Sudah sepantasnya aku mengucap syukur untuk perjalanan ngeblog di sepanjang tahun 2017. Tidak sempurna memang, tapi banyak sekali pelajaran yang aku dapat. Bukankah ilmu dan pengalaman itu adalah sesuatu yang tak ternilai harganya, kan?

Sudah sepantasnya aku mengucap syukur untuk perjalanan ngeblog di sepanjang tahun 2017. Tidak sempurna memang, tapi banyak sekali pelajaran yang aku dapat. Bukankah ilmu dan pengalaman itu adalah sesuatu yang tak ternilai harganya, kan?

Hari ini aku mendapati seluruh linimasa media sosial dipenuhi oleh foto teman-teman bersama ibu mereka. Aku tersadar, ternyata ini adalah Hari Ibu. Tanggal 22 Desember memang selalu menjadi hari dimana semua anak mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa seorang ibu.

Aku tahu perjalanan kali ini akan berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Waktu yang kami punya teramat singkat dan sangat berharga. Aku ingin benar-benar bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Tidak lagi menjejali pikiran dengan banyak keinginan, namun coba menciptakan liburan tanpa aturan.

Pergi berlibur rasanya sudah seperti candu. Jauh sebelum trend liburan marak seperti sekarang, aku beruntung sudah rutin menjadwalkan waktu untuk sekedar lepas dari kejenuhan dan penat. Namun sejak dua tahun terakhir ritme perjalananku mengalami perubahan besar. Sesuatu yang terbiasa dilakukan selama bertahun-tahun tiba-tiba sulit dilakukan lagi.

Melalui The Onyx Lounge, Four Points by Sheraton Medan mendefinisikan sebuah pengalaman menikmati makanan ringan namun berkelas. Resmi hadir pada hari Rabu tanggal 29 November 2017 lalu, pemilik hotel beserta Bapak Tedi R. Trilesmana selaku General Manager melakukan pengguntingan pita sebagai tanda dibukanya The Onyx Lounge.
