Seandainya #MaafIbu Masih Bisa Terucap

Maaf Ibu — Aku percaya cinta pada pandangan pertama. Dan cinta itu jatuh pada sosok wanita yang aku sebut “mama”. Beliau adalah orang yang pertama kali kulihat di dunia. Yang menatap dan mendekapku erat penuh rasa.

Molly dan mama
Masa kecil bersama mama

Mama senantiasa menemani saat tumbuh kembangku. Tak bosan-bosannya ia membimbing agar aku menjadi anak yang baik. Mengajarkan sopan santun dan budi pekerti merupakan tugas utamanya sepanjang waktu.

Molly dan mama ke pesta
Pergi ke pesta bersama mama
Molly berulangtahun
Buka kado bersama di hari ulang tahunku

Tanpa disadari ternyata waktu berjalan begitu cepat. Usiaku terus bertambah tanpa diminta. Begitu banyak perubahan yang aku rasakan dari hari ke hari. Hingga tahun berganti tahun.

 

Ketika mulai beranjak dewasa, waktuku banyak dihabiskan bersama teman-teman. Mulai dari mengerjakan tugas sekolah hingga bermain bersama. Dan aku begitu menikmati masa-masa tersebut. Rasanya seperti menemukan dunia baru.

 

Di tengah kesibukanku itu mama tak pernah lupa mengingatkan supaya aku tidak lupa makan. Sebagai seorang ibu tentulah ia khawatir melihat aku terlalu asik dan mengutamakan kegiatan di luar rumah bersama teman-teman. Apalagi aku termasuk tipe anak yang susah makan. Kalau tidak dipaksa ya, malas untuk makan.

 

Sebagai anak sulung, perhatian mama padaku terbilang luar biasa. Padahal aku masih punya dua orang adik perempuan yang juga harus diperhatikan. Semasa sekolah, dulu mama kerap menyuapiku makan kalau aku tengah sibuk mengerjakan sesuatu di rumah. Hal itu dilakukannya hingga aku dewasa.  Aku yang biasanya malas bahkan bisa makan dengan lahap sampai nambah-nambah segala. Ah, rasanya geli juga kalau diingat-ingat. Hahaha.

 

Mama terus bersamaku hingga aku duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Sewaktu lulus SMA, aku memilih untuk meneruskan kuliah di kota Bandung. Hal itu membuat aku harus belajar mandiri karena mama tak lagi bisa mengawasi dan mengingatkanku secara langsung.

Foto berdua dengan mama
Bersama mama di salah satu tempat makan

Sejak tinggal terpisah darinya, aku yang disibukkan oleh tugas-tugas kampus terkadang lupa untuk sekedar menelepon ke Medan. Sayangnya dulu belum ada telepon genggam yang mempermudah komunikasi. Kalau mau menelepon harus khusus pergi ke wartel dulu. Begitu juga mama, tak bisa menghubungi secara langsung melainkan harus menelepon ke tempat kostku. Kalau diikir-pikir lumayan ribet, ya.

 

Tahun berganti tahun hingga akhirnya aku lulus kuliah dan bekerja di Medan. Ini aku lakukan semata-mata untuk menyenangkan hati mama. Memutuskan untuk kembali ke rumah dan berkumpul lagi dengan orangtua adalah sebuah pilihan yang tidak mudah. Pulang ke Medan demi memenuhi permintaan mama. Aku hanya berharap itulah keputusan yang terbaik.

 

Beberapa tahun setelahnya akupun menikah. Dan mama tetap menjadi sosok yang terpenting dalam hidupku. Namun aku yang berubah status menjadi seorang istri tentu memiiki segudang kewajiban untuk mengurus rumah tangga. Kesibukan terus bertambah sejak menyandang gelar sebagai istri yang bekerja di kantor.

Kenangan foto bersama mama
Bersama mama di Medan Club

Aku tak sadar betapa kesibukan itu mulai membuatku melupakan hal-hal penting. Bahkan untuk urusan kecil sekalipun. Padahal dengan kemajuan teknologi yang ada, tentu tak sulit untuk sekedar menyapa orangtua lewat telepon maupun pesan singkat.

 

Aku yang cukup sering meminta bantuan untuk hal remeh-temeh pada mama terkadang lupa mengucapkan terima kasih. Aku masih merasa itu merupakan kewajibannya untuk menyenangkan aku dan adik-adik. Satu hal yang aku benar-benar lupa, sampai setua itu aku masih saja membuat mama repot! Mulai dari memintanya membuat masakan tertentu  hingga menitipkan kucing-kucing kesayangan bila aku dan suami bepergian ke luar kota.

 

Banyak hal yang telah mama lakukan untukku dan adik-adik. Namun aku kerap melupakan jasa-jasanya. Tak sadar betapa besar pengorbanan dan cinta kasih yang  dicurahkannya padaku. Aku yang pernah melakukan kesalahanpun bahkan sering lupa meminta maaf!

 

Kini umat muslim sedang menikmati bulan suci Ramadan. Bulan penuh berkah dan ampunan. Momen istimewa seperti ini mengingatkanku kembali akan kehangatan dan kebersamaan keluarga. Mengembalikan kenangan indah tentang betapa luar biasanya kasih seorang ibu.

 

Sebagai anak, aku sangat ingin membalas cinta kasih mama. Betapa ketulusan dan pengorbanannya dalam membesarkan serta merawatku menjadi sesuatu yang tak ternilai harganya. Baktiku kepada mama tentu tak sebanding dengan apa yang telah diberikannya sepanjang hidup.

 

Ramadan dan Lebaran yang sebentar lagi dijelang sungguh menjadi momen yang amat ditunggu-tunggu. Momen untuk ikhlas meminta maaf kepada orang tua sembari memberikan pelukan hangat sebagai tanda cinta kasih kita kepada mereka.

 

Di momen yang sangat spesial tersebut, sebuah video persembahan “Kasih Ibu” dari Pantene dan Downy lewat Kolaborasi Dua Diva Indonesia, yakni Anggun C. Sasmi dan Andien membuatku begitu terinspirasi untuk membalas cinta kasih mama. Lirik lagu tersebut begitu unik dan menyentuh serta memiliki arti yang berbeda dari kita kecil hingga kini dewasa.

 

Untuk melengkapi kenangan bersama mama tercinta, aku menyaksikan video istimewa ini.  Dan siapapun yang juga ingin merasakan hal yang sama bisa menyaksikan video persembahan Pantene dan Downy di social media channel Youtube Pantene Indonesia dan Downy Indonesia melalui link tiny.cc/maafibu

Saatnya Balas Kasih Ibu
Maaf Ibu

Video #MaafIbu tersebut menggambarkan betapa kita sebagai anak seringkali menyusahkan ibu dan melupakan sosoknya di saat-saat tertentu. Namun ibu tetaplah seorang ibu. Wanita luar biasa yang telah melahirkan dan membesarkan kita dengan penuh cinta kasih.

 

Sudah selayaknyalah setiap anak menghargai dan tak lupa terus mendoakannya. Video kolaborasi tersebut merupakan persembahan istimewa dan tanda terima kasih seorang anak terhadap ibunya. Usai menyaksikannya akupun menyeka air mata yang jatuh membasahi kedua pipiku. Ya Allah, aku ingat mama!

 

Pantene percaya bahwa menjadi kuat kini merupakan sebuah filosofi bagi para wanita, sebab mereka memiliki kekuatan karena dibesarkan oleh seorang wanita yang luar biasa kuat, yakni ibu. Dan Downy memaknai bahwa keharuman tertentu dapat mengingatkan banyak hal. Mengantarkanku membangkitkan kembali kenangan masa kecil dan tentunya kebersamaan dengan mama.

 

Di hari yang istimewa ini Pantene dan Downy bekerjasama dengan KEB #PanteneDownyXKEB mengadakan Giveaway bertema #MaafIbu. Periode lombanya mulai tanggal 29 Mei hingga 5 Juni 2017. Yuk, buruan ikutan mumpung masih ada kesempatan! Jangan lupa untuk submit link Instagramnya di bit.ly/KEB_maafibu ya. Keterangan lengkapnya ada di http://bit.ly/KEBMaafIbu

KEB Giveaway
KEB Giveaway bertemakan #MaafIbu

Ma, seandainya dirimu masih ada di dunia tentu aku bisa merasakan kebahagiaan berlebaran bersama tahun ini. Tetapi waktumu sudah tiba. Janji Tuhan telah datang padamu di bulan Oktober tahun 2015 lalu. Mama dan papa yang sangat kucintai telah menghadap Sang Maha Pencipta lewat sebuah peristiwa tragis. Aku tak mungkin lagi mengucapkan kata maaf padamu, Ma.

Mama di Taman Simalem
Ekspresi bahagia mama
Foto bareng mama di Taman Simalem
Kenangan bersama mama di Taman Simalem, Sumatera Utara

Ini merupakan Ramadan kedua tanpa mama. Tak bisa dipungkiri bahwa hatiku terasa kosong tanpa kehadirannya. Semua kenangan begitu membekas di dalam hati.

 

Kini aku hanya bisa mendoakanmu dari sini. Juga telah mengikhlaskan kepergianmu yang sangat tiba-tiba. Seandainya saja aku bisa meminta maaf langsung padamu, tentu mama akan aku peluk erat seakan tak ingin dilepaskan lagi.

 

“Molly rindu sekali sama mama. Semoga mama beristirahat dengan tenang di sana, ya” ucapku dalam hati sambil memeluk foto mama dan menangis di atas sajadah panjang.

 

 

36 thoughts on “Seandainya #MaafIbu Masih Bisa Terucap

  1. Assalamualaikum. Mendalam sekali Mbak. Alhamdulillah Amak (Ibu) saya masih ada, tapi Papa yang sudah tiada (Saya panggil Amak dan Papa) Bacanya suka dan bangga saya masih tetap seperti dulu, cengeng dan melow. Tapi kiranya baper saya saya banggakan karena yang namanya Ibu, sekalipun dia breng…se breng-brengnya pasti ingat pada ibunya. Bukan dari rasa sakit saat melahirkan, itu tak sesakit yang lain, tapi dari kodratnya Ibu itu yang mempunyai putra-putri hasil dari jiwa raganya yang diperantarai dengan Bapak oleh Allah SWT. Betul tak Mbak. Salute lah pokokna mah si Mbak teh. Sukses dan saya titip doa untuk beliau, Ibunya Mbak/Ito’

    Like

    • Wa’alaikumsalam. Memang kenangan bersama ibu ngga akan hilang sampai kapanpun. Berbahagialah yang masih bisa membahagiakan ibunya☺. Semoga beliau sehat2. Makasih untuk doanya, ya.

      Liked by 1 person

  2. Dengar lagunya bikin makin kangen sama Emak. Beruntunglah kita yang masih bisa berbakti pada Emak, sekalipun Ibu selalu memaafkan lebih dulu dari permohonan kita #MaafIbu

    Alfatihah utk almarhumah Ibunda, ya kak Molly

    Like

    • Aamiin… makasih Kina😙. Bener, beruntunglah kalo masih bisa berbakti dan membahagiakan ibu. Kadang kesibukan membuat kita lupa kehadirannya. Padahal beliau ngga menuntut banyak, cuma pingin diperhatikan anaknya aja😢.

      Like

  3. Setiap dengar kata mama memang selalu menggetarkan jiwa.
    Selalu terharu ya kak kalo uda membahas tentang mama.
    Aku lihat video dan mendengarkan musiknya pun ikut terbawa perasaan.
    Alhamdulillah nya aku msh ada mama yg nemeni kesana kesini saat ini.
    Alfatihah untuk mama kakak ya,kak.
    Maafnya diucapkan melalui doa-doa ya kan kak.

    Like

    • Aamiin… makasih, Rin. Memang kalau udah ngga ada mama gini rasanya ya beda. Kangen ngga terobati, cuma bisa kirim doa untuk almh😢. Mumpung mamanya masih sehat, bisa terus dibahagiakan, ya.

      Like

  4. pas liat video ini aku nangis apalagi pas ikutan upload foto mamah aku nulis caption sambil nangis y Alloh liriknya pas sama keadaanku yang jarang pulang pas kuliah dan ga pernah sempetin ngobrol 😦
    *alfatihah untuk alm mamah kita y mba

    Like

    • Begitu mama kita udah ngga ada, terasa banget kehilangannya ya, mba😢. Aku juga berurai air mata nulis postingan ini. Teringat wajah mama dan kenangan terakhir sama beliau. Semoga almarhumah mama kita tenang di sana, ya😢.

      Like

  5. Al fatihan buat Mama, Papa & keponakan Mba Molly.. Dan aku doakan jg mba Molly selalu kuat, hepi & sehat terus..
    Dulu aku berantem terus sama mamih, tapi pas nikah & punya anak baru berasa susahnya jadi Ibu.. (mewek mulu lah pokoknya hihihi) kasih Ibu emang ngga bisa kita lupain sepanjang waktu 🙂

    Like

    • Aamiin… makasih Mba Sandra😙. Semoga kita sehat-sehat slalu ya, mba. Hihi iya kalo inget kelakuan zaman dulu rasanya sebel sendiri, kok bisa ya nyusahin nyokap terus.

      Like

Yuk, silahkan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s