Proteksi Diri Cegah Beban Finansial yang Ditimbulkan Penyakit Kritis

Bicara soal penyakit, tentu tak ada seorang pun di dunia ini ingin mengalami sakit. Aku pribadi yang punya riwayat gangguan alergi saja rasanya sudah begitu terusik. Entah bagaimana jadinya kalau tubuh tiba-tiba diserang oleh jenis penyakit lain. Sebab konsekuensi dari kesehatan yang terganggu adalah sulit untuk beraktivitas secara normal. Belum lagi kalau menderita suatu penyakit dalam rentang waktu panjang.

Prudential #JalaninBareng

Kondisi lingkungan serta gaya hidup menyebabkan semakin banyak orang mengeluhkan penyakit yang diderita. Lagi-lagi kebiasaan hidup yang tidak sehat turut menjadi pemicu. Tuntutan pekerjaan ditambah gaya hidup yang maunya serba praktis membuat kita lupa betapa tubuh juga perlu “didengarkan”.

Aku cukup sering mendapat kabar soal kondisi kesehatan beberapa teman yang menurun drastis. Di usia muda bahkan ada yang sudah terkena penyakit kritis. Datangnya penyakit kritis tersebut benar-benar tak terduga dan sulit diantisipasi.

Terdiagnosa penyakit kritis tentu bukan berita yang ingin didengar. Di depan mata rasanya sudah menanti berbagai tantangan yang harus dihadapi. Belum lagi terganggunya rutinitas harian akibat menderita penyakit kritis tertentu. Dan bahkan segala rencana masa depan yang telah diatur ikut berantakan.

Awalnya aku sedikit terkejut saat mengetahui bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab 73% kematian di Indonesia, menurut data World Health Organization (WHO). Itu sungguh bukan jumlah yang sedikit!

Kementrian Kesehatan juga menyatakan bahwa prevalensi berbagai PTM seperti stroke, kanker, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi mengalami kenaikan. Data ini adalah berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018.

Pada acara yang digelar oleh Prudential Indonesia hari Rabu tanggal 16 Januari 2019 yang bertempat di Selecta Convention Hall Medan, sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberi penjelasan mengenai hal itu.

Acara Prudential Indonesia di Selecta Medan
Arie C Nursyadzali selaku MC

Di kesempatan pertama, Bapak Rusli Chan selaku Managing Director Agency Business Development Prudential Indonesia menjelaskan komitmen brand baru yaitu Listening, Understanding, Delivering, serta fokus “We Do Health“. Prudential Indonesia merupakan bagian dari masyarakat, oleh sebab itu perusahaan berkomitmen untuk selalu mendampingi nasabah dalam setiap tahap kehidupan.

Rusli Chan Managing Director Agency Business Development Prudential Indonesia
Bapak Rusli Chan (Managing Director Agency Business Development Prudential Indonesia)

Penyakit Kritis dan Mahalnya Biaya Pengobatan

Usia produktif adalah usia paling rentan terhadap berbagai risiko penyakit. Faktor kesibukan mengakibatkan pola makan menjadi kacau. Harus diakui, aku masih cukup sering menyantap makanan berlemak, junk food, dan sesekali minum soda. Ini semua membuat kondisi kesehatanku jadi kurang prima.

dr Tri adi Mylano, SP. JP(K), FIHA Siloam Hospital Dhirga Surya Medan
dr Tri Adi Mylano, SP. JP(K), FIHA di Siloam Hospital Dhirga Surya Medan

Dr Tri Adi Mylano, SP. JP(K), FIHA di Siloam Hospital Dhirga Surya Medan mengungkapkan bahwa zaman sekarang orang sangat kurang melakukan aktivitas fisik. Istilah kekiniannya ya, mager alias malas gerak. Berbagai kemudahan justru semakin membuat orang betah duduk berlama-lama sambil menatap layar komputer dan gawai. Begitu juga dengan kurangnya konsumsi buah dan sayur. Wajar sih kenapa tubuh jadi terasa tidak fit.

Penyakit seperti kanker, stroke, penyakit ginjal kronis dan hipertensi belakangan mulai mengintai orang di usia produktif. Usia muda kini tidak menjamin seseorang akan terbebas dari ancaman penyakit kritis. Hal ini menjadi sebuah tantangan mengingat jumlah perokok dan penderita obesitas juga tak kunjung berkurang.

Karena kesibukan, kita suka mengabaikan sinyal-sinyal yang diberikan tubuh. Padahal, tubuh kerap memberi tanda bila terjadi gangguan. Hanya saja kita selalu terlambat mengartikannya. Yang sering terjadi adalah penderita penyakit kritis sudah berada di stadium lanjut. Padahal untuk penyakit jantung sekali pun selalu terdapat tanda-tanda awal yang seharusnya menjadi perhatian.

Tanda-tanda dari serangan jantung

Faktor penyebab penyakit jantung

Selanjutnya Ibu Sheila Widya Nanda selaku Manager Strategic Product Management Prudential Indonesia menjelaskan banyak hal yang sering ditanyakan terkait dengan tersedianya produk yang dapat menjamin perlindungan jangka panjang namun dengan harga terjangkau.

Sheila Widya Nanda dari Prudential Indonesia
Ibu Sheila Widya Nanda selaku Manager Strategic Product Management Prudential Indonesia

Di masyarakat sering terdapat kekhawatiran apakah kelak orang tua masih dapat mendampingi saat anak-anaknya wisuda atau menikah. Seorang Ayah tentu berkewajiban untuk memberikan yang terbaik bagi masa depan anak dan keluarga.

Namun bagaimana jadinya jika sang pencari nafkah terdiagnosa penyakit kritis?

Fakta di lapangan menyatakan bahwa 9 dari 10 orang meninggal dunia karena kondisi kritis. dan sebanyak 70% kasus kanker ditemukan pada tingkat akhir.

Berjuang melawan penyakit kritis sangat menguras emosi dan fisik pasien serta keluarganya. Selain itu, dampak terbesarnya adalah terganggunya kondisi keuangan.

Bila tidak diantisipasi, bukan tak mungkin suatu saat akan mengalami kebangkrutan karena membiayai pengobatan yang tidak murah. Belum lagi memikirkan bagaimana kemudian menghidupi keluarganya dan kelanjutan biaya sekolah anak.

Fakta-fakta kondisi kritis

Lindungi Diri dengan PRUCritical Benefit 88

Untuk mengantisipasi segala kekhawatiran tadi, Prudential Indonesia menawarkan produk terbaru dengan beragam manfaat yakni PRUCritical Benefit 88. Asuransi untuk penyakit kritis menjadi penting sebab biaya kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun.

PRUCritical Benefit 88 dari Prudential Indonesia

Adapun manfaat yang ditawarkan antara lain:

Proteksi Terjamin

  • Perlindunga komprehensif untuk meninggal atau 60 kondisi kritis tahap akhir, tanpa periode masa bertahan hidup (survival period).
  • 10% Uang Pertanggungan (UP) untuk angioplasty tanpa mengurangi UP PRUCritical Benefit 88 dengan maksimal Rp 200.000.000.
  • 200% tambahan UP akan dibayarkan jika Tertanggung meninggal karena kecelakaan sebelum usia 70 tahun.
  • Perlindungan sampai dengan usia 88 tahun dengan jangka waktu pembayaran premi yang dapat dipilih yakni selama 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, atau premi tunggal.

Uang Pasti Kembali

  • 100% Uang Pertanggungan akan dibayarkan bila Tertanggung Utama masih hidup dan polis masih aktif sampai usia 88 tahun ; atau
  • Jaminan manfaat 100% pengembalian premi pada tahun Polis ke-20. Jika nasabah memilih pengembalian premi, maka polis berakhir.

PRUCritical Benefit 88 dari Prudential Indonesia

Target Segmen PRUCritical Benefit 88

Akhirnya kita tersadarkan betapa pentingnya melakukan tindakan preventif yang lebih murah daripada tindakan kuratif. Maka perlulah memerhatikan kesehatan sedini mungkin dengan menerapkan pola hidup sehat.

Berolahraga rutin, tidak merokok dan minum alkohol, mengonsumsi buah dan sayur, cukup istirahat, kelola stress, dan makan teratur merupakan kebiasaan baik yang memperkecil risiko ancaman penyakit kritis.

Blogger Medan di event Prudential Indonesia
Foto bersama

Peluncuran produk PRUCritical Benefit 88 di Medan

Mendengar paparan dari para narasumber tadi, aku jadi terpacu untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat. Sebab mencegah lebih baik daripada mengobati itu memang benar adanya. Semoga kita bisa menikmati hidup yang berkualitas dan jalanin bareng agar finansial keluarga tetap terjaga.

Baca juga: [Event] PRUlink Generasi Baru dan PRUlink Syariah Generasi Baru untuk Melengkapi Kebutuhan Asuransi Jiwa

 

 

 

 

 

 

32 thoughts on “Proteksi Diri Cegah Beban Finansial yang Ditimbulkan Penyakit Kritis

  1. Bener banget nih … De pernah merasakan sakit di tahun 2003-2004 yang sampai menguras biaya seharga 1 mobil kijang saat itu, jadi paham banget betapa pentingnya asuransi kesehatan di saat kita sangat membutuhkan.

    Yang jauh lebih penting sekarang … memang menerapkan pola hidup sehat sih. Gak mau sampe sakit parah lagi.

    Like

    • Wow sampai begitu banyak biaya yang kudu dikeluarkan ya, Mba. Apapun itu sehat memang mahal, jadi semalas apapun kita kudu lebih perhatian sama kesehatan tubuh sendiri. Semoga tetap sehat, Mba De🙂.

      Like

  2. Tahun 2016 penderita penyakit kritis dideteksi WHO baru 54% .. dan sekarang sudah 74 persen!

    Itu berarti kalo kita seruangan 10 orang, 7 bisa meninggal karena penyakit-penyakit degeneratif ini ..hiks

    Like

  3. mencegah lebih baik daripada mengobati lihat list biaya berobat aja bikin nyesek istilahnya kalo miskin jangan sakit…malah bisa tambah miskin, eh pokoknya proteksi dini penting banget

    Like

  4. Bagus ya produk terbaru Prudential, salah satunya uang pertanggungan bisa kembali 100% di usia 88 tahun. Aku sekarang udah mulai jaga pola makan dan rutin olahraga, semoga dijauhkan dari segala penyakit

    Like

    • Iya nih, penawaran uang kembalinya menarik. Jadi kalau kita sehat dan ngga ada klaim, bisa kita nikmati uang tadi sebagi bentuk tabungan. Sama nih, aku juga kudu jaga pola makanku yang agak kacau, Mba😀.

      Like

  5. Pernah alami di keluarga sendiri juga ini kak, bapak sakit hipertensi, juga stroke, selama 8 tahun. Biaya pengobatan dan terapi tak putus, tapi lebih dari itu, kan sedih kalo ada keluarga yang sakit :'(. Sebabnya, bapak pekerja keras dan perokok keras kak, makanannya kalo gak lagi dalam pengawasan ibu, sering yang tinggi kolesterol, dan jarang olahraga sakin sibuknya. InsyaAllah sekarang beliau sudah tenang dan gak sakit lagi :’. Sehat- sehat kita dan keluarga ya kak…

    Like

    • Setahuku kalau udah terdeteksi penyakit kritis begitu udah sulit dapat persetujuan asuransinya. Karena udah bukan risiko lagi tapi memang penderitanya, Mba. Semoga aku ngga salah info🙂.

      Like

  6. Ngomongin soal penyakit, aku tuh takut sakit. Pas remaja pernah mengalami ginjal bocor, sekarang sudah punya ank takut sakit… mikirin ntar kalau kenapa2 gimana, anaknya gimana…

    dan soal asuransi, menurutku penting banget…Buat berjaga-jaga lah ya… :

    Like

    • Wah pernah ginjal bocor begitu wajar kalau sekarang dirimu jadi khawatir ke anak-anak ya, Mba. Memang itulah pentingnya persiapan asuransi kesehatan untuk jaga-jaga supaya kalaupun terjadi sakit bisa tercover biayanya yang ngga murah itu.

      Like

  7. Ekonomi seseorang akan terganggu jika ada masalah kesehatan. Begitu juga ekonomi negara, akan terganggu jika banyak masalah kesehatan yang belum diselesaikan.

    Semoga masyarakat Indonesia selalu sehat kedepannya sehingga Indonesia menjadi negara yang sehat dan juga kuat ekonominya.

    Like

    • Setuju sama pernyataan pertama. Kita sama-sama berharap semoga masyarakat Indonesia pada umumnya dan keluarga terdekat khususnya senantiasa diberikan kesehatan. Supaya hidup lebih bahagia dan berkualitas, Iyan🙂.

      Like

  8. pergeseran pola penyakita dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular memang enggak hanya bikin penderitanya akan menderita penyakit dalam waktu yang lama (kronis) tapi juga membutuhkan biaya yang besar. konon, tingginya angka penderita penyakit kronis ini lah yang menyebabkan BPJS defisit. semoga kita senantiasa selalu menjaga kesehatan kita ya kak

    Like

    • Bener Liza, kalau semakin banyak orang terkena penyakit kritis, selain BPJS defisit juga kualitas hidup masyarakat kita makin rendah, ya. Semoga kita sekeluarga selalu diberi Allah kesehatan. Aamiin🙂

      Like

Yuk, silahkan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s