Tak Ada Kata Terlambat untuk Memulai Ngeblog!

Aku termasuk telat mengenal blog. Ketika sebagian orang tengah menikmati menjadi blogger beberapa tahun lalu, aku justru berkutat dengan kosmetika wajah dan rambut. Usai mengundurkan diri sebagai pegawai dari sebuah bank, aku sempat membuka usaha salon kecantikan. Sejak itulah aku fokus pada pengelolaan usaha milikku. Waktu yang tersita membuatku tak sempat ‘mengenal’ apa itu blog!

Tak ada kata terlambat untuk ngeblog

Jalan hidup memang tak bisa ditebak. Salon kecantikan itu akhirnya harus direlakan tutup. Bukan bangkrut karena toh sudah berjalan selama kurang lebih 4 tahun lamanya. Saat itu aku seperti kehilangan fokus saja. Tinggal berbeda kota dengan suami ternyata perlahan meredupkan semangatku dalam mengelola usaha. Sayang memang, mengingat aku sudah sampai sejauh itu.

Konsekuensi terburuknya adalah aku kehilangan sumber mata pencaharian. Jobless kalau istilah orang sekarang. Sedikit terbersit rasa penyesalan melepas sesuatu yang sudah aku rintis dengan susah payah. Tapi apa mau dikata, keputusanku sudah bulat. Percuma melanjutkan sesuatu bila hati dan pikiran sudah tidak di sana lagi.

Walau tak punya pekerjaan tetap, aku sesekali masih menerima panggilan untuk mendandani klien. Padahal dulu waktu masih aktif di salon, tak jarang aku harus kerja di luar jam normal. Bahkan sebelum azan subuh berkumandang sekalipun!

Kondisi seperti ini membuat rasa jenuh perlahan hadir. Hingga suatu saat aku terjebak dalam fase ‘bingung mau ngapain’. Tidak produktif dan tidak berpenghasilan.

Mulai Mengenal Blog

Singkat cerita, tanpa sengaja aku berkenalan dengan blog. Sebenarnya ide awal ngeblog adalah berkat anjuran dari suami. Aku yang waktu itu cukup aktif berinteraksi di media sosial, merasa sayang bila foto-foto yang sudah diunggah berakhir tanpa kesan. Ahseeek!

Ngeblog yang awalnya cuma untuk mengisi waktu lama-kelamaan kok ya, asik juga. Mungkin karena sejak masih duduk di bangku sekolah, aku sudah senang menulis. Jadi seperti menemukan lagi kesenangan yang pernah hilang.

Lalu aku pun memutuskan untuk serius ngeblog. Berkenalan dengan teman-teman baru pada sebuah komunitas blogger di Medan. Dari situ, aku mulai sering mengikuti acara melalui komunitas. Sesekali pula hadir bila ada undangan event yang mampir lewat surel.

Teman blogger
Bersama teman-teman sesama blogger
Usai nonton bareng dengan sebagian teman Blogger Medan
Foto bersama usai memotret menu terbaru di Le Polonia Hotel Medan
Foto bersama usai memotret menu terbaru di Le Polonia Hotel Medan

Menulis di blog sebenarnya bukan perkara sulit. Tapi tantangannya justru terletak pada seberapa konsisten kita menulis. Kegiatan kreatif begini kalau tidak dilakoni dengan sepenuh hati bakal berakhir dengan kata ‘bosan’.

Beberapa teman pernah bertanya, “Mol, gimana cara memulai untuk ngeblog?”. Dan tak jarang juga aku ditanya perihal kegiatan ngeblog yang bisa menghasilkan.

Bagaimana menurut kalian?

Berawal dari Ketidakpercayaan Orang

Berkaca dari pengalamanku ketika mengelola salon kecantikan, aku tahu bahwa memulai sesuatu yang baru dan bukan bidang yang kita kuasai memang sulit. Tapi dengan semangat dan keinginan belajar yang tinggi, perjalanan itu akan terasa lebih mudah.

Dulu, orang tidak percaya aku bisa mengelola salon kecantikan mengingat tak punya latar belakang di dunia tersebut. Pekerjaanku terdahulu sebagai karyawan bank membuat sebagian teman kerja bahkan tak yakin dengan kemampuanku menggunting rambut!

Begitu pula sewaktu aku memutuskan untuk meninggalkan bisnis di dunia kecantikan dan beralih ke bidang tulis-menulis. Ternyata respon orang sama saja, tetap tidak percaya bahwa aku bisa.

Aku tidak pernah berkecil hati. Keraguan itu wajar sekali. Justru aku merasa tertantang untuk bisa menulis lebih baik dari hari ke hari. Meluangkan waktu untuk lebih sering membaca sekaligus menelaah tulisan. Dan semua kulakukan secara otodidak. Walau tak dipungkiri peran komunitas tetap ada dalam perjalanan ngeblogku.

Latar Belakang Pekerjaan Terdahulu yang Sangat Membantu

Menulis di blog tidak sesederhana yang dipikirkan orang awam. Untuk memproduksi sebuah konten tentu memerlukan usaha yang tak sedikit. Mulai dari menemukan ide, mengolah sampai menghasilkan sebuah tulisan yang enak dibaca.

Tak jarang pula aku harus sedikit memaksa otak untuk bekerja maksimal demi sebuah tulisan. Proses pengerjaannya terkadang memakan waktu berhari-hari, padahal orang hanya cukup membacanya tak lebih dari 5 menit.

Belum lagi harus menyediakan perangkat pendukung kerja seperti laptop yang mumpuni, kamera, gawai, dan paket data internet. Semua dilakukan demi konten yang laik dan nyaman bagi mata pembaca.

Satu manfaat lagi yang kudapatkan dari pekerjaan konvensional dulu adalah bagaimana bekerja secara detil, sistematis, disiplin, dan trustworthy. Hal tadi aku terapkan dalam aktifitas ngeblogku.

Begitu pula pelajaran berharga saat aku mengelola salon. Mengajarkan aku bagaimana bekerja dengan hati, fleksibel, kreatif, dan open-mind. Latar belakang pekerjaan terdahulu sangat membantuku menyesuaikan diri di tengah lingkungan yang bergerak sangat dinamis.

Kemampuan berinteraksi dan menyelami orang, sedikit banyak aku pelajari dari bekerja sebagai Teller bank dan menjadi pemilik salon. Dua pekerjaan yang mensyaratkan aku untuk luwes berkomunikasi dengan banyak orang yang berbeda karakter setiap waktu.

Mengasah Rasa lewat Kegiatan Menulis

Bila ada orang bertanya bagaimana memulai ngeblog, dengan cepat aku akan menjawab, “Mulailah dari menulis”.

Lho, kok?

Cara paling mudah adalah menulis di linimasa media sosial milik kita masing-masing. Membiasakan diri menulis caption sederhana yang relate dengan keseharian. Tulis dengan singkat saja, tidak perlu sepanjang jalan tol.

Dengan terbiasa menulis, maka rasa akan terasah dengan sendirinya. Yang awalnya terasa kaku, lama-kelamaan akan luwes juga. Di awal-awal ngeblog pada tahun 2014 lalu, aku juga tak selancar sekarang bila menulis. Namun karena terus dilakukan, diasah, dan keinginan untuk lebih baik dari sisi teknik, tulisan-tulisan tadi akhirnya menemukan bentuknya sendiri.

Aku bahagia sebab kini mampu menulis dengan gaya yang aku mau. Tulisan milik seorang perempuan berusia matang dan sesuai dengan kepribadian yang agak introvert. Aku tidak lagi terpengaruh dengan cara menulis orang lain.

Aku juga terus belajar mengasah rasa lewat kegiatan menulis. Berupaya agar bisa menitipkan ‘nyawa’ pada setiap tulisan. Lalu menulis dengan sepenuh hati. Jujur, itu tidaklah mudah. Namun seperti keyakinanku di awal, selama ada keinginan pasti ada jalan.

Menulislah Mulai Sekarang!

Jadi kapan sebaiknya memulai untuk menulis? Ya, sekarang dong. Jangan pernah menunda hal baik yang mungkin akan membuat jalan hidup kita berubah. Seperti aku dulu saat mulai ngeblog, sama sekali tidak pernah berpikir akan sejauh ini.

Baca juga: Tahun 2017 yang Membahagiakan

Tuliskan saja hal-hal yang sederhana dan menarik minat masing-masing. Tidak perlu khawatir tulisan itu jelek atau bahkan tak dibaca orang. Prinsipku, menulis untuk diri sendiri saja dulu. Awali mengerjakan sesuatu demi menyenangkan diri. Kalau aku senang, bukan tak mungkin aku bisa menyenangkan orang lain juga, kan?

“Duh, umurku udah telat nih untuk mulai ngeblog”.

Boleh percaya boleh tidak, aku mulai ngeblog justru di usia yang tidak lagi muda, lho. Bayangkan saja, baru ngeblog saat umur berada di angka 40! Hahaha. Kadang mikir sendiri, selama ini aku kemana saja? Ah, biarinlah.

Tak ada kata terlambat untuk memulai ngeblog. Yang penting ada keinginan dan siap untuk berproses. Semua hasil yang kuperoleh sepanjang 4 tahun ngeblog bukanlah sesuatu yang instan. Ada proses panjang yang tak mudah. Tapi aku bertekad, kali ini aku tak boleh lagi inkonsisten. Aku tidak mau jerih payah berakhir sia-sia seperti waktu mengelola salon dahulu.

Menjadi narasumber untuk acara Meet Up Miranda di Radio Most FM Medan (Januari 2016)
Menjadi narasumber untuk acara Meet Up Miranda di Radio Most FM Medan (Januari 2016)

Membawakan materi blogging di acara #NgopiBarengTiket Medan (Oktober 2016)

Bersama tim DAAI TV meliput kegiatan Mollyta sebagai blogger
Bersama Mba Agnes dan Bang Airil dari DAAI TV saat mereka meliput kegiatan ngeblogku

Menulis itu akan memanjangkan umur. Maksudnya, kita dapat menorehkan jejak digital di dunia ini. Sesuatu yang begitu bernilai dan tak lekang ditelan zaman. Sebagai kenang-kenangan bagi orang-orang tersayang bila kita sudah tak ada lagi.

Jadi, kenapa harus menunggu? Yuk, menulis di blog. Menulislah dengan bahagia dan ikuti saja alurnya.

62 thoughts on “Tak Ada Kata Terlambat untuk Memulai Ngeblog!

  1. Aku baru tau kalo kak Molly sedikit introvert padahal aku rasa kak Molly bukan tipe orang yang introvert.

    Dan baca statement terakhir yang kak Molly tuliskan buat aku jadi teringat kata seseorang: Menuliskan, maka kamu akan abadi.

    Like

    • Aku tipenya memang introvert, Nikmal. Faktor pekerjaan dulu yang bikin aku harus lebih berani ‘tampil’. Dan iya, dengan menulis kita akan kekal abadi. Bisa terus dikenang☺

      Like

    • Aku hitungannya masih junioran kalian, loh. Ngeblog aja baru 4 tahun, Rud😀. Tapi balik lagi, kalau konsisten pasti ada hasilnya. Buktinya sekarang, Rudi Medan Wisata makin banyak yang kenal😍

      Like

    • Menurutku bukan mundur loh, Kak. Malah kemajuan pesat! Toh tetap menulis walau kemarin konsennya ke peluncuran buku. Dan itu keren banget😍. Aku aja terinspirasi. Tema buku solo yang justru di luar genre blogmu selama ini. Ayo semangat, Kak Yan!😀

      Like

  2. Pertanyaan yang paling sering aku dengar, “gimana caranya ngeblog?”. Padahal jawabannya mudah ya, Mbak. Hanya mulai menulis saja.

    Aku mulai ngeblog pas kuliah. Lalu sempat ditinggalin karena kerja. Ada perasaan nyesel sih karena kalau dulu diseriusin mungkin ilmuku udah banyak. Tapi aku melihat sisi lainnya, dengan bekerja secara tidak langsung aku sudah dapat pengalaman baru dan punya metode kerja yang sistematis.

    Sekarang saatnya enjoy aja 🙂

    Like

    • Kadang orang mikirnya mau ngeblog harus begini dulu, begitu dulu. Padahal ya tinggal nulis aja😀. Menurutku hidup memang gitu, Mba Lia. Ada waktunya kita fokus ke kerjaan, ada waktunya mungkin serius ngeblog. Ngga bisa semuanya jalan dan sukses di dua bidang. Yang penting tau prioritas aja. Dan tetep semangat!😘

      Like

    • Wah aku langsung mendadak ngerasa tua. Hahahaha😂. Ya umur ngga bisa disembunyikan sih, ya😉. Memulai memang susah. Tapi kalau ngga dimulai, ngga pernah akan ada hasilnya. Semangat, ya☺

      Liked by 1 person

  3. wahhh seneng banget, baca artikel begini pas baru mulai ngeblog lagi.. Jadi semangat buat nulis.. aku udah tau blog dari lama tapi ga pernah bisa konsisten.. semoga kali ini bisa ya … Salam kenal mba Molly 🙂

    Like

  4. Menulis di blog sebenarnya bukan perkara sulit. Tapi tantangannya justru terletak pada seberapa konsisten kita menulis. Kegiatan kreatif begini kalau tidak dilakoni dengan sepenuh hati bakal berakhir dengan kata ‘bosan’.
    Setuju banget sama yang ini, cerita kak molly jadi bikin aku tambah semangat 🙂 btw gak kliatan kayak 40an loh kak, hihi 😉
    Salam kenal

    Like

  5. arif malah kemarin malah sempat ga nulis, eh ujung ujungnya lupa blog yang di buat itu untuk apa, dan mikirnya, ah udah lewat, masih banyak anak muda yang bakalan yang lebih suka ngeblog, tapi setelah baca artikel ini kok serasa terpukul ya biar makin rajin ngeblog 😀 hehhe

    Like

    • Nulisnya memang effort banget ya, Mba. Padahal kalau dibaca cuma perlu sekian menit. Hahaha😀. Tapi menulis jadi salah satu terapi jiwa. Jadi ya, tetap bahagia aja😊

      Like

  6. Dapat motivasi dari tulisan kak molly, karena menulis itu tidak mengenal usia kan kak. Malah memanjangkan umur. Dan pasti akan setiap hari mendapat kosakata baru kalau sering menulis. Jadi kunci ngeblog itu menulis, menulis menulis 😍

    Like

    • Karena aku udah membuktikan sendiri kalau ngeblog bisa dimulai kapan aja, San. Bahkan walau umur udah banyak sekalipun. Hahahaha😂. Yang penting semangatnya jangan kasih kendor😉

      Like

  7. Aaaaah, keren banget ini mah. Truly inspiring! Aku ngeblog sejak lamaaaa banget, dan masih juga nggak kemana-mana. Mbak Mollyita keren dalam waktu singkat bisa melesat pesat dan tinggi. Salut!

    Anyway, aku bisa ngerasain banget yang diceritakan di paragraf tiga itu. Meski ngeblog sejak lama banget, tapi aku lebih sering vakum. Sebab masa-masa aku ngeblog dulu nggak ada duitnya kalo kita ngeblog bahasa Indonesia. Sponsored post adanya cuma buat blog berbahasa Inggris. Lomba-lomba dalam setahun cuma hitungan jari satu tangan. Banyakan giveaway yang diselenggarakan sesama blogger. Buat yang nggak punya penghasilan mumpuni, tentu ngeblog bukan pilihan bijak.

    Jadi, aku lebih asyik berdagang online dalam rentang 2009-2014. Sampai akhirnya aku ngerasain apa yang Mbak Mollyita deskripsikan di paragraf tiga itu. Tentu sedih meninggalkan apa yang pernah kita rintis, apalagi hasilnya lebih dari cukup untuk menghidupi anak dan istri. Tapi ya itu dia, hati dan pikiran sudah nggak di sana lagi. Apalagi setelah kuamati dan pelajari, apa yang kuperdagangkan berpotensi melanggar prinsip dan syariah, meski untuk itu ada banyak pendapat sih. Satu-satunya alasan nggak segera meninggalkan itu adalah karena aku butuh duitnya.

    Pada akhirnya aku bener-bener ngerasa nggak nyaman lagi. Udah, bye bye deh hahaha.

    Liked by 1 person

    • Ternyata ngeblog zaman dulu ngga semeriah 3 tahun terakhir ini ya, Mas. Belum banyak peluang bisa menghasilkan uang dari ngeblog. Wajar kalau dirimu juga ngerasa lebih baik ‘kerja’ daripada nulis hehehe😀. Cuma ya kadang jalan hidup memang ngga ketebak yah. Bisa jadi sesuatu yang dulunya kita anggap sebagai sumber mata pencaharian, akhirnya kita lepas sendiri dengan alasan tertentu. Ngga papa siy, memperkaya pengalaman juga kan😉.

      Mungkin satu saat Mas Eko ketemu jalan untuk dapetin rezeki yang lebih barokah… Aamiin. Dan yang terpenting bisa bahagia mengerjakannya. Ya, kalau ngeblognya bisalah dijalanin lagi iseng-iseng. Siapa tau jadi salah satu pintu pembuka rezeki baru😀. Aku doakan semoga lancar rezekinya di tahun 2018 ini, ya😊.

      Liked by 1 person

    • Hai Mba Enny, makasih ya😀. Aku hanya mengisi waktu aja sebetulnya. Supaya otak juga ngga cepet pikun nantinya hehehe. Mau belajar hal baru ngga ada batasan waktu dan ngga kenal kata terlambat. Semangat!

      Like

    • Hai, makasih udah mampir ya🙋‍♀️. Konsisten memang ngga mudah, tapi sepanjang niatnya ada mudah-mudahan siy bisa. Kalau jenuh datang, break dulu sebentar sambil ngumpulin tenaga lagi. Semangat, ya😀

      Like

  8. Saya udah lama kenal dunia blogging, tapi setelah ini dan itu sekian tahun, akhirnya baru akhir tahun kemaren memberaninkan diri pake blog komersial .com.

    Setuju mbak, gak ada kata telat untuk nge-blog. Walau usia kini udah lebih 30 teteeeep semangat menulis.

    Salam kenal…

    Like

  9. Salah satu obat stress ku selain jalan2, ya nulis blog. Rasa2nya semua jenuh, bosan, stress, bisa tersalurkan dan hilang stlh menulis. Tp awal mula nulis blog dulu krn aku ga pengin aja semua pengalamanku traveling, jd ilang , apalagi aku tuh pelupa bangettt. Kalo ditulis di blog kan, jd ada tertinggal nya 🙂

    Like

    • Betul Mba, karena nulis itu salah satu terapi jiwa juga. Kalau suntuk ya nulis, selain jalan-jalan dan nyobain hal baru pastinya😀. Ngeblog juga bisa memperpanjang ingatan karena manusia tempatnya lupa😊

      Like

    • Makasih, Mba Hana😘. Mau dong ketemuan, semoga bisa ya satu saat😉. Memang ngeblog ada pasang surutnya, ya. Kadang semangat, kadang males. Moga-moga kita bisa konsisten😀. Dan aku suka lihat foto-foto makanan yang di IG mu itu loh, Mba. Itu salah satu bentuk konsistensi juga.

      Like

  10. Saya dulu menutup bisnis bimbel juga pas menuju ulang-tahun ke 4. Lelah, cuma 1 ini alasannya, haha… Sempet bingung juga mau ngapain, walau akhirnya kerja full time lagi dan sekarang jadi private teacher. Karena takdir Allah juga, saya jadi punya waktu lebih luang untuk serius di blog. Kalau dulu blognya cuma untuk diisi asal2an aja.

    Iya ah mau kapan mulainya kek, yang penting seriusnya ya, haha…

    Like

    • Mungkin waktu itu kurang suntikan semangat ya, Nit. Jadi lelahnya bikin bisnis bimbel ikut bubar. Gapapa, ambil hikmah dan pengalamannya aja. Memang ngga selalu apa yang kita upayakan bisa berjalan mulus. Yang penting mulai sekarang kita seriusin aja apa yang kita kerjakan, ya. Semangat!😀

      Like

Yuk, silahkan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s