Surat Untuk Mama — Dua tahun sudah berlalu sejak kepergian Mama yang begitu tiba-tiba. Hari-hari berat aku jalani dengan susah payah. Yang terus-menerus menguras air mata. Hanya untuk menumpahkan segala emosi yang menyesakkan dada.

Surat Untuk Mama — Dua tahun sudah berlalu sejak kepergian Mama yang begitu tiba-tiba. Hari-hari berat aku jalani dengan susah payah. Yang terus-menerus menguras air mata. Hanya untuk menumpahkan segala emosi yang menyesakkan dada.

Distraksi — Aku menyeruput teh hangat sambil menikmati sarapan. Smartphone yang terletak di sampingku tidak berhenti mengeluarkan notifikasi. Entah kenapa aku merasa sedikit terganggu. Cepat-cepat aku ubah ke silent mode. Toh aku masih ingin menghabiskan sarapan ini tanpa gangguan.

Maaf Ibu — Aku percaya cinta pada pandangan pertama. Dan cinta itu jatuh pada sosok wanita yang aku sebut “mama”. Beliau adalah orang yang pertama kali kulihat di dunia. Yang menatap dan mendekapku erat penuh rasa.

Pengalaman Hidup di #UsiaCantik yang Mendewasakan — Tanpa terasa tahun 2016 akan segera berlalu. Begitu pula bilangan usia yang terus bergerak maju. Belakangan aku sering berpikir tentang apa yang sudah aku lakukan di sepanjang usia. Jangan-jangan aku hanya menghabiskan jatah hidup saja tanpa berbuat apa-apa.
Menurut sebagian besar orang, waktu bisa membuat lupa dan mengobati luka. Kenyataan yang aku rasakan justru tidak begitu. Betapa sulitnya melupakan sebuah peristiwa yang secara tidak langsung turut merubah jalan hidupku. Peristiwa yang menggoreskan luka di hati yang belum ada penawarnya.
