Menjelajahi Forbidden City dan Tiananmen Square

Aku melawan rasa kantukku saat menyadari hari sudah pagi. Badan dan kaki yang pegal-pegal telah cukup beristirahat di atas kasur empuk hotel berbintang tiga. Dari jendela kamar hotel tampak langit yang berkabut tipis. Wajar saja sebab ini adalah pertengahan musim gugur, dimana udara akan terasa cukup sejuk di pagi hari dengan temperatur sekitar 18 derajat Celcius. Segera aku mematikan pendingin udara di kamar dan memilih untuk membuka jendela. Aku ingin menikmati udara pagi yang segar di kota Beijing.

20151014_081413
Pagi berkabut tipis

Read More »

Wangfujing : Surga Belanja dan Kuliner di Beijing

Usai mengunjungi masjid tertua di Beijing, aku dan suami kembali ke area Wangfujing saat menjelang malam. Suasana di tempat ini tampak semarak diterangi oleh lampu-lampu kota dan lampu yang berasal dari bangunan yang ada disekitarnya. Ramai orang berjalan kaki menyusuri jalan. Pada malam hari suhu udara terasa lebih sejuk, berkisar antara 14 derajat hingga 17 derajat Celcius.

20151013_180607
Di depan sebuah mall yang sangat terkenal

Read More »

Tersesat di Beijing !

Tiba di wilayah Wangfujing yang terletak di Distrik Dongcheng membuat mataku terasa dimanjakan. Di sepanjang jalan yang berukuran 810 meter dengan lebar 40 meter ini terdapat pusat-pusat perbelanjaan modern! Wow… badan yang rasanya lelah serta mata yang tinggal 20 watt karena mengantuk langsung terasa segar. Eits tapi tunggu dulu, selain ini masih sangat pagi, kami berdua masih harus menemukan letak hotel Citytel Inn terlebih dahulu.

DCIM100GOPROG0012178.
Suasana pagi hari di Wangfujing

Read More »

Welcome To Beijing

Perjalanan menuju Beijing dimulai. Pramugari yang ramah mempersilahkan kami untuk menempati tempat duduk sesuai boarding pass. Aku dan suami telah memilih tempat duduk disisi tengah pesawat berbadan lebar ini. Wajah-wajah khas China mendominasi penerbangan ke Beijing. Sekilas pandang, aku tak menemukan wajah melayu di dalam pesawat.

20151012_192513-01
Paspor, Arrival Card dan buku saku untuk mencatat detil selama perjalanan

Read More »

Oleh-oleh Yang Tak Sampai

Oleh-oleh Yang Tak Sampai — “Ma… tolong bikinin sambal teri kacang dan rendang untuk kami bawa ya?”, pintaku ke mama.

Tepat beberapa hari menjelang rencana kepergianku dan suami untuk berlibur ke China, aku minta tolong agar mama membuatkan dua jenis masakan yang bisa kami bawa sebagai bekal persiapan sarapan selama 10 hari. Sejujurnya, saat traveling kemanapun aku tak pernah membawa bekal makanan dari Indonesia, apalagi sampai khusus meminta mama untuk membuatkannya.

Senja di China
Senja di China

Read More »