Berawal Dari Bangkok Hingga Menuju Khao Luang Cave

Berawal Dari Bangkok Hingga Menuju Khao Luang Cave — Para penumpang penerbangan menuju Bangkok dengan tertib mulai memasuki pesawat Air Asia. Aku beruntung mendapat tempat duduk di window seat. Hana dan Mita duduk berdampingan denganku. Dari balik jendela terlihat langit belum sepenuhnya cerah walau hari sudah pagi.

Penerbangan Air Asia rute Jakarta menuju Bangkok

Tepat pukul 07.30 Wib pesawat lepas landas. Ah, senang akhirnya bisa sampai sejauh ini. Rasanya tak sabar ingin segera tiba di kota Bangkok. Aku sudah cukup lama tidak menginjakkan kaki ke Thailand. Terakhir kali ke sana, aku datang bersama suami ke Hadyai di Thailand bagian Selatan menggunakan minivan dari Penang, Malaysia. Kedatanganku ke negeri Gajah Putih kali ini terasa seperti baru lagi. Ada rasa rindu.

Culinary Trip ke Bangkok bersama YukMakan.com dan Wisata Thailand

Air Asia rute Jakarta ke Bangkok

Pada penerbangan pagi kali ini, rombongan diberikan meal. Nasi kuning Manado dan secangkir teh panas menjadi menu sarapanku yang ke-2. Sebelum menuju bandara aku memang sudah sarapan terlebih dulu di kamar hotel. Lumayan buat menghangatkan badan yang mulai terasa dingin efek dari penyejuk udara.

Menu Nasi Kuning Manado di penerbangan Air Asia

Nasi Kuning Manado di rute penerbangan Air Asia

Berada 3 jam di dalam pesawat lumayan bikin kaki pegel. Entah kenapa belakangan ini aku mulai ngga tahan duduk berlama-lama. Akupun sulit tidur nyenyak dalam perjalanan. Sesekali aku mengobrol dengan Hana yang duduk di sebelahku. Selanjutnya aku memejamkan mata agar perjalanan tak terasa lama.

 

Touchdown di Bangkok

Roda-roda pesawat mendarat mulus di bandara Don Mueang, Bangkok sekitar pukul 11.00. Tidak ada perbedaan waktu antara Indonesia dengan Thailand. Alhamdulillah Ya Allah. Aku bersemangat untuk mengikuti rangkaian tour yang di-arrange oleh YukMakan.com dan Wisata Thailand.

Kedatangan di bandara Don Mueang Bangkok Thailand

Usai turun dari pesawat, beberapa dari kami langsung menuju toilet terdekat. Terjadi antrian lumayan panjang di depan toilet wanita. Sewaktu hampir tiba giliranku, tiba-tiba aku melihat rembesan air berwarna kemerahan mengalir keluar dari salah satu ruang! Damn… kok bisa sih buang air kecilnya ngga duduk di atas kloset?! Aku langsung saling berpandang-pandangan dengan teman lain yang mengantri. Menjijikkan banget! Air bercampur sedikit darah haid sukses bikin aku mual. Tapi karena sudah kebelet, aku tetap rela mengantri.

 

Setelahnya, seorang ibu keluar dengan wajah tenang tanpa ekspresi dari ruang tadi. Ternyata pelakunya orang Indonesia, gaes! Sebel dan bikin malu aja. Bawaan jorok kok dibawa-bawa ke negara orang. Tuh kan, jadi ngomel deh!

 

Saat hendak antri di imigrasi, terjadi insiden kecil. Mas Didik yang iseng memotret dengan kamera 360-nya mendadak dihampiri salah satu petugas. Ia langsung diminta masuk ke ruangan khusus. Duh, mas… kamu kok iseng banget.

 

Tak lama kemudian iapun keluar dari ruangan dengan tenang. Sambil senyum-senyum ia menceritakan pengalamannya. Ternyata si petugas yang masih muda itu hanya meminta agar foto tadi dihapus. Lucunya, ia yang penasaran usai melihat hasil jepretan kamera tadi malah minta foto bersama Mas Didik menggunakan kamera 360 tersebut! Ealaaahh… dia baru ngeh ada kamera kece kayak gitu kali, ya. Kami yang masih mengantri di depan imigrasipun sontak tertawa sambil tertahan. Ada-ada aja.

 

Akses Internet Mudah dengan XL PASS

Setelah melewati pemeriksaan imigrasi, beberapa teman menghampiri penjual sim card di bandara. Bepergian tanpa berbekal akses data internet rasanya hampa, ya. Hahaha. Aku ngga perlu repot mengganti sim card bila bepergian ke luar negeri. Kartu XL ku yang telah aktif paket internet bisa langsung dipakai browsing di Thailand usai mengaktifkan layanan XL PASS.

 

Bagi pelanggan Prabayar yang telah aktif berlangganan paket internet HotRod 24 jam, HotRod Prima, Combo XTRA dan XL Go sebelumnya, bisa melakukan aktivasi XL PASS dengan mudah. Kalau belum berlangganan paket internet apapun, aktivasi dulu paketnya di *123# atau lewat aplikasi myXL.

 

XL PASS-nya mau diaktivasi sesaat sebelum berangkat ataupun setibanya di negara tujuan sih terserah aja. Aku prefer melakukan aktivasinya sesaat sebelum terbang, untuk kenyamanan dan mengantisipasi masalah peralihan jaringan. Jadi sesampainya di Thailand aku tinggal me-restart kembali smartphone sambil menunggu sms notifikasi masuk sebagai tanda XL PASS ku bisa dipergunakan.

 

Kuota internet dari Paket HotRod, Combo XTRA, dan XL Go bisa langsung digunakan di 22 negara favorit (Malaysia, Singapura, Hongkong, Macau, Jepang, Taiwan, Thailand, India, Kamboja, Bangladesh, Sri Lanka, Myanmar, Tiongkok, Australia, Korea Selatan, Denmark, Hungaria, Montenegro, Norwegia, Swedia, Bahrain, dan Israel).

 

Caranya, aktivasi XL PASS di *123*747# atau menggunakan aplikasi myXL lewat smartphone. Trus, biayanya? Murah sih kalau menurutku. Aku bahkan mengaktifkan XL PASS untuk 7 hari sebesar Rp 200.000 saja. Udah bisa terbang ke luar negeri masa ngga punya modal buat beli paket data, ya ngga? Hehehe.

Tarif XL PASS di luar negeri
Sumber: xl.co.id

Bila akan bepergian ke 22 negara favorit sekarang ngga perlu repot mengganti sim card atau mencari spot wifi lagi. Pakai XL PASS adalah cara yang paling praktis, deh. Aku sudah membuktikannya pada perjalananku ke Singapura belum lama ini.

Baca : XL Media Gathering 2016: Seru-seruan di Batam dan Singapura

 

Perjalanan Menuju Hua Hin

Di bandara rombongan telah dijemput oleh seorang pemandu berkewarganegaraan Thailand, dipanggil Pak Hengky. Sejujurnya aku lupa nama Thailand beliau. Hahaha. Kamipun dikalungi bunga tanda selamat datang lalu semua berjalan menuju bus pariwisata yang telah stand by.

Tiba di Don Mueang International Airport Bangkok

Ketika masih di Jakarta, masing-masing peserta tour diberikan semacam pocket money yang bisa dipergunakan dengan bebas. Tujuannya agar peserta bisa membelanjakan uang tersebut untuk membeli makanan di Thailand, terutama bila tiba waktu untuk makan siang dan malam (breakfast dilakukan di hotel). Wah, seru ya! Jadi bebas mau pilih makanan sesuai selera dengan pocket money tersebut. Jumlah uangnya juga lumayan banget! Senangnyaaaa…

Pemandu wisata di Bangkok

Perjalanan menuju Hua Hin akan ditempuh dalam waktu 3-4 jam menggunakan bus. Demi menghemat waktu, kamipun turun untuk membeli makan siang di sebuah tempat. Karena pingin praktis dan tidak memiliki banyak waktu, kali ini aku cukup puas membeli makanan halal di gerai minimarket terdekat. Nasi dengan lauk daging sapi serta roti tuna mengganjal perut hingga tiba waktu makan malam nanti.

Tuna sandwich di Thailand

 

Mampir di Khao Luang Cave, Phetchaburi

Sepanjang perjalanan dari Bangkok menuju Hua Hin, Pak Hengky banyak bercerita tentang Thailand. Karena sedikit lelah, bolak-balik aku tertidur di perjalanan. Sesekali aku memandang ke arah luar sambil mendengarkan ceritanya.

 

Bangkok awalnya bukan merupakan ibukota negara Thailand. Sukhothai lah justru merupakan ibukota yang pertama. Hal ini disebabkan pada masa dahulu sering terjadi peperangan dengan Burma. Wilayah Sukhothai berada cukup jauh dari Bangkok, sekitar 7 jam perjalanan darat. Bila menuju ke arah Chiang Rai, sesungguhnya kita akan tepat melalui wilayah Sukhothai tersebut.

 

Setelahnya, kerajaan Sukhothai sebagai ibukota diteruskan oleh kerajaan Ayutthaya. Hingga akhirnya Ayutthaya resmi menjadi ibukota ke-2 dari Thailand. Ketika Burma berhasil menaklukkan Ayutthaya di tahun 1767, selanjutnya ibukota berpindah ke Thonburi yang sekaligus menjadi ibukota ke-3. Bangkok sendiri adalah ibukota ke-4 yang merupakan pusat dari kerajaan Thailand modern.

 

Sebelum benar-benar sampai di Hua Hin, kami singgah di Khao Luang Cave terlebih dahulu. Khao Luang adalah gunung tertinggi di selatan Thailand dan terletak di wilayah Phetchaburi. Propinsi ini memiliki banyak sejarah dan beberapa tempat beribadah, termasuk kuil-kuil gua yang indah.

 

Tham Kao Luang Cave atau dikenal dengan Khao Luang Cave merupakan sebuah kuil gua yang dibangun di atas bukit kecil dengan ketinggian 92 meter. Kuil ini berusia sekitar 100 tahun dan dibangun pada masa pemerintahan Raja Chulalongkorn. Untuk menuju ke sana, kami harus naik semacam tuk-tuk lagi sekitar 10 menit dari tempat pemberhentian bus.

Tuk-tuk menuju Khao Luang Cave di Phetchaburi Thailand

Di sekitar gua terlihat beberapa ekor monyet yang sedang bersantai. Selama tidak diganggu, sepertinya mereka juga tidak menyerang pengunjung yang datang. Lalu kita harus menaiki anak tangga yang terbuat dari beton, kemudian menuruninya untuk bisa sampai di mulut gua.

Monyet di sekitar Khao Luang Cave Phetchaburi Thailand

Khao Luang Cave Phetchaburi Thailand

Tham Khao Luang Cave Phetchaburi Thailand

Melihat keindahannya aku lantas teringat dengan Goa Celeng yang kulihat di Giliyang, Madura belum lama ini. Sekilas tampak mirip, walau Khao Luang terlihat lebih tinggi dengan beberapa lubang terbuka di dalamnya.

Mulut gua Khao Luang di Phetchaburi Thailand

Di Khao Luang Cave Phetchaburi

Tempat ini pernah direstorasi oleh Raja Rama IV saat beliau berkunjung. Gua tersebut memiliki tiga ruangan, dimana ruangan pertama termasuk juga pintu masuknya. Di sana sekaligus terdapat patung Buddha dan jejak kaki Buddha. Di ruangan kedua serta ke tiga terdapat berbagai ukuran patung Buddha yang lebih kecil.

Gua Khao Luang di Phetchaburi

Stupa di Khao Luang Cave Phetchaburi

beribadah di Khao Luang Cave Phetchaburi Thailand

Sleeping Buddha di Khao Luang Cave Phetchaburi

Khao Luang Cave

Lubang di Khao Luang Cave Phetchaburi

Stalakmit dan stalaktit di Khao Luang cave Phetchaburi Thailand

Lubang cantik di Khao Luang Cave Phetchaburi

Naik tuk-tuk ke Khao Luang Cave Phetchaburi
Pic credit : Manda

Gua dengan keindahan stalaktit dan stalakmit seperti itu sulit dilupakan. Namun perjalanan masih panjang. Bus akan melanjutkan perjalanan menuju Cha-Am dan Hua Hin sekitar 1 jam lagi. Banyak yang seru di sana!

Stalaktit dan stalakmit di Khao Luang cave Phetchaburi

 

Baca sebelumnya : Hadiah Perjalanan dari Sebuah Writing Competition

(Bersambung)

 

*Foto-foto dengan watermark diambil menggunakan kamera mirrorless Fujifilm X-M1 16-50mm dan kamera smartphone Samsung Galaxy S6 (semua di-resize)

 

 

 

 

32 thoughts on “Berawal Dari Bangkok Hingga Menuju Khao Luang Cave

  1. Guanya cantiiik 🙂 mengingatkan aku pada gua putri di OKU, Sumsel. Atau juga mirip Batu Caves di KL. Tapi yang ini unik ya, ada patung buddhanya segala.

    Tentang toilet….hiks, emang bikin malu dan kesel banget kalo nemu yang begitu. Di toilet cowok juga samalah, semisal nggak disiram, padahal tinggal tekan tombol aja kan >.<

    Like

    • Bener kak Yan, mirip sama Batu Caves di KL. Pasti gua putri di OKU juga punya keunikan tersendiri☺. Undang aku ke sana, dong. Hehehe😀. Dan perkara kebersihan toilet memang peer banget ya. Udah cukuplah dulu aku nemu seonggok “ranjau” tepat di mulut kloset jongkok di Xi’an. Huaaaaaaa😭😭.

      Like

  2. Ah melihat goa yg di Thailand itu jadi ingat waktu di Madura mbak. Seru banget ya mbak jalan” ke Thailand dan bisa explore.

    Like

  3. aku naksir nasi kuning Manado, udah lama nggak makan ini …, dulu jajanan masa kecil he.. he..
    guanya besar dan cantik dengan stalaktit stalakmitnya,
    bersejarah pula ya, sudah digunakan sejak lama

    Like

  4. seru banget ya, mb bisa jalan-jalan bareng blogger 🙂
    aku waktu ke Bangkok cuma di kotanya aja, ga sempat kemana-mana. namanya juga business trip ya..jadi ya waktunya terbatas..hehehe..

    eniwe itu ibu yang di toilet kok nggilani sekali ya? orang Indonesia pulak, duh…

    Like

    • Iya seru karena murni jalan-jalan doang. Kalo business trip enak juga siy, tapi waktunya terbatas banget kan, ya😊. Enaknya siy irit ongkos dan penginapan free.. hihi. Duh, itu si ibu ajaib banget! Huaaaaaa😣😣

      Like

  5. Ihhhb bagus ya gua nya.. Kalo ke thailand lagi aku mw explore kota huahin juga ah. Blm prnh kalo kesitu mba.. Tapi thailand memang punya banyak kota yg bgs2 yaaa.. Jd ga prnh bosen datang ke sana..

    Like

  6. Ikut geleng-geleng kepala baca ibu-ibu pipis sembarangan di toilet itu. Memang masalah mental sih ya, tapi bisa jadi juga masalah kebiasaan. Maksudnya, toilet yang ada di bandara beda dengan yang biasa dia pake di rumahnya. Soalnya aku pun suka kesulitan kalau mau buang air (kecil maupun besar) di bandara. Kalau ada milik kloset jongkok, dan misal nggak tersedia akunya yang jongkok di atas kloset duduk. Ups, maaf malah bahas toilet.

    Btw, goanya cantik banget. Di dekat sini ada Goa Lawa (Goa Kelelawar) di dekat perbatasan Pemalang-Purbalingga. Cuma ya kurang terawat gitu. Peer besar buat pemkab setempat.

    Like

    • Kacau banget kan ya, parah joroknya. Ya kadang kita juga nemu kondisi toilet yang ngga oke di mana-mana, tapi paling tidak ya kita jangan nyumbang kotor lagi. Hehehe. Kalo inget yang di Bangkok kemarin itu aku langsung geram😑. Oya, gua-gua di Indonesia sebenarnya cantik ya mas, tapi seringnya kurang terawat. Dan suka ada vandalisme nya. Miris.

      Like

    • Whoaaaa… postingan ini bikin merindu sama Thailand ya, mba.. hihi😀. Chiang Mai dan Chiang Rai lagi hits juga belakangan ini, banyak wisatawan ke sana☺.

      Like

Yuk, silahkan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s