Lampung, Mimpi yang Kesampaian!

Lampung“Ke Lampung? Ah… ngga bisa kita tukeran aja?” tanya suamiku mulai menawar. “Hahaha ya, ngga bisa loh, Bang” balasku sambil tertawa.

Penerbangan ke Lampung

Aku tidak pernah menyangka akan diajak untuk ikut Blogger Famtrip ke Lampung dalam rangkaian kegiatan #LampungKrakatau Festival2017 belum lama ini. Mendapat undangan seperti itu tentu sangat membahagiakan. Ya, mengingat aku berdomisili di kota Medan dan jauh dari hiruk-pikuk berbagai aktifitas yang melibatkan bloger nasional.

 

Sebagai orang Sumatera, jujur belum pernah sekalipun aku menginjakkan kaki di Lampung. Alasannya karena tak ada jalur penerbangan langsung dari Medan. Pilihannya hanya transit, lewat Batam atau Jakarta. Belum apa-apa sudah terbayang perjalanan yang memakan waktu. Padahal sejak lama aku memimpikan datang ke sana.

 

Perjalanan menuju Lampung bukan tanpa kendala. Di grup Whatsapp yang dibuat oleh panitia, aku melihat semua peserta yang akan berangkat sudah issued tiket. Ada yang berangkat dari Batam, Jakarta, Bandung dan Jogjakarta. Sementara nasibku belum jelas. Aku masih menanti persetujuan soal tiket keberangkatan dan kepulangan yang terkendala masalah teknis.

 

Sampai H-3 aku tak kunjung mendapat kepastian apakah jadi berangkat atau tidak, padahal namaku sudah tertera dalam daftar peserta. Kalau tiket belum diperoleh siapa yang berani pede, kan? Aku juga memutuskan menunda menyusun barang yang akan dibawa.

 

Tepat tanggal 22 Agustus 2017 sore tiket yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Akupun bisa bernapas lega. Berarti lusa aku akan berangkat. Setiap kali akan bepergian aku terbiasa untuk mengatur segala sesuatunya jauh-jauh hari. Tujuannya supaya tidak ada yang lupa atau tertinggal.

 

“Mol, panitianya ngga ada rencana mau ngundang Babang?” suamiku masih bertanya sewaktu aku berkemas-kemas. “Babang kan ngeblog juga, fotografer juga, biasa ngetrip lagi. Ke Nepal aja udah, masa Lampung belum kesampaian” ia mulai mengoceh sendiri. Aku cuma senyum-senyum saja.

 

Rasanya memang agak aneh, beberapa bulan lalu suami pernah mengutarakan keinginannya ke Lampung. Ia berencana untuk naik ke Gunung Anak Krakatau. Tapi siapa yang bakal menyangka kalau ternyata tawaran baik itu justru mampir padaku. Dan itu membuatnya geregetan sendiri. Hahahaha… sabar ya, Bang. Semoga nanti ada rezeki buat Babang ke sana.

Berangkat ke Lampung

Kamis pagi tanggal 24 Agustus 2017 menjadi hari yang dinanti-nanti. Seperti biasa, aku diantar langsung oleh suami menuju Bandara Kuala Namu, Deli Serdang. Rasanya sedih juga aku harus bepergian sendiri (lagi). Tapi mungkin rezekinya memang begitu. Barangkali aku harus bersabar dan menunggu saat yang tepat untuk kembali berlibur berdua.

 

Kekhawatiran pada maskapai yang bakal aku tumpangi membuatku rela menyeret koper yang beratnya lebih dari 7 kg untuk diletakkan di atas kabin. Walau bukan kali pertama menggunakan jasa maskapai ini untuk transit, toh aku merasa lebih yakin kalau koper tadi terlihat oleh mata. Semoga itu bukan kekhawatiran yang berlebihan mengingat track record penanganan bagasi dari maskapai tersebut sering menuai protes.

Boarding room
Di Ruang Tunggu Kuala Namu International Airport

Panggilan untuk masuk ke pesawat terdengar menggema di ruang tunggu. Syukurlah tidak terjadi keterlambatan waktu keberangkatan. Tak lupa aku menelepon suami untuk mengabarkan sesaat sebelum menyerahkan boarding pass untuk diperiksa.

Penerbangan ke Lampung
Terbang menuju Batam

Transit di Batam

Sebelum tiba di Lampung aku harus transit di Batam terlebih dahulu. Senang rasanya kembali menginjakkan kaki di kota kesayangan ini. Banyak kenangan manis yang tertoreh di ingatan. Banyak peristiwa yang aku lalui di kota itu. Ya, suamiku pernah tinggal di sana selama 4 tahun saat dipindahkan tugas dari kantor tempatnya bekerja. Hal itu pula yang membuatku cukup akrab dengan Batam walau tak pernah tinggal lama.

 

Penerbangan lanjutan yang seharusnya berangkat 50 menit lagi malah tertunda. Beberapa penumpang mulai meninggalkan ruang tunggu untuk makan siang. Aku memilih menghabiskan roti yang kubawa di dalam ransel dan berniat untuk makan siang setibanya di Lampung nanti.

Penerbangan ke Lampung
Saat transit di Bandara Hang Nadim, Batam

“Mbak Molly sama Babang Ahmad sepertinya satu pesawat, deh” begitu pesan singkat di grup WhatsApp yang kubaca dari Mas Fajrin. “Iya Mas, tapi aku belum ketemu” balasku mengetik. Bahkan sampai menjelang naik ke pesawatpun aku tidak berjumpa dengannya.

 

Saat berada dalam bus menuju ke pesawat, sebuah sapaan mengejutkanku. “Kak Molly, ya?”. Pasalnya aku tengah asik nyekrol-nyekrol sambil membaca pesan di WhatsApp. Aku menoleh ke belakang. Rupanya Ahmad berada tepat di belakang kursi.

 

Penerbangan ke Lampung ditempuh selama 1 jam 10 menit. Cuaca pada hari itu kurang baik. Gumpalan awan hitam terlihat dari balik jendela pesawat. Sejak dari Medan beberapa kali aku merasakan guncangan yang cukup kuat selama penerbangan. Semoga semua baik-baik saja.

Lampung, Akhirnya!

Aku menikmati pendaratan pesawat yang tak begitu mulus. Senang sekali akhirnya tiba juga di Lampung. Bandara Radin Inten II yang tidak terlalu luas menjadi meeting point kami. Mas Fajrin yang menjemput sudah menanti sejak tadi siang di El`s Coffee.

TIba di Lampung
Mendarat di Lampung
Bandara Radin Inten II Lampung Selatan
Senangnya tiba di Lampung
Bandara Radin Inten II Lampung
Suasana di Bandara Radin Inten II Lampung

Aku dan Ahmad menjadi orang yang pertama kali tiba. Tak lama kemudian disusul oleh Mbak Terry dan Mbak Vika dari Jakarta. Selanjutnya beberapa teman lagi muncul sesuai jam ketibaan masing-masing. Bincang hangat dan foto-foto bersama menjadi pengusir jenuh menunggu.

Bersama travel blogger di Lampung
Ki-Ka : Mbak Rien @travelerien, Ahmad @travengler.id, Mas Fajrin @fajrinherris, Mbak Vika @vikhasy, Mbak Terry @negerikitasendiri

Malam ini rombongan dijamu makan malam di Mister Geprek sebelum menuju hotel untuk beristirahat. Cuaca yang cukup panas serta perjalanan panjang tadi membuatku ingin segera mandi dan meluruskan pinggang.

Bandar Lampung di malam hari
Bandar Lampung City waktu malam

Bagiku liburan singkat ini terasa mewah. Waktu yang dimiliki juga tak panjang. Kalau melihat itinerary yang sudah disusun, jadwal kegiatan kami sangat padat. Namun tak ada kekhawatiran samasekali sebab aku berjalan bersama teman-teman yang kerap menjelajahi sudut-sudut indah di belantara negeri ini. Rasanya tak sabar menanti apa yang akan dialami esok.

Good night!

 

*Foto-foto dengan watermark diambil menggunakan kamera smartphone Samsung Galaxy S6 (semua di-resize)

 

 

45 thoughts on “Lampung, Mimpi yang Kesampaian!

  1. Babang yang pertama itu ternyata suami ya haha, aku langsung kepikiran ke babang Ahmad soalnya sejak awal, dan bingung. Baru setelah baca ulang, ngeh hwhwhw.

    Seneng banget liat keseruan selama di Lampung di sosmed mbak. Jadi keinget keseruan yang sama, yang aku alami tahun lalu. Ditunggu cerita selanjutnya yaaa 😉

    Like

    • Hahaha iya, abis panggilannya sama😂. Makanya aku panggilnya Ahmad, bukan babang… wahahaha😂. Asik ya kak Yan, perjalanan ke Lampung memang seru banget! Aku ngikut jejakmu nih😉.

      Like

    • Aamiin. Semoga ada umur bisa ke Lampung lagi😀. Iya Mas, aku belum sempet kulineran dan keliling-keliling kota. Tapi seneng sih, berada di Lampung ngga jauh beda kayak Medan. Asik!

      Like

    • Iya ih deket kalau dari Jakarta, ya😀. Coba Medan juga deketan sama Lampung, mungkin aku bisa bolak-balik ke sana, Mba Lia. Hahahaha😂. Yook kita ke Lampung lagi😉 *loh

      Like

    • Iya ya, Mba Indah udah lama banget menetap di negara lain. Kabarnya tahun depan bakal balik ke Indonesia, ya? Btw aku udah ketemu sama Mas Arie Tomat, adiknya Mba Indah😀.

      Like

  2. Sabar ya Babang hihii.. destinasi tujuan tahun ini nih semoga bisa kesampaian juga kaya mba molly.. tungguin banget mba moll jalan2 kemana lagi haseik

    Like

  3. Mbaaaa …. agar lebih berFaedah baiknya bersama suami tandang ke Lampung lagi ajaaa …. soal staycation dan Meal bisa lah Endorser heehehhe paling tiket Personal ajaaa heheehh Yoklah 😉 glad to know you mbaaa —- sangat BerFaedah!!!

    Liked by 1 person

    • Huwaaaa… Faedah banget-banget kalau bisa ke Lampung berdua suami! Semacam cita-cita itu😀. Hahahaha ntar kami pikirin ya, Mas. Tawaran yang asyique sekalih, demi perjalanan yang berFaedah😂. Thanks for your kindness, Mas Indra. Hope to see you again🙋‍♀️

      Like

  4. Aku lupa mau komentar apa mbak. Padahal udah baca sampe bawah.
    Aduh aku lagi kenapa ya. Galau kayaknya 😦

    Btw, ini perdana aku berkunjung ke blognya mbak molly. Hehe.

    Like

  5. Hai kak Moyi,
    Aku mampir lagi nih disini 🙂
    Dulu jaman masih duduk di bangku kuliahan,dari Lampung ini yang paling ingin kukunjungi itu way kambas dan main ke kota metro nya.
    Sejak tau ada pulau yang indah dari postingan foto-foto kakak di instagram membuat rasa ingin segera kesana.
    Semakin gak sabar menunggu sambungan cerita-cerita berikutnya kakak.

    Like

    • Aku juga penasaran sama Way Kambas nya. Kemarin schedule nya padet banget jadi belum bisa ke sana huhuhu😢. Lampung banyak tempat wisata alam yang cakep Rin, beberapa letaknya rada jauh. Kalau ke Sebesi memang khusus untuk yang berencana naik ke Gunung Anak Krakatau nya.

      Like

  6. Wah asyik kali ah, tapi ya gitu, kalo mikir ke luar kota, paling jauh aku ke mana yaah, terlalu nyaman ama kota Medan mungkin, belum kepikiran kak untuk pergi ke lampung, tapi jadi pengen, minimal jalan jalan ke luar Medan lah yang dekat aja dulu,

    semoga bisa juga ke lampung hihiihi

    Like

    • Hahahaha… rezeki baik namanya, Jannah. Masih diingat dan diajak orang😀. Alhamdulillah. Soalnya selama ini yang ikutan famtrip banyakan temen-temen bloger yang tinggal di seputaran Jawa. Mungkin karena deket, ya😊.

      Like

  7. Hahahaha, akupun sebenernya udah memblacklist maskapai 1 itu kalo pergi pake duit sendiri mba. Tp kalo acara outing kantor ato pesawat di bayarin dan tpaksa pake dia, yo wislah… Mending semua bagasi di wrapping :D.

    Ditunggu cerita lampung 🙂

    Like

    • Iya Mba Fan, akupun selalu wrapping bagasi. Biar kalau mau dibongkar mereka mikir hahahaha. Kadang-kadang ada rute yang harganya lebih terjangkau pakai maskapai ini, jadinya galau kan😂.

      Like

  8. ditunggu cerita lanjutan jalan2 ke Lampung,
    mudik ke Lampung hampir tiap tahun tapi sering nggak sempat jalan2 he.. he..
    ini malah kepengen banget mudik ke Medan lagi setelah puluhan tahun

    Like

Yuk, silahkan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s