5 Pelajaran Penting Agar Ngeblog Tetap Menyenangkan

Pernah ngga kalian hitung berapa banyak tulisan yang dihasilkan dalam perjalanan ngeblog? Mungkin ratusan jumlahnya, ya. Tanpa disadari kita sudah menulis bermacam-macam topik, sembari mengelola akun media sosial milik pribadi. Pun ikut terlibat di beberapa penyelenggaraan event yang mengundang blogger. Belum lagi mendulang rezeki dari berbagai kerjasama dengan brand. Asik, ya? Banget!

Tips agar ngeblog menyenangkan

Profesi blogger sepintas tampak menyenangkan. Tulisan-tulisan kita bahkan dibaca oleh banyak orang dan otomatis membuat kita ikut dikenal. Tak hanya itu, seorang blogger pun berpotensi menjadi role model bagi pengikutnya.

Aku menekuni kegiatan ngeblog hampir 5 tahun lamanya. Berawal dari sekadar mengisi waktu hingga aku sadar ternyata blogging bisa sedemikian berkembangnya.

Menjadi seorang blogger tak lepas dari beberapa konsekuensi. Agar tidak hilang ditelan bumi, blogger harus rajin meng-update konten. Sebagian orang ada yang membuat semacam time table khusus untuk menjaga konsistensi menulis.

Pada mulanya aku pun melakukan hal yang sama. Tapi lambat laun kegiatan itu membuat aku kehilangan mood untuk menulis!

Barangkali kita ngga menyadari berapa banyak waktu, tenaga, dan pikiran yang tercurah untuk mengelola sebuah blog berikut akun media sosial. Sehingga aktivitas itu terasa melelahkan dan kurang menyenangkan lagi.

Melakukan kegiatan yang sama terus-menerus selama bertahun-tahun membuatku sesekali berada di titik jenuh. Padahal sama sekali tidak ada paksaan untuk melakukannya.

Ternyata ngeblog itu bukan semata-mata perihal konsistensi, tapi juga soal pengelolaan diri.

Aku belajar banyak dari perjalanan ngeblogku selama ini. Beberapa diantaranya aku anggap penting untuk dibagikan.

1. Blogger tetaplah manusia biasa

Blogger tetap manusia biasa

Terus-menerus berada di lingkup dunia digital membuat kita terkadang lupa kapasitas diri sendiri. Rasa lelah sering diabaikan dengan alasan supaya tetap produktif ngeblog.

Padahal kalau sudah nyaris burnout, kita butuh jeda. Menyediakan waktu bagi diri sendiri dan keluarga. Ini seperti me-refresh kembali agar kita mendapatkan energi dan semangat baru. Kalau sudah begitu, biasanya kita lebih mudah menangkap ide.

‘Blogging isn`t a linear process, there will always be ups and downs’, begitu kutipan yang pernah aku baca dari tulisan seorang blogger kondang. Artinya proses ngeblog akan selalu ada pasang-surutnya, walau dilakukan sangat serius. Jadi ya, untuk apa ngoyo?

2. Tak perlu terpengaruh oleh pencapaian orang lain

Pencapaian dalam ngeblog

Sesama blogger biasanya akan saling terhubung, entah lewat berbagai kegiatan atau berada di satu komunitas yang sama. Dengan begitu sangat mudah mengetahui apa saja yang sudah dilakukan oleh teman-teman blogger. Ikut kegiatan apa, dapat undangan dari mana, jalan-jalan disponsori siapa, hingga prestasi ngeblog yang diraih.

Melihat kondisi demikian bukan tak mungkin timbul rasa iri di hati. “Kok dia beruntung sekali, ya?” batinmu. Kita mendadak lupa bahwa tiap orang punya takdir yang berbeda. We all have different journeys. Padahal belum tentu kita memiliki minat yang sama dengannya. Blogging is not a competition.

Perlu dicamkan dalam hati bahwa setiap orang adalah unik. Kalau ingin berhasil, pertama-tama kenali diri sebaik-baiknya. Cari tau apa kelemahan dan kekuatan, kemudian fokus pada kelebihan yang dimiliki. Kepribadian, pengalaman dan pola pikir masing-masing yang menjadikan kita istimewa. So stop comparing with others.

Baca juga : Tahun 2017 yang Membahagiakan

3. Lupakan target tinggi dan jangan muluk-muluk

Target dalam ngeblog

Mengerjakan sesuatu idealnya punya tujuan tertentu. Hal itulah yang akan menjaga api semangat tetap berkobar. Tapi kalau belum apa-apa sudah memasang target tinggi, kita bakal mudah lelah karena ngegas terus.

Memasang target itu penting agar tujuan lebih terarah. Namun ekspektasi terlampau tinggi untuk mendulang sukses dari ngeblog justru membuat kita kehilangan greget. Jadi ya, santai saja. Izinkan semua berproses seiring waktu. Jangan terlalu pusing dengan page views, algoritma, dan lain-lain.

Daripada memikirkan DA/PA melulu, mulailah temukan dua atau tiga topik utama yang betul-betul kita suka. Lalu sering-sering menuliskannya dengan gaya yang mencerminkan diri kita. Jangan sampai kita kehilangan identitas karena menulis untuk mengesankan orang lain. Apalagi mengadopsi gaya dan teknik tertentu agar dianggap pintar.

4. Pahami kebutuhan diri yang sesungguhnya

Kebutuhan blogger

Seiring perkembangan dunia digital, makin banyak brand yang menggandeng blogger untuk bekerjasama. Tawaran demi tawaran mampir lewat surel, baik undangan menghadiri event maupun dalam bentuk postingan berbayar.

Setahun terakhir aku makin selektif memilih penawaran kerjasama tadi. Beberapa tema acara yang kurang pas bahkan aku abaikan saja. Begitu pula postingan berbayar yang topiknya jauh dari hal-hal yang kubahas di blog. Prinsipnya, tidak semua event cocok untuk aku hadiri meski banyak teman-teman yang ikut hadir. Dan tak perlu risau dengan hal itu.

Ada baiknya sebagai blogger kita mempunyai prinsip dan identitas. Tetapkan batasan tertentu untuk pedoman dalam menentukan apa yang ingin kita capai lewat ngeblog. Tujuannya supaya tidak mudah terombang-ambing apalagi hanya bergerak mengikuti trend.

Baca juga : Tak Ada Kata Terlambat untuk Memulai Ngeblog!

5. Tetap menjadi diri sendiri

Blogger menjadi dirinya sendiri

Hingga saat ini ngeblog membuat aku terus bertumbuh dan meningkatkan rasa percaya diri. Ngeblog juga membuka banyak jalan dan memberiku kesempatan berharga. Belajar hal baru serta menjalin pertemanan dengan banyak pihak adalah momen terbaik dalam hidup.

Aku mendapat sejumlah pelajaran penting dari orang-orang hebat yang kutemui. Salah satunya, kita harus tetap menjadi diri sendiri dalam versi terbaik, apapun pengaruh dari lingkungan. Caranya? Lakukan refleksi diri terhadap penyebab kegagalan maupun keberhasilan, lalu kembangkan kekuatan yang dimiliki agar menjadi kompetensi.

Bertahan untuk tidak ikut-ikutan bukanlah soal mudah. Artinya kita harus punya keyakinan diri terlebih dulu. Meniru memang lebih sederhana, tapi akibatnya kita bisa kehilangan karakter asli dan jati diri. Believe in yourself and you can achieve anything.

***

Kiat agar blogging menyenangkan

Aku menjadikan kegiatan ngeblog sebagai sebuah bentuk aktualisasi diri sekaligus proses kreatif yang melatih otak agar tetap berfungsi. Biar kalau sudah tua nanti ngga gampang pikun. Menulis juga telah banyak membantu aku menyembuhkan diri dari berbagai persoalan yang datang.

Baca juga : Bagaimana Aku Melewati Kesedihan dan Rasa Kehilangan

Oleh sebab itu aku tidak ingin meninggalkan blogging, walau sering dihadang rasa malas atau kesibukan. Semoga ngeblog akan tetap menyenangkan seperti saat memulainya dahulu. Kini dan sampai nanti.

30 thoughts on “5 Pelajaran Penting Agar Ngeblog Tetap Menyenangkan

    • Itu manusiawi, Des. Kadang muncul si iri tadi. Tapi balik lagi ingat aja setiap orang punya rezeki dan keberuntungan masing-masing. Tetap jadi diri sendiri, itu lebih baik😊

      Like

    • Iya kadang memang liat pencapaian dan keberuntungan orang lain bisa bikin baper😁. Tapi aku siy percaya tiap orang punya keistimewaan yang bikin dirinya juga dikagumi orang lain😊.

      Like

  1. Paaas!! Aku gitu sekarang kak. Moody adalah kawanku, jadinya aku ya harus sadar diri juga. Utk postingan berbayar juga aku milih2 kak.. kapok, uang nggak seberapa, view dan rank jeblok!

    Blogger juga manusia, butuh cinta dan kuota!
    Klo di yudi, butuh sem**k baru hihihi

    Like

Yuk, silahkan berkomentar disini. DILARANG meninggalkan link hidup di kolom komentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s