tahunya terasa garing dan gurih. Isian bakso ayamnya cukup padat dan terasa di lidah.

Saatnya mencicipi Indomie bakso ayam. Penampilannya sederhana seperti kebanyakan mie bakso di tempat lain. Hanya saja, di sini mereka menggunakan mie instan, bukan mie kuning. Cita rasa kuah kaldunya tak istimewa, standard menurutku. Begitu pula dengan Indomie ayam (mieso) yang dipesan oleh suamiku.

Indomie bakso ayam Pondok Surya Binjai
Indomie Bakso Ayam (IDR 15.000)
Indomie ayam (mieso) di Pondok Surya Binjai
Indomie Ayam (Mieso) IDR 10.000

Pondok Surya Binjai

Harga-harga yang dibanderol untuk menu makanan dan minuman di Pondok Surya memang tak terbilang sangat murah, walau tidak juga terlalu mahal. Untuk sebuah warung makan yang telah berusia lebih dari 10 tahun, tempat ini mampu bertahan di tengah persaingan bisnis kuliner. Jika saja tempatnya tak sulit untuk ditemukan, tentu semakin banyak lagi orang yang akan mampir ke sana. Untuk pengembangan bisnis selanjutnya, mungkin ada baiknya jika sang pemilik memilih lokasi yang lebih strategis sekaligus memiliki lahan parkir yang lebih luas.

 

Pondok Surya

Jl. Ade Irma Suryani Gg. Anggrek no.6

Kp. Tanjung – Binjai, Sumatera Utara

Buka : pukul 11.00 Wib – 19.00 Wib (Senin tutup)

 

*Foto-foto di atas diambil menggunakan kamera mirrorless Fujifilm XM-1, 35mm (semua di-resize)

32 thoughts on “Pondok Surya Binjai: Menikmati Kuliner Tahu Balik di Tepi Sungai

  1. Kirain tahu balik apa, ternyata bakso ayam. Namanya bikin penasaran. Dan kayanya menu2 yang ada di sana enak semua yah mbak. Tapi asli penasaran lah sama tahu balik ๐Ÿ˜€

    Like

  2. aku prnh baca di mana yaaa ttg tahu ini… udh rada lama bacanya, tp sampe aku baca postinganmu, ttp aja blm kesampaian nyobain tahu balik ini mbak :D… thn dpn mudik ke medan hrs coba deh.. moga2 aja dia ga tutup ๐Ÿ˜€

    Like

  3. ga tau apa cuma perasaanku aja ya, hihi mie itu dalam berbagai angle apapun selalu menarik buat difoto…dan selalu menggiurkan ahahahha
    kak mol, itu ngambilnya gimana ya, bisa jelas di fokus tapi ngeblur di background, pengen niru teknik itu tapi blum nemu caranya

    Like

    • Hahahaha, menurutku motret mie kadang-kadang perlu usaha lebih, Nit. Yang susah tuh kalo mie kuah gitu. Intinya makanan Indonesia ngga semuanya cantik buat difoto :D. Motret ngblur gitu kalo pake kamera siy lebih mudah, Nit. Tinggal atur besar f-nya aja. Kalo pake hp coba pake mode manual sekali-sekali (download aplikasi dulu), ntar bisa kita atur sendiri mau fokus kemana. Untuk ngeblurin background salah satu cara paling mudah ya tinggal geser objek yang mau difoto tadi ngejauhin background nya. Ntar otomatis rada blur belakangnya, Nit ;).

      Like

Yuk, silahkan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s