Mari Bercerita Lewat Foto-Foto Perjalanan!

Mari Bercerita Lewat Foto-Foto Perjalanan! — Fotografi adalah hal yang tak terpisahkan dari sebuah perjalanan. Tanpanya, perjalanan terasa hambar. Foto menjelma menjadi sebuah produk hasil dari suatu perjalanan. Begitu banyak momen yang bisa kita abadikan sebagai kenang-kenangan. Petualangan dan pengalaman seru yang sangat ingin kita bagi kepada orang lain.

Salju di Bolu Turki
Salju di kota Bolu, Turki (2015)

Orang seringkali lupa untuk bercerita melalui foto perjalanan. Padahal rangkaian foto yang menarik menjadi sebuah kisah tersendiri. Terlalu asik memamerkan foto diri di berbagai lokasi wisata terkadang terasa membosankan bagi orang yang melihat.

Foto yang menarik bukan hanya dihasilkan oleh gear yang mahal, bukan pula harus selalu di tempat-tempat indah saja. Foto yang menarik adalah foto yang mampu berbicara. Berisi tentang berbagai ekspresi manusia serta berkisah tentang hal-hal yang ditemui dan dirasakan. Bukan sekedar mengumpulkan objek yang ditangkap melalui sensor kamera.

Bercerita lewat foto-foto perjalanan memang bukan hal mudah. Perlu kemampuan untuk menciptakan sebuah skenario perjalanan yang akan diterjemahkan ke dalam foto-foto tersebut. Ada beberapa hal yang bisa menjadi pedoman agar kita mampu bercerita melalui foto :

#1. Ubah perspektif

Sesuatu yang tampak indah selalu membuat kita tergoda untuk buru-buru menekan tombol shutter kamera. Sesekali cobalah untuk mengamati keadaan sekeliling. Mencari hal-hal menarik yang mungkin luput dari pandangan. Lalu temukan cara memotret yang lebih kreatif. Abadikanlah sesuai dengan pengalaman kita saat melihatnya. Ini akan melatih kita untuk memandang segala sesuatu dari cara yang berbeda. Terus mengasah kepekaan dan imajinasi agar hasilnya bisa luar biasa.

Singapura
Singapura (2015)

 #2. Berilah waktu pada diri sendiri

Mengunjungi sebuah tempat di waktu yang berbeda-beda terkadang jadi sesuatu yang menarik. Ada hal-hal yang tidak kita peroleh pada kunjungan di pagi hari yang justru kita temukan saat mengunjunginya pada sore atau malam hari. Sebuah tempat tidak selalu menampilkan kondisi dan detil yang sama. Jadi tak perlu resah bila terpaksa mendatangi sebuah tempat lebih dari 1 kali. Ambillah waktu bagi diri sendiri untuk menikmati setiap momen yang kita alami. Maka selanjutnya kita bisa menghasilkan foto-foto seperti situasi yang kita dapati.

FILE0359
Ephesus di Turki (2015)

#3. Mengabadikan tempat dan atraksi yang utama

Setiap kota/negara pasti memiliki landmark yang membuat tempat tersebut menjadi terkenal. Sebelum tiba di lokasi, ada baiknya kita mencari referensi tentang hal itu. Jangan lupa untuk mengamati foto-foto yang pernah dibuat untuk menemukan angle lain yang mungkin juga menarik. Dengan begitu, kita bisa lebih mempersiapkan diri saat tiba di sana nanti.

FILE0754
Jembatan Bosphorus, Istanbul (2015)

#4. Tebarkan pandangan

Sewaktu memotret sebuah landmark, jangan lupa untuk melihat sekeliling. Biasanya di lokasi-lokasi terkenal selalu saja ada yang menarik. Tingkah laku unik para pelancong yang (mungkin) sedang beraksi justru bisa menjadi foto yang tidak biasa. Memotret kehebohan orang yang sedang berpose bisa menjadi cerita tersendiri.

Turis lokal di Beijing
Forbidden City, Beijing (2015)

#5. Jangan lupakan detil

Foto-foto panorama memberikan gambaran keseluruhan dari sebuah tempat. Jangan pernah melupakan setiap detil menarik yang ditemui di tempat tersebut. Detil akan menambah kesan dari suatu perjalanan. Temukanlah hal-hal kecil yang tidak pernah dijumpai sebelumnya. Ini akan membuat perbedaan dan membawa keunikan tersendiri. Elemen dan pola dari suatu tempat mungkin tampak sederhana, namun bisa menceritakan banyak hal. Detil arsitektur yang indah serta keragaman budaya menjadi objek menarik yang bisa diabadikan. Bahkan kekayaan kuliner suatu tempat dipercaya menjadi hal yang selalu ditunggu-tunggu bagi penikmat foto.

Souvenir di Cappadocia Turki
Souvenir di Cappadocia, Turki (2015)

#6. Libatkan warga lokal

Foto-foto human interest yang merekam aktifitas warga lokal terasa sangat menarik. Namun ada etika yang harus diperhatikan saat memotret mereka. Bila perlu, mintalah izin terlebih dahulu. Tidak semua orang bersedia dan senang diambil gambarnya oleh orang asing seperti kita. Terkadang, kita harus mengajak mereka ngobrol untuk mencairkan suasana. Lakukan hal itu dengan natural tanpa dipaksakan.

DSCF8192
Muslim Street, Xi`an-China (2015)

#7. Peka terhadap sekeliling

Kita tidak pernah tau kapan saatnya bertemu dengan momen-momen menarik. Selalu peka terhadap apa yang terjadi di sekitar membuat kita tak akan kehilangan momen berharga. Maka siapkanlah selalu di dekat kita kamera yang sudah di set-up dengan baik.

FILE0317
Kucing Turki di Ephesus (2015)

***

Tempat dan kondisi seperti apapun bisa terlihat menarik dan bercerita, tergantung bagaimana kita menterjemahkannya ke dalam sebuah foto perjalanan. Tak peduli tempat itu indah ataupun tidak. Setiap detil yang terekam justru akan mengingatkan kita pada sesuatu ketika kita melihat foto-foto itu kembali.

Tujuan utama memotret berbagai jenis foto selama berada dalam perjalanan adalah untuk bisa merayakan kembali momen tersebut. Dan bagi siapapun yang melihatnya tak hanya mendapatkan informasi berharga, namun juga seolah ikut merasakan perjalanan itu sendiri.

Bercerita lewat foto memiliki kedalaman makna. Tak hanya sekedar menampilkan sisi cantik sebuah destinasi. Alur yang menyatukan dapat membuat foto-foto tersebut menampilkan sebuah cerita perjalanan menarik.

Potretlah segala sesuatu yang berarti bagi perjalananmu. Dan jangan lupa untuk menikmati masa berlibur yang istimewa ini, ya!

*Foto-foto di atas diambil menggunakan kamera mirrorless Sony Nex-3N dan Fujifilm XM-1 (semua di-resize)

60 thoughts on “Mari Bercerita Lewat Foto-Foto Perjalanan!

    • Makasih, kak! Hehehe😀. Eiya nama-nama kota di Turki memang aneh gitu kedengaran di telinga. Mereka kalo bicara juga nyaris kayak berkumur-kumur😂. Hahaha Belek… untung bukan Belekan😀.

      Like

  1. Setuju dengan judul di atas. Saya lebih suka menceritakan apa yang terdokumetasikan oleh kamera daripada mengingat setiap kejadian. Kekuranganku adalah bagaimana melibatkan orang setempat dan mengambil foto dari sudut yang berbeda.

    Like

  2. Abangku klo udah jalan sibuk dia cari angle foto kesana kemari yg ada kita malah ga di foto ga nyebelin kan. Udah gtu bawa anak mana biaa konsen cari angle bagus tp jd ada tantangannya si kita harus bener2 jeli. Kalo tempatnya deket mah enak bisa diulang kesanq nah klo keluqr negeri hiks… duitnya ntu lo :p

    Like

    • Hahahaha.. kalo gitu besok-besok kasih target buat hubby, harus bikinin foto kalian yang kece. Gitu mba Muna😀. Tapi memang kudu jeli siy, soalnya momen kan ngga bisa diulang lagi. Hehehe.

      Like

    • Astagaaa.. maap bang, bukaaan😂😂😂. Awak ikut yang di IG aja.. hehehe. Kan ikut nasihat abanglah ini, konsisten nulis. Manatau besok-besok ada yang sponsorin kami jalan-jalan, ya kan😀. Aamiin…

      Like

  3. melibatkan warga lokal…..hmmmm saya mau deh jadi modelnya…. tapi bukan si saingan dengan si pus-pus ya. Btw, saya sekarang lagi suka eksplore pake kamera hape aja deh. Rariweuh bawa kamera serius mah euy, malu disangka turis….

    Like

  4. Suka banget tulisan nya, kadang susah emang ngambil foto yang bisa bercerita. Kadang momen nya nggak pas, tapi kakak udah mahir motonya, keren kan hasilnya, saya mah apa atuh, cuma butiran debu yang menempel di lensa kamera, hihihi

    Liked by 1 person

  5. foto2 yg aku ambil kalo sdg traveling jg mostly alam ato human interest, ga gitu suka foto diri mbak :D.. ada beberapa hanya sekedar bukti kalo aku pernah ke sana gitu… tapi memang sih, masih butuh bnyk bgt belajar utk ambil foto2 yg artistik, yg ga biasa :D.. kdg sense of art ku masih suka ga peka soalnya ;p

    Like

    • Sama siy mba Fanny, aku juga sukanya motret landscape/cityscape , human interest dan detil2 yang kebetulan keliatan bagus. Foto diri suami yang fotoin… jaraaaang banget selfie.. hihihi. Mungkin kalo kapan-kapan ngetrip bisa dikonsep dulu pinginnya kayak apa, jadi ntar motretnya lebih fokus, mba :).

      Like

    • Makasih, Rud😀. Padahal masih apalah-apalah gitu… hahahaha. Aku blom bosan loh sama kamera kesayanganku, besar kali jasa-jasanya. Maap yeee… wkwkwkwk :p

      Like

  6. Nah itu kak poin ke-2, masih sering kalo udah sakin menikmati, ngambil foto ala kadarnya trus minta foto sama kawan-kawan, ujung-ujungnya ‘Yah kok gak ada foto yang itu, kok gak diambilah tadi’ TT. Cakeeep deh Kak tulisan kakak dan fotonya

    Liked by 1 person

    • Aaaaw.. makasih Rin😙. Masih belum sekeren tulisan Ririn loo. Hehehe. Manusia kadang gitu ya, keasyikan sampe lupa sama yang indah di depan mata :D. Ujung-ujungnya nyesel.

      Like

  7. Pas baca sampai bagian ke dua, kirain itu yg paling setuju banget sama idenya kak molly. Paling ngena maksudnya. Eee…pas baca terus…”paling”nya jadi semuanya. Setuju banget sama esensi memotret n filosopinya nya kak Molly. Karena ketika liat foto yg isinya orang or kita melulu yang sadar kamera jadi bosenan, beda banget kalau yg ditangkap itu momen2 yang justru tak direncanakan. Waktu liat lagi fotonya akan terkenang dengan rasa yg pernah ada waktu di sana😀. Bahkan yg gak mengalami juga akan dapat sebuah cerita, tak hanya sekedar sebuah wahnya suatu t4😊. Setuju banget deh kak 👍

    pertiwisoraya.com

    Like

    • Thanks ya, Tiwi ;). Motret memang perlu seni tersendiri supaya hasilnya ngga biasa. Apalagi kalo udah pake kamera canggih bin mahal, sayang kan kalo hasilnya standar. Akupun ngga pinter motret siy, cuma sering latihan dan belajar langsung sama suami yang lebih expert… hihihi. Aku suka liat hasil foto yang ada value-nya, jadi kita kayak ikut membayangkan seperti apa aslinya :D.

      Like

    • Makasih mas Dani😀. Ternyata tiap orang punya cara pandang yang berbeda sewaktu akan motret ya. Jadi hasil jepretannya pun mencerminkan style sang fotografer. Maunya kalo udah pegang gear canggih, hasilnya mumpuni ya, mas. Aku juga masih newbie. Hehehe😊.

      Like

  8. Saya banget ini 😀 Temen pernah nyeletuk, lu kurang kerjaan banget sih, panah-panah nama jalan aja pake di foto. Ya buat saya itu keren, haha… Foto setting memang jadi pengingat juga kalau jeda liburan dan nulisnya agak lama.

    Like

  9. Selalu suka dengan foto2 mba Molly. Foto yg bagus biasanya juga punya cerita sendiri ya mba. Dan yg paling penting pastilah kepiawaian org di balik kamera dalam menentukan komposisi dan sudut gambar…

    Hmmm dan jenis senjata yg dipakai juga ga bohong ya, proses tak mengingkari hasil…

    Liked by 1 person

    • Makasih mba Ira ;). Semua tempat dan objek sebenernya menarik, tergantung kejelian yang memotret. Kalo skill motret udah mumpuni, trus ditambah lagi peralatan motretnya komplit dan bagus, pasti hasilnya kece :D.

      Like

  10. Cerita dan foto-fotonya wow banget Mbak.
    Bagaimana cara mengambil foto kucing di atas batu itu Mbak, apa memang pas ada kucing lalu di foto atau kucingnya sengaja diletakkan di atas batu duluan ya?

    terima kasih dan salam kenal Mbak.
    barusan dari blognya Mbak Swastika Nohara&Mbak Intan, nyasar ke sini, dan ternyata isinya menginspirasi banget.

    Like

    • Salam kenal mas :). Makasih udah berkunjung, ya. Foto kucing itu kebetulan bukan settingan, karena si kucing memang lagi duduk diatas batu. Waktu itulah aku ngambil moment buat motret dia. Hehehe :D.

      Like

  11. seringnya kita mikir foto-foto yang bagus hanya bisa dihasilkan dari gear yang bagus juga, padahal nggak gitu juga ya kan kak. yang terpenting sering-sering melatih indera khususnya mata untuk melihat sesuatu dari sisi yang menarik untuk diabadikan dalam sebuah foto.
    tapi kalau aku pribadi malah lebih suka diam dan menikmati sekeliling dari pada memotret kalau pas mengunjungi suatu tempat. kayaknya jiwa fotographerku kecil kak hehhehehe…

    Like

    • Yang penting belajar terus biar makin kuasai teknik motret yang bagus, Di. Sering-sering latihan, biar kita makin jeli ngeliat apa-apa yang menarik di sekeliling kita. Kalo aku ngga betah diam malahan, jatuhnya ntar bengong. Hahahaha :)).

      Like

    • Jadi salah fokus ya. Hahahaha :D. Tapi Istanbul memang kece banget. *eh. Waktu kesana aku masih pake mirrorless Sony Nex 3N siy. Sekarang baru ganti ke Fujifilm :).

      Like

  12. huaaa keren-keren mbaak fotonya! Me likey 😉
    Saya juga suka dengan konsep foto berbicara dan paling suka nongkrong lama-lama di blog atau akun IG yang menampilkan banyakan cerita foto dibandingkan selpih sukaesih *ups :Dr

    Liked by 1 person

Yuk, silahkan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s