Oleh-oleh Yang Tak Sampai — “Ma… tolong bikinin sambal teri kacang dan rendang untuk kami bawa ya?”, pintaku ke mama.
Tepat beberapa hari menjelang rencana kepergianku dan suami untuk berlibur ke China, aku minta tolong agar mama membuatkan dua jenis masakan yang bisa kami bawa sebagai bekal persiapan sarapan selama 10 hari. Sejujurnya, saat traveling kemanapun aku tak pernah membawa bekal makanan dari Indonesia, apalagi sampai khusus meminta mama untuk membuatkannya.

Entah kenapa, setelah bolak balik mikir akhirnya aku memutuskan untuk membawa beberapa bahan makanan (beras yang sudah dibungkus dalam plastik kecil-kecil dan 6 cup mie instan mini) plus mini rice cooker (yang biasa dipakai orang untuk traveling). Alasannya sederhana, mengingat di China tak begitu mudah mencari makanan halal maka daripada pagi-pagi harus repot keliling-keliling nyari sarapan halal mendingan siapkan sendiri aja di hotel supaya hemat waktu. Jadi rencananya khusus untuk pagi aku mau masak nasi dan makan dengan lauk yang dibawa dari Medan (rendang dan sambal teri kacang). Kalau makan siang dan malam masih bisa dicari tempatnya.
Selama berada di China, aku dan suami selalu sarapan nasi terlebih dahulu sebelum keluar dari hotel. Mau sedikit repot membawa peralatan dan bahan makanan tadi memang diluar kebiasaanku. Entah apa yang mendorongku untuk meminta mama membuatkannya. Toh mama juga menyanggupinya.
Perjalanan liburan kami berdua ke Beijing dan Xi`an nyaris tanpa kendala yang berarti. Semua terasa sangat menyenangkan. Merancang perjalanan sendiri mulai dari membeli tiket pesawat, memesan kamar hotel hingga menyusun itinerary aku lakukan sendiri atas kesepakatan kami bersama. Walau mungkin tak banyak orang Indonesia yang menjadikannya sebagai negara tujuan wisata favorit seperti halnya Hong Kong, Korea dan Jepang, namun bagi kami berdua China memiliki tantangan tersendiri. Itulah sebabnya aku dan suami memutuskan untuk berangkat secara mandiri alias tidak menggunakan jasa tour and travel.
Usai menikmati liburan selama 10 hari di dua kota itu, kamipun tiba kembali di Medan pada tanggal 22 Oktober 2015 sekitar jam 15.00 Wib. Tak ada yang berbeda, hanya saja selama berada di China aku kerapkali mengirimkan sms atau whatsapp ke papa sekedar memberitahukan kabar maupun rencana perjalanan kami. Bahkan di hari kepulangan kami ke Medan, papa sempat menawarkan diri untuk menjemput kami di bandara Kuala Namu. Namun mengingat barang bawaan kami cukup banyak akhirnya aku menolak secara halus tawaran itu dengan alasan koper-koper itu gak akan muat masuk ke dalam mobil. Biasanya papa, mama dan keponakanku Diqa selalu menjemput kami.
“Jam berapa nanti tiba di Kuala Namu, biar kami jemput?”, papa mengirimkan sms saat aku tiba di Kuala Lumpur.
“Kami gak usah dijemput pa… gak muat mobilnya ada 3 koper. Nanti kami pulang naik taxi aja”, aku membalas smsnya.
“Wah kopernya bertambah ya? Kenapa di mobil gak muat?”, tanya papa lagi.
“Kami naik AA QZ 123 tiba di Kuala Namu jam 3 sore. Gak papa gak usah dijemput pa… payah kali koper besar-besar dan berat bingung mau tarok dimana. Kami pulang sendiri aja langsung ke sei padang”, aku menerangkan lewat sms.
Begitulah akhirnya hingga aku masih sempat mengirimkan sms terakhir sesaat sebelum pesawat take off. Sekitar jam 15.00 Wib kami sudah mendarat di Kuala Namu dan langsung menggunakan mobil sewa Toyota Avanza menuju ke rumah orang tuaku.
Setibanya disana, hanya ada papa dan Diqa di rumah. Menurut papa, mama sedang keluar untuk pergi mengaji. Agak kecewa sebetulnya karena gak ketemu sama mama, tapi besok aku tetap berencana akan ke rumah orang tuaku lagi. Sore itu aku, suami, dan papa duduk di teras depan rumah sambil menceritakan pengalaman kami selama berada di Beijing dan Xi`an.
Papa sangat antusias menanyakan banyak hal. Beliau sudah cukup banyak traveling kemana-mana sejak masih muda. Amerika, Eropa, Jepang, Korea dan beberapa negara lain sudah pernah ia kunjungi. Itulah sebabnya ia selalu antusias bila kami berencana untuk traveling kemanapun. Sementara keponakanku Diqa duduk manis di sampingku sambil melihat beberapa foto perjalanan kami di smartphone-ku.Tak lama kemudian adikku pulang dari kantor, dan saat azan maghrib berkumandang kamipun masuk ke dalam rumah.


Waktu hampir menunjukkan jam 7 malam, namun mama belum juga pulang. Papa bolak balik menelpon handphone mama tapi tak berhasil dihubungi. Tumben handphone mama sampai lowbatt dan mati tapi mama gak menghubungiku samasekali. Sambil menunggu, aku, suamiku dan papa sempat makan malam bersama di rumah. Kebetulan mama spesial masak ikan tongkol khas Aceh. Usai makan, akupun pamit ke papa.
“Pa… kami pulang dulu ya, besok kami kesini lagi”, ujarku sambil aku melihat ke arah papa yang duduk di dapur dan menonton tv.
“Oh.. ya.. ya…”, papa menjawab singkat.
Keesokan harinya, Jum`at tanggal 23 Oktober 2015 sekitar jam 10.30 pagi mama menelponku. Suaranya terdengar biasa, tidak terlalu ceria tapi juga tidak terdengar sedih. Pembicaraan kami di telpon hanya membicarakan ulah kucing-kucingku yang berjumlah 7 ekor yang aku titipkan di rumah mama saat berangkat ke China.
“Nanti rencananya Icha juga mau datang ke rumah, sekalian makan siang karena Dedi pagi-pagi udah berangkat ke Aceh”, mama menjelaskan di telpon.
“Oh iya ma… kami pasti kesana juga hari ini sekalian mau ngasih oleh-oleh, tapi sehabis sholat Jum`at aja ya… nanggung. Ini abang juga ada di rumah karena masih cuti”, ujarku.
“Oh ya udah… nanti datang aja ya…”, kata mama.
“Iya ma… nanti siang ya… dadaaaaahh “, sambil aku menutup pembicaraan di telpon.
Semua terasa biasa saja. Sekitar jam 13.20 Wib tiba-tiba sebuah panggilan telpon membuat aku dan suami terhenyak ! Adikku menelpon ke handphone suamiku sambil menangis.
“Bang… cepat datang ke Sei Padang, rumah kayaknya dirampok!”, jeritnya panik di telpon.
Kami berdua terkejut sampai tak bisa berkata-kata lagi dan langsung menuju ke rumah papa. Di perjalanan aku masih menduga-duga apa yang terjadi, hingga akhirnya adikku menelpon handphone suamiku kembali dan entah berkata apa hingga suamiku langsung shock dan tangannya bergetar saat menyetir mobil. Ya Allah… ada apa ini???
Jam 2 siang kami tiba disana, orang sudah ramai berkerumun, beberapa orang polisi tampak ada disana. Aku langsung berlari ke arah rumah dan menerobos kerumunan. Di pekarangan depan, adik bungsuku Icha memelukku erat dengan wajah stress.
“Kalau lu gak kuat, gak usah lihat yah”, ia setengah berbisik di telingaku.
“Yaaaa Allah… “, aku menangis panik hingga nyaris terjatuh.
Akhirnya aku dituntun oleh suami dan Icha menuju ke arah dapur. Pemandangan yang tak pernah ada dalam pikiranku kini harus aku saksikan. Kedua orang tuaku tercinta dan keponakanku Diqa yang masih berusia 7 tahun ditemukan sudah terbaring tak bernyawa. Diqa adalah anak satu-satunya dari adikku Erika yang ikut menjadi korban.
“Astaghfirullahaladziiim… ya Allah !!”, tangisku tumpah sejadi-jadinya.
Semua persendianku terasa lemas, aku terjatuh dan sempat ditahan oleh suamiku. Tanganku bergetar dan otakku seketika blank ! Siapa yang begitu tega berbuat ini kepada orang tua dan keponakanku??
Entahlah… hari itu seolah menjadi sebuah mimpi buruk dalam hidupku. Aku tak pernah menyangka bahwa kemarin adalah saat terakhir aku masih melihat papa dan Diqa di rumah ini. Seketika aku merasa sangaaaaatt menyesal tatkala mengingat pesanku agar papa tak usah menjemput kami di bandara. Bukan apa-apa, pagi sebelum peristiwa itu terjadi, mama sempat mengatakan di telpon bahwa sewaktu akhirnya mereka bertiga tak jadi menjemputku di bandara, mama memutuskan untuk pergi mengaji saja sore harinya. Ya Allah… mungkin kalau waktu itu mereka menjemput kami, aku masih sempat bertemu dengan mama terakhir kali !



Hari demi hari usai peristiwa perampokan berdarah itu masih meninggalkan trauma, kecewa dan duka yang mendalam. Kebahagiaan keluarga kami terasa dicabut oleh orang-orang yang berbuat keji. Tiga orang tercinta harus pergi meninggalkan kami dengan cara yang tak normal.
Hari Minggu kemarin aku, adik-adik dan semua keponakan kembali membersihkan rumah almarhum papa. Kami sengaja berada disana untuk merasakan kembali suasana rumah yang biasanya hangat oleh sambutan papa dan mama. Tak ada lagi tawa dan keceriaan almarhum Diqa keponakanku tercinta. Tak ada lagi sosok papa dan mama ditengah-tengah kami. Semua terasa kosong, seperti kosongnya hati kami yang ditinggalkan.



Ada beberapa perilakuku yang tak biasa saat kami berada di China. Menurut suamiku, aku terlalu sering meng-update keberadaan kami via pesan singkat ke papa, hal yang tak pernah aku lakukan selama ini. Bila kami pergi traveling, aku tetap mengabari papa tapi sekedarnya saja. Kali ini aku bolak balik mengirimkan sms untuk papa.
Selain itu, selama di Beijing aku bolak balik bilang ke suamiku bahwa aku harus membeli oleh-oleh untuk papa, mama, adik-adik dan keponakan. Bahkan aku memaksakan diri untuk mencari oleh-oleh ditengah jadwal perjalanan kami yang sangat padat. Biasanya, aku tetap membelikan mereka oleh-oleh namun semuanya dilakukan di hari terakhir perjalanan menjelang pulang. Karena sikapku yang tak biasa tadi, aku dan suami bahkan sempat berdebat panjang soal oleh-oleh hingga aku merasa marah sekali !
“Ya namanya kita berkeluarga… tetap harus beli oleh-oleh untuk mereka semua. Kecuali mereka udah gak ada lagi didunia ini, barulah kita gak perlu sibuk beli apa-apa lagi !”, ujarku dengan nada tinggi bercampur kesal.
Bila aku mengingat kembali, rasanya seperti gak percaya aku mengeluarkan perkataan seperti itu. Aku gak sadar samasekali. Entah ini merupakan satu pertanda bahwa memang aku akan ditinggalkan oleh orang tua dan keponakanku.
Hal aneh lainnya yang terjadi selama perjalanan adalah dimana aku memaksakan diri untuk membeli sebuah handbag berwarna hitam untuk mama di sebuah mall, tepat di hari terakhir kami berada di Xi`an sebelum sorenya bertolak menuju bandara. Oleh-oleh untuk mama dan keluarga lainnya sudah aku persiapkan dan sudah tersusun rapi di dalam koper. Tapi entah mengapa, tiba-tiba aku merasa harus membelikan mama (lagi) sebuah handbag berwarna hitam.
“Bang… Molly pingin belikan mama tas yang ini, kasian mama”, kataku pada suami.
“Loh… tapi kita udah selesai beli-beli untuk oleh-olehnya kemarin?”, tanya suamiku kebingungan.
Akupun merasa galau antara jadi membeli atau tidak. Sibuk memilih-milih tas tapi bingung sendiri. Suamiku bukannya gak mengizinkan aku beli sesuatu lagi tapi ia heran kenapa aku maksa tapi galau sendiri. Akhirnya aku jadi membeli sebuah handbag hitam untuk mamaku.
Saat transit di bandara KLIA 2 Kuala Lumpur, dengan kondisi koper kami langsung berpindah dari pesawat sebelumnya dan backpack yang aku bawa sudah nyaris penuh, aku masih membeli beberapa kotak coklat sebelum boarding.
“Bang… mau beli coklat dulu, kan papa suka makan coklat”, kataku saat melewati gerai coklat.
Suamiku udah pasrah aja dengan kondisi backpack yang kepenuhan dan masih harus dipaksa untuk memasukkan beberapa kotak coklat. Dalam hatiku, aku pingin lihat wajah keluargaku senang saat dibawakan oleh-oleh dari perjalanan panjang kami.
Kini, semua oleh-oleh yang aku siapkan untuk papa, mama dan Diqa tak pernah sampai ke tangan mereka. Hanya beberapa kotak coklat dari dalam backpack-ku yang sempat aku berikan langsung ke papa hari itu. Mama bahkan tak pernah tau apa oleh-oleh istimewa yang aku siapkan untuknya.
“Pa… ma… maafkan Molly ya, tak sempat memberikan oleh-oleh perjalanan kami. Tak sempat juga berbagi kebahagiaan lewat cerita untuk papa dan mama”. Maafin mommy juga ya Diqa, kemarin sore mommy belum sempat bongkar koper dan ngasih oleh-oleh untuk Diqa”, batinku sambil menangis.



Beberapa hari menjelang keberangkatan kami ke China, adikku sempat menceritakan sebuah mimpi yang maknanya kurang baik. Awalnya aku merasa bahwa jangan-jangan kami berdualah yang akan “pergi”, namun hal itu langsung kutepis dan aku berharap semua akan baik-baik saja.
Tak pernah ada yang menduga bahwa Allah SWT memberikan ujian maha berat usai kepulangan kami. Aku bahkan tak sempat bertemu dengan mama ketika tiba kembali di Medan ! Pelukan terakhir dari mama aku rasakan saat berpamitan sehari sebelum kami berangkat ke Beijing, tanggal 11 Oktober 2015 malam.
“Baik-baik disana nanti ya… akur-akur sama abang”, pesan mama malam itu.
Ya Allah… kini aku tak bisa lagi melihat wajah mereka, tak bisa lagi memeluknya saat rindu. Hanya doa yang bisa aku panjatkan kepada mereka. Almarhum papa dan almarhumah mama telah sangat baik merawat kami, bahkan hingga setua ini mama masih sering membuat makanan-makanan enak untuk anak-anak berikut cucu-cucu.


Aku benar-benar merindukan kalian saat ini. Kadangkala masih terasa seolah papa mama dan Diqa masih ada. Kami sangat menyayangi kalian, namun Allah punya rencana lain. Sedikit kebahagiaanku adalah melihat papa dan mama tetap bersama-sama hingga ajal menjemput. Tak ada yang saling meninggalkan lebih dulu. Mereka dipersatukan olehNya dan dipanggil kembali menemui Sang Khalik pun tetap bersama. Mudah-mudahan Allah menempatkan mereka di tempat yang sebaik-baiknya… Aamiin.
Aku berusaha ikhlas menerima ujian ini sambil terus menata hidup kembali karena tak mungkin terus-menerus dalam kesedihan. Biarlah kenangan manis bersama orang-orang tercinta tetap ada dalam hati dan ingatan. Aku percaya bahwa Allah telah mempersiapkan rencana baik untuk kami sekeluarga ke depannya. Mudah-mudahan kami kuat menghadapi semuanya.
“Beristirahatlah dengan tenang disana ya pa.. ma.. Diqa, kami akan senantiasa mendoakan kalian”.
Terima kasih pada semua pihak yang telah bersimpati, menguatkan, mendoakan dan memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada kami sekeluarga. Semoga kebaikan kalian mendapatkan balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Tulisan ini dibuat bukan untuk tujuan apapun selain untuk mengenang kedua orang tua dan keponakan tercinta yang telah mendahului kami.

Kakak..
LikeLike
Windiiiii ☺ *peluk
LikeLike
Nangis bacanya semalam, hehehe. Jangan berandai andai lagi ya kakaakk. Biar hati lebih tenang dan makin ikhlas. Kalo kakak ikhlas, insya allah om tante dan diqa pun jadi tenang. Jangan jangan mereka juga lagi senyum senyum ni baca postingan kakak, hihihi
LikeLiked by 1 person
Yaah… pas nulis aja masih berurai air mata Win 😢. Sampai sekarang traumanya juga belum hilang dan aku jadi paranoid 😣. Aku ikhlas karena mungkin ini memang jalannya harus begitu. Mudah2an alm dan almh tenang disana 😢. Tolong doakan kami ya Win.. biar tetep kuat dan tabah 😙😙☺
LikeLiked by 1 person
iya kak pasti didoakan. Gapapa kak, namanya juga masi baru kejadiannya. windi aja rasanya sakit bayanginnya, apalagi kakak. Semuanya kuat kok. Pasti kuat. Waktu akan mengobati rasa sakit dan sedih kita ya kak *peluk
LikeLike
Iya Win… Insya Allah kuat, berkat doa semua keluarga besar dan temen-temen pastinya ☺. Aku ambil hikmahnya aja sekarang, untuk introspeksi diri juga. Moga-moga waktu yang akan menghapus semua kenangan buruknya tapi kenangan manisnya slalu tersimpan di hati, ya kan Win? 😊. Makachiiii udah menguatkan ya 😙😙 *peluk
LikeLiked by 1 person
Iyaaaa kakak. Peluk bertubitubi, hihihi
LikeLike
😍😙😀
LikeLike
mbak molllliii T.T
ikut sedih ya mbak, semoga amal ibadah almarhum dan almarhumah diterima dan semoga mereka ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah swt. aamiin.
LikeLike
Aamiin Ya Rabb…
Makasih banyak untuk simpati dan doanya ya mba Eka sayang… mohon doanya untuk kami supaya tetap tabah ya, makasih 😢
LikeLike
Sedih bacanya 😥
Be strong kak Molly, insyaAllah ketiganya pergi di hari baik, Jumat. Dalam Hadits, orang2 yg meninggal di hari Jumat akan terbebas dari siksa kubur. Sudah jadi jalan yg baik buat semuanya kak
Allahummaghfirlahum…
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… makasih ya Putri 😙 *peluk. Semoga mereka kembali dalam keadaan husnul khotimah… Tetap doakan kami ya Put ☺.
LikeLike
😦 Semangat ya kakak dalam menjalani semuanya.. Tetap kuat dan ikhlas,, Semoga Almarhum ditempatkan di sisi yang paling baik oleh Allah SWT..
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… iya Rud, makasih banyak utk semuanya ya. Udah datang juga takziah ke rumah kami. Insya Allah ikhlas Rud… ☺
LikeLike
Iya kak.. 🙂 ntar kita kumpul-kumpul lagi ya..
LikeLike
Iya Rud… kita bakal kumpul2 lagi ntar yah ☺. Salam untuk temen-temen Blog M…
LikeLike
😦 gak tau mau komen apa kak, sendu awak
LikeLike
Iya gapapa Yog… ini curhat aja, biar hati lega 😊. Jangan ikutan sendu yah…
LikeLike
Semangat Kak Molly, yang sabar ya kk 😦
LikeLike
Iya Nurul… makasih banyak ya 😙 *peluk
LikeLike
Ya Allah, aku nangis bacanya, mbak Molly. Doaku utk alm. Papa, almh. Mama, dan alm. Diqa…
LikeLike
Iya mbak… aku juga nulisnya sambil nangis 😢. Makasih banyak doanya ya mbak Ifa 😙😙… mudah-mudahan ada hikmah dari peristiwa ini untuk kita semua… Aamiin.
LikeLike
Aku selalu mendoakan, Molly.. Semoga kuat ya..
LikeLike
Insya Allah kuat… makasih doanya ya Khaira sayang 😙 *peluk
LikeLike
sedih bacanya, cuma bisa ikut mendoakan
LikeLike
Kehilangan orang-orang tercinta sekaligus memang meninggalkan luka yang dalam untuk kami… makasih ya untuk doanya mbak Rani ☺.
LikeLike
ayo senyum kak Molly, mereka disana pasti juga ingin kakak tetap ceria disini 🙂
*hug
LikeLike
Iya Di… ini pelan-pelan lagi ilangin kesedihan biar bisa senyum lagi 😊. Peluk Diah aaahh 😙
LikeLike
Innalilahi wa inna ilaihi roji’un…..semoga papa, mama dan ponakan mb Molly khusnul khotimah. Sedih bacanya…*ikut mewek, ingat ortu juga
Semoga Allah ampuni dosa2 beliau dan menempatkan beliau berdua dan Diqa di tempat yang baik. Aamiin…
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… makasih banyak doanya ya mba Ika 😙. Mudah-mudahan kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT.. Aamiin ☺
LikeLike
bu Mollyyyyyyyyyyyyyyy, sedih kali iza bacanya… g terasa nangis jg dktr ni, mpe ditegur teman. mereka kira iza gi galau. iza lgs teringat alm ayah iza. ujian terberat adalah kehilangan org2 tersayang, apalagi org tua ya Bu…
peluk hangat buat Bu Molly…
LikeLike
Izaaaaa 😙😙. Ya begitulah kira-kira yang kami rasakan walau ini cuma sedikit yang bisa ditulis. Kehilangan orang tua memang pasti menyedihkan banget ya Za, karena Iza pun pernah ngalaminya 😢. Sekarang tugas kita ya tetap melanjutkan hidup… sambil terus mengirimkan doa untuk orang tua kita yang sudah tiada ☺. Mudah-mudahan kita diberi ketabahan Allah SWT ya Za… peluuuuk 😙😙.
LikeLike
Turut berduka Kak Molly.
Semoga Tuhan memberikan tempat yang terang, lapang dan sejuk untuk Almarhum dan Almarhumah.
Semoga keluarga kak Molly dilimpahi kelapangan hati, kekuatan dan kesabaran.
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… makasih banyak doanya ya 😙. Mudah-mudahan kesedihan ini cepat berlalu.
LikeLike
Kak Molly, nangis bacanya. Semoga kakak selalu semangat yah, karena mereka sudah tenang di sisi Allah..
LikeLike
Riiiinn 😢😙 *peluk. Makasih banyak ya Rin buat semuanya… udah menguatkan juga ☺.
LikeLike
Gak bisa berkata2 apa lagi, membaca tulisan kak molly…. Mau nagis gak bisa, ngerembes aja dia 😦 Tetap kuat kak mol, tetap tersenyum selalu…
LikeLike
Makasih banyak ya Dit… mudah-mudahan kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT… Aamiin. Dan mudah-mudahan orang tua Adit diberi umur panjang & kesehatan yah…
LikeLike
Hai kak molly. Sy temennya icha di bank niaga dulu. gak tau mau bilang apa, tapi sy turut merasakan kesedihan yg mendalam. Dulu pernah bbrp kali main ke rumah kk, selalu ingat dengan tante yg ramah, selalu senyum dan ingat masakannya yg enak, icha sering bawa ke niaga janda. Om, tante dan diqa sudah bahagia di surga kak.
LikeLike
Hai Mia… makasih banyak ya 😙. Alm mama memang sering masak untuk temen-temen anaknya ☺… itu juga yang bakal kami rindukan. Mudah-mudahan alm dan almh tenang disana…
LikeLike
Turut berduka mbak, yang tabah
LikeLike
Iya mba Linda… makasih banyak ya 😙
LikeLike
Kak…. iyah ga tau sebenarnya mau berkata apa. Ga pernah ada dalam bayangan kita semua orang yg kita cintai harus berpisah dengan cara yang begitu….
setiap temen2 di kampus cerita soal ini karena heboh juga di kampus dan nunjukin foto yg tersebar di internet iyah cuma bisa marah dan kesel…
Semoga dibalik semua ini ada sesuatu yabg di siapkan Allah kak… amin..
LikeLike
Kejadian ini menyadarkan kita semua bahwa begitu mudahnya Allah mengambil yang kita cintai bila Ia berkehendak. Padahal papa dan mamaku dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Kehilangan ini selain ninggalkan duka juga bikin aku paranoid Yah 😢. Ternyata kita harus waspada dengan orang-orang yang justru kita kenal 😣. Mudah-mudahan Allah punya rencana baik untuk kami ya Yah… Aamiin. Makasih Iyah sayang 😙 *peluk
LikeLike
Duh, kak..sedih bacanya. Semoga selalu sabar dan ikhlas ya kak..semua sudah ketentuanNya..
LikeLike
Iya Nisa… semua terjadi karena takdir Allah. Kami sekeluarga mencoba ikhlas walo rasanya beraaat 😢. Mudah-mudahan ada hikmah dibalik kejadian ini, supaya kita lebih menghargai arti orang-orang yang kita cintai selagi mereka masih hidup. Makasih banyak ya Nisa 😙 *peluk
LikeLike
Kembali, saya ga bisa menahan air mata lagi setelah membaca cerita ini, semoga mama papa dan diqa husnul khotimah, ditempatkan ditempat yang mulia disisi Allah…mba molly dan keluarga diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian Allah yang sangat berat ini…aamiin allahumma aamiin, peluk mba molly…😘😘
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… mba ku sayang makasih untuk dukungan & doanya ya 😙. Semuanya ini menguatkan kami. Tulisan ini hanya untuk melepaskan emosi, kesedihan & kerinduanku sama alm dan almh 😢. Mudah-mudahan jangan ada lagi yg mengalami hal serupa kami ya mba…
LikeLike
Yang sabar ya kak molly….:'(
LikeLike
Makasih banyak ya Dhanic ☺
LikeLike
Innalillahi… Mbak, turut berduka cita ya. Semoga mereka diampuni segala dosa dan dilepaskan segala ikatan duniawinya yang mungkin belum selesai saat kepergian mereka. Semoga mereka sekarang berada di tempat terindah di sisi Alloh SWT. Semoga Mbak dan keluarga selalu selalu selalu diberikan penghiburan sebesar dan sekecil apapun. Semua doa yang terbaik buat almarhum, almarhumah, Mbak, dan keluarga Mbak yang lain…
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… makasih untuk dukungan & doanya ya mba Nita 😙. Makasih juga udah menguatkanku… semoga ujian berat ini bisa dilewati.
LikeLike
astaghfirullahal’adzim… ya Allah sampe speechless dan masih mikir: BENERAN ADA ORANG KAYAK GITU??
insyaAllah khusnul khatimah, dan keluarga diberi kekuatan oleh Yang Mahakuasa.
insyaAllah, aamiin ya Rabbal ‘alamiin…
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… makasih doanya ya mba 😙. Kami sekeluarga juga gak habis pikir kenapa ada orang sekejam itu? Zaman sekarang nyawa nyaris gak ada harganya lagi 😢. Besar harapan kami agar 3 orang pelakunya yang udah tertangkap mendapat hukuman seberat-beratnya 😣.
LikeLike
Aduh speechless mau komentar apa, semoga semuanya dapat menjadi baik-baik saja.
LikeLike
Aamiin… makasih banyak mas Ariev 😢. Semoga kami masih diberi Allah kekuatan & harapan kami 3 orang pelakunya yang udah tertangkap mendapat hukuman seberat-beratnya 😣.
LikeLike
nyesek bacanya 😥
semoga keluarga diberi kekuatan ya mbak, in sya Allah mereka sudah tenang di sana
berharap pelakunya segera diadili dengan hukuman yang setimpal
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… iya mba Aireni, makasih doanya ya 😙. Harapan keluarga juga gitu, pelakunya bisa dihukum seberat-beratnya.
LikeLike
ya Allah … ampunilah dosa keduanya ketiganya, lapangkan kuburnya, terangi jalannya. Amiiiin. sedih … sampe ga sanggup bilang apa2 lagi 😭
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… makasih doanya mba Nisa 😙. Kami sekeluarga masih sangat terpukul dan berduka 😢.
LikeLike
Innalilahi wainna ilaihi rajiun…. turut berduka ya mak. Ga kebayang gimana perasaan mak Molly. Semoga Allah menempatkan kedua org tua mak Molly dan diqa ditempat yg sevaik2nya..diampuni dosa2nya….
Yg tabah ya mak #hugs
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… makasih doanya mak Muna 😙 *peluk. Mudah-mudahan Allah memberi kami kekuatan untuk menjalani ujian maha berat ini mak 😢.
LikeLike
Astaghfirullah… speechless bacanya, In syaa Allah Papa Mama dan dek Diqa diterima amal ibadahnya. Molly juga diberi kekuatan, agar tetap semangat meneruskan cita-cita orang tua, aamiin.
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… makasih doanya ya mba 😙. Kejadian ini memang membuat kami semua terpukul & berduka mba… mudah-mudahan aku masih diberikan Allah semangat untuk melanjutkan hidup…
LikeLike
Baru baca kak, gak tau mau ngomong apa, davi doain semoga keluarga ikhlas dan kuat kayak kakak sekarang 🙂
LikeLike
Aamiin Ya Rabb.. makasih doanya Davi. Mudah-mudahan Allah masih memberikan kami sekeluarga kekuatan. Ini bagian ujian dariNya untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi ☺.. Aamiin.
LikeLike
Asli, bacanya bikin sedih Kak
Semoga keluarga yg ditinggalkan diberi keikhlasan dan kesabaran. Pelaku juga harus dihukum seberat2nya..
Tetap semangat Kak Molly
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… makasih doanya Anggik ☺. Ini ujian terberat untuk kami sekeluarga tapi kami harus ikhlas 😢. Mudah-mudahan aku bisa tetap semangat yah…
LikeLike
Kak molly 😦
Aku bacanya sambil mewek 😦
Semoga mama papa kak molly dan diqa amal ibadahnya diterima oleh allah swt.
Kk tetep kuat y kak…
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… makasih simpati dan doanya ya 😙. Mudah-mudahan dibalik cobaan berat ini Allah masih memberikan kami kekuatan…
LikeLike
Semoga Allah swt selalu berikan kekuatan kepada Mollyta dan keluarga….Amiiin ya Robb…# peluk sayang untuk Molly#
LikeLike
Aamiin… makasih banyak Chichi sayang 😙 *peluk. Mudah-mudahan kami kuat…
LikeLike
Sedihhhh bgt bacanya sampe nangis….smoga almarhum pp dan mm serta ponakan ditemptkn yg layak disisiNYA…aaamiin…tabah dan iklas ya kak sayank….mmmuachh
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… makasih doanya ya Vi 😙 *peluk. Yang baca aja bisa ikut merasakan kesedihan, apalagi kami sekeluarga yang ngalamin langsung 😢… mudah-mudahan kami tabah & ikhlas..
LikeLike
turut berduka cita, molly :(((
LikeLike
Makasih banyak mba Pipit 😙
LikeLike
Spechless bacanya, semoga tabah ya mbak. Dan para alm dimulaikan di sisi-Nya.
LikeLike
Aamiin… makasih doanya ya mas☺. Insya Allah kami kuat dan ikhlas…
LikeLike
Turut berduka cita,Molly. Sedih sekali bacanya. 😢
LikeLike
Makasih banyak mba Clara😙. Mudah-mudahan keluarga mba slalu dalam lindunganNya ya.. Aamiin☺.
LikeLiked by 1 person
Baru kali pertama mampir dan mengalir air mata membacanya
orang tua Mbak Molly dan keponakan mbak si kecil Diqa sudah tenang disisiNya mbak..
Hugs
LikeLike
Aamiin Ya Rabb… makasih banyak ya mba. Mudah-mudahan mereka semua tenang di sisiNya☺. *peluk
LikeLike
Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun turut berdukacita mba peluuuk
LikeLiked by 1 person
Peluuuuukk😙😙😢. Ramadhan yang berat karena rindu mereka semua mba :(.
LikeLike
Mbak Molly..saya baru baca blog post yang ini biasanya sering baca blog post tentang traveling karena suka dengan foto karya mbak..aku speechless mbakk…nangis bacanya :'(…Semoga Mbak dan keluarga selalu dikuatkan dan ditabahkan. Semoga almarhum Ibu, Ayah dan keponakan Mbak sudah tenang di sisi-Nya..turut berduka mbak Molly..*pelukk 😥
LikeLiked by 1 person
Hai mba, makasih ya udah berkunjung ke blog ini :). Di balik semua cerita indah traveling, ternyata kami harus melewati episode berat itu. Mudah-mudahan kami tetap kuat ya, berkat doa dari teman-teman semua :). Terima kasih untuk simpati dan doanya ya, mba 🙂 *peluk
LikeLike
Tercekat baca tulisan mba Molly tentang ini. Awalnya baca status FB, lalu pensaran. Ga nyangka, mba Molly yg ceria banget menyimpan duka mendalam.
Insya Allah mama papa dan Diqa dapat tempat terbaik di sisi Allah, ya.
LikeLiked by 1 person
Aamiin Ya Rabb. Makasih ya Silvi😙. Kejadian setahun yang lalu ini memang masih menyisakan duka di hati kami. Apalagi pas liat berita yang di Pulomas itu, bener-bener shock! Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah SWT ya, Sil☺.
LikeLike
Aku baca ini di kantor dan ngga kuat nangis.. Al-fatihah untuk Mama + Papa Mba Molly + Diqa. Peluk Mba Molly :-*
LikeLiked by 1 person
Makasih doanya ya, mba sayang😙😙 *peluk. Semoga kejadian begini ngga menimpa keluarga yang lain. Karena waktu dengar kasus Pulomas lalu rasanya seperti dejavu, mba😢.
LikeLike
Kak Molly, selama ini liza sering bertanya2 kenapa ya dengan almarhum ortu kakak, kok kakak rasanya kehilangan sekali. Dan liza bari baca postingan ini. Kejadiannya persis seperti yang dialami tetanggal liza kak. Peluk kak molly erat. Liza yakin, papa-mama-diqa telah mendapatkan tempat terindah di sisiNya
LikeLiked by 1 person
Aamiin. Kehilangannya sekaligus tiga, Liza. Serentak pula. Itulah yang bikin kehilangannya dalam. Belum lagi proses panjang di Pengadilan Negeri yang bikin lelah. Pokoknya menguras energi dan air mata. Tapi apapun itu harus dijalani dengan tabah. Makasih ya, Liza. Peluuuukk😙😍
LikeLike
Mba Mollyyyyy.. Peluuuk, peluuuk.. Nyeeees aku bacanya.. Aku baru tahu.. Pernah baca statusmu mba tapi enggak tahu kalo seperti itu kejadiannya… 😦 Semoga almarhum dan almarhumah diberi tempat terbaik dan keluarga selalu kuat ya mba.. Innalilahi wa inna ilaihi raji’un, Al Fatihah untuk papa mama Mba Molly dan Diqa juga…
LikeLiked by 1 person
Aamiin Ya Rabb. Makasih doanya ya, Mba Dita. Iya kisahnya tragis banget, Mba. Tapi kami harus kuat dan melanjutkan hidup. Peluk eraaaaatt😙😙
LikeLike
Mbak Molly…. Pengen banget peluk puk puk mbak Molly… Aku aja ditinggal Ibu udah semacam kehilangan arah.. Apalagi tiga orang yang kita sayang meninggalkan kita diwaktu yg bersamaan..
LikeLike
Pasti tau banget gimana rasanya ya, Erna. Hilang arah dan seperti ngga ada lagi semangat. Tapi hidup jalan terus dan kehilangan orang tercinta jangan sampai bikin langkah kita ikut berhenti. Tetap semangat ya, Allah bersama orang-orang yang kuat. Peluuuuuk😙😙
LikeLike
Peluukkk kakak Molly, semoga khusnul khotimah papa, mama dan keponakan ya kak. aaamiinn
LikeLike
Aamiin Ya Rabb. Peluuuuk Manda😙😙
LikeLike
Al Fatihah untuk papa, mama, dan Diqa. Salut sama ketegaran Kak Molly. *peluk erat*
LikeLike
Aamiin… makasih doanya, Mba Haya sayang. Peluuuuk😙😙
LikeLike
Ya Allah, sedih banget ya. Teganya itu perampok, cuma lansia dan anak kecil pun dibunuh. Padahal ambil barang aja tanpa membunuh. Semoga mendapatkan balasan setimpal untuk para perampoknya. Dan orangtua & keponakan Mak Molly mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya ya.
LikeLike
Aamiin… makasih doanya ya, Mba. Kadang kita ngga pernah tau kenapa ada orang yang tega menghabisi nyawa, tapi kenyataannya terjadi di keluarga sendiri. Saat ini kami masih menanti keputusan dari MA atas dakwaan perbuatan keji mereka, Mba.
LikeLike
Ya Allah. Bergetar aku mbacanya. Semoga almarhum dan almarhumah telah tenang di surga dengan segala kebahagiaan ya Mbak Molly.
LikeLike
Aamiin Ya Rabb. Pedih tapi harus dijalani dengan ikhlas. Makasih ya, Yuk Annie. Peluuuk😙
LikeLike
Al Fatihah untuk Papa Mama dan ponakan kak Molly. Semoga ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin
Peluuk kak Mollyta
LikeLike
Aamiin Ya Rabb. Makasih ya, Mba Ika. Peluuuk😙
LikeLike
Speechless baca sampe titik terakhir.semoga Allah selalu melindungi keluarga mbak.Molly… Menjaga alm ortu dan adik Surga di surga. Memang tidak ada yang kekal di dunia ini, Selalu kirim doa2 terbaik ya mbak, al Fatihah
LikeLike
Aamiin. Doa-doa terbaik selalu kami kirimkan untuk mereka. Makasih banyak ya, Mba. Peluuk😙
LikeLike