Akhirnya Aku Bisa Berlibur Lagi Bersama Pasangan!

Pergi berlibur rasanya sudah seperti candu. Jauh sebelum trend liburan marak seperti sekarang, aku beruntung sudah rutin menjadwalkan waktu untuk sekedar lepas dari kejenuhan dan penat. Namun sejak dua tahun terakhir ritme perjalananku mengalami perubahan besar. Sesuatu yang terbiasa dilakukan selama bertahun-tahun tiba-tiba sulit dilakukan lagi.

Berlibur dengan pasangan

Untuk sekedar berangkat liburan sebetulnya bukanlah kendala besar. Ya selama ada waktu dan uang (tentunya), semua dapat diatur persiapannya. Beberapa kali pula aku  justru berkesempatan melakukan perjalanan bersama teman-teman baru, yakni sesama blogger. Judulnya memang berlibur tapi tetap dibarengi kerja karena bertujuan mempromosikan kegiatan dan tempat wisata di suatu daerah.

 

Aku sangat menikmati libur sambil bekerja seperti tadi. Namun di balik itu, sebetulnya aku merindukan liburan tanpa beban. Melakukan perjalanan yang bebas dari ‘kewajiban’ ini-itu. Bisa sesuka hati tanpa terikat apapun.

 

Pernah aku mengajak adik-adik untuk berlibur bersama. Tapi sepertinya belum menemukan waktu yang benar-benar pas bagi kami bertiga. Mencocokkan waktu satu sama lain memang ngga mudah. Aku sih tetap berharap satu hari nanti kami bisa berangkat bertiga. Aku dan adik-adik saja.

 

Sampai akhirnya pada satu waktu aku dilanda suntuk luar biasa. Jalan-jalan ke mal yang aku lakoni ternyata ngga bikin hati senang. Keluar masuk toko dan belanja secara impulsif juga tidak membantu. Ternyata bukan itu yang aku mau. Aku butuhnya liburan!

 

Lalu aku mulai iseng memeriksa beberapa website perjalanan. Ada beberapa negara tujuan yang sangat mungkin untuk dikunjungi. Negara yang belum pernah aku datangi sebelumnya. Dan itu jadi sesuatu yang menarik.

 

Untuk berkunjung ke tempat baru paling asik dilakukan bersama pasangan. Setidaknya itu menurut aku, ya. Sejak menikah 16 tahun yang lalu, aku kerap melakukan perjalanan berdua saja dengan suami. Secara otomatis suami menjadi travelmate-ku beberapa tahun belakangan ini.

 

Aku cukup sering ditanya oleh beberapa teman perihal jalan-jalan. Mulai dari destinasi wisata, tip dan trik, sampai urusan biaya perjalanan. Dan aku sangat senang berbagi pengalaman perjalananku sendiri bila dibutuhkan.

 

“Tahun ini ada rencana ngetrip kemana lagi, Mol?”

“Ditunggu cerita perjalanan kalian selanjutnya, ya”

Ucapan itu membuatku merasa senang sekaligus sedih…

 

Aku senang karena beberapa teman ternyata suka membaca kisah perjalanan yang aku tulis di blog. Cerita yang awalnya hanya aku rangkum untuk menabung kenangan, ternyata bisa bermanfaat bagi orang lain.

 

Tapi aku juga merasa sedih, sebab dua tahun terakhir ini aku dan suami tak sekalipun melakukan perjalanan udara bersama! Hiks.

 

Dulu kami selalu antusias membicarakan soal jalan-jalan. Namun sejak musibah yang menimpa kedua orang tua dan keponakanku tahun 2015 lalu, kami seakan mengubur keinginan untuk berlibur berdua.

 

Alasannya cuma satu, aku tak bisa berangkat bersama suami sebab tak mungkin menitipkan kucing-kucing peliharaanku yang jumlahnya 10 ekor!

 

Sewaktu Papa dan Mama masih hidup, setiap kali akan berlibur aku pasti memboyong kucing-kucing tadi untuk dititipkan di rumah mereka. Walau Mama sedikit ngomel, setidaknya peliharaanku itu tidak akan terlantar.

 

Kalau sekarang, aku ngga mungkin minta tolong orang lain untuk mengurus mereka, kan? Toh mencari orang yang siap mengurus hewan peliharaan dalam jumlah banyak sulitnya minta ampun. Nyaris ngga mungkin.

 

Itulah sebabnya aku sering uring-uringan kalau mulai membahas topik liburan dengan suami. No way out!

“Udah tau alasannya kenapa kita ngga bisa pergi kan, Mol?” tegas suamiku. Aku pun diam.

 

Sampai suatu hari ketika kepala ini mulai ‘berasap’, muncullah ide. Tidak menunggu waktu lama, aku langsung menelepon suami yang tengah berada di kantor.

 

Untungnya ia setuju dengan rencanaku tadi. Aku menutup telepon sambil tersenyum. Akhirnya aku bisa liburan (lagi) berdua dengan suami. Yeay!

 

Memesan tiket pesawat untuk perjalanan bersama membuatku sedikit deg-degan. Rasanya sudah lama sekali aku tidak melakukan ini. Sebab di sepanjang tahun 2016 hingga 2017, aku hanya bisa ngetrip sendiri tanpa suami. Begitu juga dengannya, berangkat liburan tanpa bisa membawaku serta.

***

Hari ini Rabu tanggal 6 Desember 2017 pukul 04.45 Wib. Di luar sana masih sangat gelap. Tetapi kami berdua sudah duduk di dalam ruang tunggu keberangkatan Bandara Kuala Namu, Deli Serdang Sumatera Utara. Tak peduli betapa ngantuknya kami karena harus tiba di bandara sebelum subuh. Dan aku bolak-balik meyakinkan diri bahwa kucing-kucingku akan baik-baik saja saat aku tak bersama mereka.

 

Kali ini aku akan kembali bepergian lewat jalur udara. Untuk benar-benar merasakan liburan. Namun aku tidak lagi berangkat sendirian. Sebab ada suami yang akan menemani.

 

“Sebelum berangkat yuk kita wefie dulu, Bang” sambil aku mengarahkan kamera smartphone-ku ke depan wajah kami. I`m so happy!

wefie di bandara Kuala Namu
Wefie bahagia

jendela pesawat

 

 

 

22 thoughts on “Akhirnya Aku Bisa Berlibur Lagi Bersama Pasangan!

  1. Mbak Molly hebat euy, masih liburan tetap bisa nulis di blog. Pasti udah kangen nulis yah 😄

    Selamat berlibur berduaan lagi sama suami, Mbak Molly. Have fun. Ditunggu cerita selanjutnya 😘😘

    Kucingnya akhirnya dititipin sama siapa Mbak Molly ?

    Like

    • Makasih, Dila… sebetulnya aku udah balik ke Medan😊. Libur singkat aja biar tetep waras😂. Cerita soal kucing nanti aku jelasin di postingan selanjutnya, ya😉.

      Like

  2. Tadi aku bertanya2 sbnrnya kenapa kalian ga bisa pergi berdua. Ternyata karena kucing, dan aku lgs salut sama kamu mba 🙂 .. Akupun ga bakal mau hrs pergi liburan, kalo ga yakin kucingku ada yg merawat. Mereka bukan cuma peliharaan, tp udh seperti keluarga..

    Btw, jd apa idenya bisa ninggalin para kucing :)? Mba ga tulis di atas, kan jd penasaran. 😀

    Like

    • Alasan susah ngetrip bareng suami memang cuma gara-gara bingung nitip kucing ke siapa, Mba😕. Soalnya rame sih. Kalau seekor dua ekor bisa nitip sama adikku atau pet shop lah, masih sanggup. Mau dilepas gitu aja kok ya belum tega😭. Tapi akhirnya aku nemu ide supaya tetep bisa ngetrip tapi kucing-kucing aman. Ntar aku beberin di postingan berikutnya, ya😉.

      Like

  3. Wuih jangan jangan kucingnya sudah auto memelihara diri sendiri nih haha

    Btw ditunggu postingan selanjutnya ah..

    Tapi aku penasaran. Apa dibuatkan kandang guwedhe plus makanan melimpah biar kucingnya bisa hidup mandiri ya?

    Hmm yaudah nunggu postingan seanjutnya aja deh xixixix

    Like

Yuk, silahkan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s