Hadiah Liburan Terbaik Dari Tuhan

Hadiah Liburan Terbaik Dari Tuhan — Rindu liburan. Begitulah tepatnya yang aku rasakan. Bagaimana tidak, aku yang kerap berlibur bersama pasangan setiap tahun terpaksa menunda keinginan itu. Sepanjang tahun 2016 lalu aku samasekali tidak mencicipi liburan sedikitpun! Kewajiban untuk menyelesaikan sebuah urusan pelik yang maha penting berlangsung berbulan-bulan. Seluruh waktu dan energiku tercurah kesana. Sungguh melelahkan.

Hadiah Liburan Terbaik dari Tuhan

Setiap kali melihat teman-teman bepergian kala itu, seketika muncul perasaan sedih. Duh, kapan aku bisa berlibur dengan tenang seperti mereka, ya? Padahal dari sisi finansial aku masih sanggup memenuhi kebutuhan untuk liburan. Bukan pula terganjal waktu maupun izin dari manapun. Namun saat itu aku dituntut untuk benar-benar fokus menyelesaikan sebuah urusan.

 

Pada satu kesempatan aku memanjatkan doa padaNya. Memohon agar aku bisa sejenak melepaskan diri dari segala kepenatan ini. Aku rindu dengan berbagai kerepotan dalam mempersiapkan liburan. Rindu menyusun rencana-rencana indah selama perjalanan.

 

Hingga suatu hari, Tuhan seolah mendengar doa-doaku…

Sebuah kesempatan manis tiba-tiba datang menghampiri. Dan kali ini aku bakal mencicipi gaya liburan yang berbeda. Tanpa ditemani oleh suami seperti biasanya, aku melakoni liburan hore-hore dan keroyokan sambil membawa misi memperkenalkan potensi wisata suatu daerah. Sungguh liburan yang anti mainstream, kan? Can’t wait!

 

Aku tiba di kota Surabaya pada tanggal 21 November 2016 disambut langit yang sedikit mendung. Sudah lama rasanya aku tidak menginjakkan kaki lagi di kota ini. Sepintas terlihat beberapa perubahan. Surabaya yang aku kunjungi terakhir kali pada tahun 2011 lalu terus mengalami perkembangan pesat.

 

Pulau Madura yang terhubung dengan kota Surabaya melalui Jembatan Suramadu-nya merupakan destinasi wisata yang belum banyak disambangi para pelancong. Pulau Madura sendiri memiliki 4 (empat) buah kabupaten. Kalau biasanya orang memilih untuk menyambangi satu atau dua kabupaten saja, justru kali ini aku akan mampir ke semua kabupaten dalam perjalanan selama 4 hari 3 malam. Bakalan seru, nih!

 

Pengalaman liburanku kali ini diisi dengan menyusuri aspal dari sisi Utara Madura melingkar hingga menuju ke Selatan. Dengan menumpang bus, aku dan teman-teman mengelilingi keseluruhan pulau Madura.

 

Adapun beberapa tempat yang aku kunjungi, diantaranya adalah Pantai Nepa dan Hutan Kera Nepa yang berada di Desa Batioh, Kabupaten Sampang. Sebuah destinasi menarik yang belum banyak dieksplor.

Baca sebelumnya : #MenduniakanMadura: Mengawali Perjalanan Hingga Menuju Hutan Kera Nepa

 

Masih di kabupaten yang sama, akupun berkesempatan melihat keindahan air terjun Toroan. Sebuah air terjun yang airnya berasal dari sungai ini berada di pesisir pantai. Persis berhadapan dengan laut lepas. Cantik sekali!

Baca sebelumnya : Mengintip Pesona Air Terjun Toroan di Kabupaten Sampang, Madura

 

Sebuah tempat yang tak pernah bisa aku lupakan adalah keindahan Giliyang yang berada di Kabupaten Sumenep. Menaiki kapal motor menuju ke pulau indah yang ternyata memiliki kadar oksigen tertinggi ke-2 di dunia setelah Yordania ini sungguh menjadi pengalaman yang luas biasa. Pulau kecil berpenduduk ramah menyimpan keindahan asli. Di sana pula aku untuk pertama kalinya menyusuri Goa Mahakarya (Goa Celeng) nan unik. Juga menyaksikan saat-saat matahari terbit di pantai Ropet.

Baca sebelumnya : Warna-warni Giliyang, Pulau Cantik di Kabupaten Sumenep

 

Tak hanya dibawa berjalan-jalan ke tempat wisata, aku juga mengunjungi Bandar Udara Trunojoyo yang berada di Kabupaten Sumenep. Bandar udara ini melayani beberapa penerbangan jarak dekat.

Bandar Udara Trunojoyo Sumenep
Bandar Udara
Rute penerbangan di Bandar Udara Trunojoyo Sumenep
Rute penerbangan

Melihat langsung proses pengolahan rumput laut yang menjadi produk unggulan di Kecamatan Saronggi menjadi sebuah pengalaman baru bagiku. Walau harus melawan panasnya sengatan sinar matahari di siang hari, aku tetap menikmati tujuan kali ini.

Pengolahan rumput laut di Sumenep Madura

Petani pengolahan rumput laut di Sumenep Madura

Hasil pengolahan rumput laut menjadi agar-agar

Jalan-jalan ke Madura belum sah rasanya bila belum mengunjungi sentra pembuatan Batik Pamekasan yang melegenda. Terletak di Desa Klampar-Kecamatan Proppo, aku dan teman-teman berkesempatan melihat proses pembuatan batiknya. Bahkan kami dijamu secara khusus oleh Bapak Drs.H.Ahmadi, sang pemilik UD.Aneka.

Di sentra batik Madura

Proses pembuatan batik tulis Madura

Batik tulis dikerjakan menggunakan canting, yakni alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk dan bisa menampung malam (lilin batik), memiliki ujung berupa saluran/pipa kecil untuk keluarnya malam saat membentuk gambar awal pada permukaan kain.

 

Untuk pembuatan batik tulis relatif lebih lama daripada batik cap. Pengerjaan batik tulis yang halus bisa memakan waktu antara 3-6 bulan lamanya. Wajarlah bila harganya lebih mahal, mengingat proses pengerjaan yang lama dan kualitas yang berbeda.

 

Warna khas dari kain batik Madura menggunakan warna-warna tegas seperti merah, kuning, biru, dan hijau. Sedangkan ragam coraknya diambil dari tumbuhan maupun binatang yang dikreasikan sehingga terlihat menarik. Aku tak lupa membeli oleh-oleh kemeja batik tulis untuk suamiku.

 

Perjalanan selanjutnya adalah menuju Desa Wisata Syari`ah Ketetang Kwanyar. Karena hari sudah mulai gelap, maka tak banyak yang dilakukan di sana. Apalagi tak lama kemudian hujan deras mengguyur sesaat sesudah kami tiba di homestay.

Menginap di Ketetang Kwanyar Madura

Sambutan tarian oleh anak-anak di Ketetang Kwanyar Madura
Disambut oleh tarian dari anak-anak setempat

Menyusuri seluruh kabupaten di Madura bersama teman-teman bloger nusantara menjadi suatu pengalaman indah yang tak terlupakan. Untuk pertama kalinya aku bisa bertemu dengan teman-teman baru dari beberapa kota di Indonesia. Sebuah angan-angan yang akhirnya kesampaian. Ya, mengingat aku tinggal cukup jauh dari beragam kegiatan yang berpusat di pulau Jawa.

 

Di hari terakhir, sebelum meninggalkan desa Ketetang Kwanyar, aku menyempatkan untuk berfoto dengan teman-teman usai sarapan. Ekspresi bahagia terpancar di wajah-wajah kami. Berada jauh dari rumah dan keluarga selama beberapa hari tentu menimbulkan kerinduan tersendiri.

Famtrip Menduniakan Madura di Ketetang Kwanyar Madura
Foto-foto di hari terakhir
Bersama Fajrin Herris bloger Lampung
Bersama mas Fajrin (bloger Lampung)
Famtrip Menduniakan Madura
Umplek-umplekan!
Bersama Klebun Plat M
Ini dia Klebun (Ketua) Bloger Plat-M, mas Anam
Bersama teman-teman bloger Madura
Teman-teman dari bloger Madura
Bersama Mira Sahid di Ketetang Kwanyar Madura
Mba Mira dan oleh-oleh kopi Aceh yang aku bawa
Famtrip Menduniakan Madura di Ketetang Kwanyar Madura
Bersama mas Alam dan Lisa

Menghabiskan waktu selama 4 hari 3 malam bersama dengan teman-teman sungguh menjadi sebuah kisah seru lagi lucu. Berbagai karakter manusia aku temui di sana. Bahkan jadwal yang lumayan padat membuat waktu untuk berbincang akrab dengan seluruh peserta terasa kurang.

Batik tulis Tresna Art di Bangkalan Madura
Berkunjung ke sentra Batik Tulis

Rumah adat Madura

Di Bangkalan Madura

Setiap pertemuan selalu disertai dengan perpisahan. Sedih rasanya karena tak bisa lagi bersama-sama dengan mereka. Namun aku senang sudah menyelesaikan perjalanan panjang ini dan bersiap untuk kembali ke Medan. Beberapa dari kami harus segera menuju ke bandar udara Juanda sesuai jadwal kepulangan masing-masing. Aku berharap suatu saat masih bisa bertemu lagi dengan teman-teman semua.

Jembatan Suramadu
Jembatan Suramadu
Menuju bandara Juanda
Diantar menuju Bandara Juanda

Dalam perjalanan menuju bandara Juanda

Usai check in di Bandara Juanda
Bersama teman-teman bloger Pontianak
di Bandara Juanda Surabaya
Menunggu boarding

Sore itu hujan rintik-rintik mengantarkanku pulang menuju Medan. Kursi-kursi di dalam pesawat tak terisi penuh. Aku duduk di aisle seat sambil memandang ke arah jendela pesawat. Selamat tinggal Surabaya!

Penerbangan menuju Medan
Penerbangan langsung Surabaya menuju Medan

Usai maghrib pesawat mendarat mulus di bandar udara Kuala Namu. Alhamdulillah, aku tiba kembali dengan selamat. Selanjutnya aku memilih untuk naik kereta api bandara menuju ke stasiun kereta api di pusat kota Medan. Perutku mulai terasa lapar, namun tanggung rasanya kalau harus makan dulu di bandara. Toh suamiku akan menjemputku nanti di stasiun kereta api.

Mendarat di Bandara Kuala Namu Deli Serdang
Mendarat di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang
Menunggu kereta Railink menuju kota Medan
Menunggu kereta bandara Railink menuju kota Medan
Airport Railink Services
Tiket kereta api bandara Kuala Namu

Aku tiba di kota Medan sekitar pukul 21.45 Wib. Usai dijemput, mobil langsung melaju ke sebuah tempat makan yang berada tak jauh dari tempat tinggal kami. Lelah tapi bahagia. Seketika aku merindukan suasana makan bersama teman-teman kemarin.

 

Tuhan sungguh Maha Baik. Ia tak pernah membiarkanku didera kesedihan berlarut-larut. Tahun 2016 merupakan tahun dimana duka perlahan tergantikan oleh hal-hal yang menghibur hati. Manusia memang tak pernah tahu rencana Sang Maha Kuasa. Dan perjalanan ke Madura tersebut merupakan hadiah liburan terbaik untukku dari Tuhan. Semoga di tahun 2017 ini aku bisa kembali mencicipi perjalanan-perjalanan indah selanjutnya. Aamiin

Jembatan Suramadu sisi Madura
Jembatan Suramadu sisi Madura

 

*Foto-foto dengan watermark diambil menggunakan kamera smartphone Samsung Galaxy S6 (semua di-resize).

 

54 thoughts on “Hadiah Liburan Terbaik Dari Tuhan

  1. Pulau Madura ternyata juga tujuan piknik yang bagus. Semoga saya bisa kesana.
    Wah sudah ada ya penerbangan langsung Medan – Surabaya langsung. Bagus tuh menghemat waktu.
    Duh senangnya ya jalan-jalan kalo dibiayai.

    Like

  2. Toss dulu lah mbak.. 2016 inipun, aku ga ada kemana2, kecuali domestik sih. Biasanya slalu traveling keluar, gara2 hamil dan melahirkan jd hrs cuti jalan2 dulu.. Makanya mau balas dendam di 2017 :D.

    Paling asyik memang ketemuan ama temen2 yg slama ini cm saling sapa di blog ato medsos yaaa :D. Beruntung bgt dirimu bisa ikut acara wisata begini.. Ke surabaya pula :D.

    Like

    • Berarti 2017 ini harus puas-puasin traveling, mba Fan😀. Domestik dan LN, hajaaaar.. hahahaha. Iya aku senengnya bisa sekalian kenal sebegitu banyak temen bloger. Nambah pengalaman juga ngetrip bareng kayak tempo hari😀. Pingin lagi.. hihi.

      Like

  3. baru tahu aku mba, ternyata ada bandara udara di Sumenep 😀 meskipun sekitar sumenep – surabaya lumayanlah dibandingkan perjalanan darat yang antara 5-6 jam btw, berapa menit ya kalau naik pesawat?

    Like

  4. Ah foto ku mejeng di blog nya mbak molly.. 😉

    Liburan bareng dengan cinta itu pastu yg dtunggu” lho mbak. Tapi akhir ny liburan menjelajah Pulau Madura ya mbak.

    Like

  5. Jadi rindu padamu kak…❤ rindu sama temen2 yg gokil2 kmrn jugak…kalo aku alhamdulillah tahun 2016 mulai banyak escape from the island kak haha..semoga ada kesempatan kita jalan bareng lagi ya kak….😘 semangat kakak..oya sipp thanks ada fotoku nyempil di blognya kakak yang ngehits ini 😉

    Liked by 1 person

  6. Aku pengen nyobaik railink di Medah #salfok hihihi… Seneng bengat mba bisa kumpul & ketemuan dengan bloger2 dari kota lain di Madura, dan ternyata Madura itu cantik banget, banyak daerah wisata yang bisa dikunjungi… Tapi tetep pengen ngerasain naik railink di Meda 😄 #teteup

    Like

    • Plat-M yang arrange acaranya Yah, kerjasama dengan BPWS.. hihi. Alhamdulillah ya… ngga bisa jalan-jalan eh dapet rezeki ngetrip😀. Semoga sering-sering kayak gini.. hehehe.

      Like

Yuk, silahkan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s