Keindahan kota Xi`an tak pernah habis untuk dinikmati para pelancong. Walau pagi itu langit tak secerah kemarin karena tertutup kabut, tak menghalangi gerak kaki kami untuk berjalan-jalan di pusat kota yang terletak tak jauh dari hotel tempat kami menginap.
Langkah kaki berjalan menyusuri jalan sempit di Muslim Quarter. Tak jarang kami berdua harus sesekali merapat ke lapak penjual untuk menghindar dari kendaraan yang melaju di tengah jalan. Area yang dipenuhi oleh orang yang berjalan lalu-lalang terasa semakin padat menjelang malam.
Good morning Xi`an! Aku masih sedikit mengantuk saat alarm smartphone berdering. Badan terasa letih. Satu-satunya hal yang membuatku tetap semangat dan memilih untuk bangkit dari kasur hotel yang empuk adalah rencana kami berdua untuk menikmati keindahan kota Xi`an dari ketinggian. Kami mau naik gunung? Atau mau memanjat gedung tinggi kayak Spiderman? Bukaaaan… hahaha. Hari ini kami ingin jalan-jalan di Xi`an City Wall. Rasa penasaran cukup menggelitikku untuk segera bersiap-siap menuju kesana.
Bila kita melangkahkan kaki menuju arah Barat sekitar 100 meter dari Bell Tower, lalu berjalan melewati Drum Tower maka akan terlihat Muslim Quarter. Tempat ini memiliki sejarah panjang. Konon di masa lalu sejak perdagangan Jalur Sutera Lama (kuno) yang dimulai dari kota Xi`an, para utusan diplomatik asing dan sejumlah pedagang dari Persia dan Arab datang ke sini. Mereka datang untuk melakukan perdagangan, lalu menetap hingga menikah dan mempunyai anak. Sejak itulah populasi mereka bertambah secara bertahap. Kini sebagian besar penduduk di Muslim Quarter adalah keturunan orang-orang migran.
Adakah yang pernah mengunjungi kota Xi`an? Namanya memang tak setenar Beijing ataupun Shanghai, tetapi Xi`an menyimpan sejarah panjang yang menarik. Bila China diibaratkan sebagai sebuah pohon, maka Beijing adalah sebuah mahkota, dan Xi`an adalah akar yang terletak paling dalam.